tirto.id - Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan terhadap Iran. Serangan ini terjadi setelah benerapa minggu terakhir ancaman dan negosiasi atas program nuklir Iran berlangsung.
Dikutip dari BBC, Sabtu (28/2/2026), pukul 09.30 waktu Teheran (06.00 GMT) terjadi ledakan di ibu kota Iran. Dari gambar yang beredar memperlihatkan kepulan asap di atas Lapangan Jomhouri dan Lapangan Hassan Abad.
Ledakan juga terdengar di beberapa kota lain seluruh negeri, termasuk Isfahan, Qom, Karaj, dan Kermanshah. Sampai saat ini belum bisa dipastikan jumlah korban dari serangan ini.
Sementara itu, pada wilayah udara Iran dilakukan penutupan sejak serangan terjadi. Sirene peringatan kepada masyarakat pun terdengar di seluruh negeri sejak pukul 08.15 waktu setempat (06.15 GMT).
Masyarakat Iran juga diminta untuk tidak berkumpul dan pergi ke sekolah dan bekerja, kecuali dalam kondisi sangat penting. Peringatan ini akan diberlakukan hingga lusa pukul 20.00 waktu setempat.
Trump Minta Iran Letakkan Senjata
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel mengatakan Israel telah meluncurkan serangan preemtif terhadap Iran, dengan ledakan terdengar di seluruh negeri.
Dikutip dari Al Jazeera, Presiden AS Donald Trump telah menggambarkan "operasi tempur besar" yang sedang berlangsung. Dia juga meminta pasukan pemerintah Iran untuk meletakkan senjata mereka.
"Kami akan memusnahkan angkatan laut mereka," kata Trump dalam komentar media sosial.
Trump juga mengatakan, AS akan memastikan bahwa proksi Iran tidak dapat lagi mengacaukan dunia. Dia menegaskan, AS tidak akan mengizinkan Iran untuk mengembangkan senjata nuklir, meskipun Teheran sendiri telah berulang kali menjelaskan bahwa mereka tidak tertarik untuk membangunnya.
"Rezim ini akan segera belajar bahwa tidak ada yang harus menantang kekuatan dan kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat," kata Trump.
Pemerintah Iran, melalui pernyataan resmi yang dikeluarkan Kedutaan Besar Iran di Jakarta, mengatakan agresi ini sebagai pelanggaran nyata terhadap teritorial dan kedaulatan nasional mereka.
Iran menekankan bahwa serangan tersebut melanggar Pasal 2 ayat (4) Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).Merespons situasi ini, Iran menyatakan akan menggunakan hak sah mereka untuk membela diri sebagaimana diatur dalam Pasal 51 Piagam PBB.
Pihak Kedutaan memastikan bahwa Angkatan Bersenjata Iran tidak akan tinggal diam.
"Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan menggunakan hak tersebut sepenuhnya dalam rangka mempertahankan integritas teritorial dan kedaulatan nasional Republik Islam Iran dengan memberikan respons yang tegas dan kuat terhadap agresi rezim Zionis Israel dan Amerika Serikat," bunyi pernyataan resmi Kedutaan Besar Iran, Sabtu (28/2/2026).
Selain mempersiapkan respons militer, Iran juga mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera bertindak. Sebagai negara pendiri PBB, Iran meminta lembaga tersebut menjalankan tanggung jawabnya dalam mencegah agresi yang mengancam perdamaian internasional.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id




























