Menuju konten utama

Kronologi Kasus Tumbler Penumpang Hilang di KAI Commuter

Viral kasus di media sosial soal petugas KAI dan tumbler penumpang hilang. Begini kronologi lengkap dari dua belah pihak.

Kronologi Kasus Tumbler Penumpang Hilang di KAI Commuter
Botol Tumbler. (Photo by Christian Dala/Unsplash)

tirto.id - Sebuah kisah viral beredar di media sosial (medsos) belakangan ini mengenai seorang petugas PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang diduga dipecat gara-gara tumbler penumpang yang hilang. Bagaimana kisah selengkapnya?

Berawal dari seorang warga di Threads dengan akun @anitadewl yang membuat utas di akunnya dan menceritakan pengalamannya kehilangan barang di Commuter Line Stasiun Tanah Abang menuju Stasiun Rangkasbitung.

Anita mengaku jika cooler bag yang dibawanya tertinggal di kereta tersebut. Di dalam cooler bag tersebut ada tumbler “Tuku” yang ternyata setelah dicek saat pengambilan keesokan harinya, raib.

Kronologi Lengkap Petugas KAI Dipecat Gara-gara Tumbler Penumpang

Anita menaiki KRL jurusan St. Tanah Abang ke St. Rangkasbitung pada Senin, 24 November 2025 sekitar pukul 19.00 WIB. Anita kemudian turun di St. Rawa Buntu sekitar pukul 19.40 WIB.

Setelah turun, Anita baru menyadari jika cooler bag yang dibawanya naik kereta, tertinggal di KRL tersebut. Ia pun segera menghubungi pihak KAI untuk melaporkan kehilangan barangnya tersebut.

Admin KAI bergerak cepat dengan menghubungkan Anita dengan pihak Commuter Line untuk segera mendapatkan kejelasan terkait barangnya yang tertinggal itu.

Anita merasa lega setelah mengetahui jika cooler bag miliknya sudah diamankan oleh petugas KAI malam itu.

Keesokan harinya, tepatnya pada hari Selasa, 25 November, sepulang kerja Anita mendatangi St. Rawa Buntu untuk mengambil cooler bagnya. Namun, ketika dicek, Anita tidak mendapati tumbler Tuku yang seharusnya ada di dalamnya.

Anita meminta penjelasan dari petugas yang jaga saat itu, bernama Argi. Anita dan suaminya menuntut PT KAI untuk melakukan pengecekan CCTV demi mengungkap siapa pelaku pengambilan tumbler itu.

Argi menghubungi Anita dan suaminya lewat pesan di WhatsApp. Ia menjelaskan jika untuk membuka CCTV harus melalui berbagai prosedur termasuk laporan ke kepolisian. Argi menawarkan jalan tengah untuk mengganti saja tumbler Anita yang hilang.

Namun, Anita dan suaminya tetap ingin masalah ini diusut hingga tuntas dan ada bentuk pertanggungjawaban dari PT KAI karena barang yang tertinggal berkurang isinya.

Karena tidak menemukan jalan damai, Argi kemudian menulis pesan bahwa ia kemungkinan akan diberhentikan oleh PT KAI karena tidak melakukan pekerjaan sesuai Standard Operating Procedure (SOP).

Argi mengakui jika seharusnya sesuai SOP, ketika menerima barang tertinggal harus dicek terlebih dahulu isinya. Argi tidak melakukan pengecekan karena menurutnya suasana stasiun sedang ramai kala itu.

Respons beragam dilontarkan warganet mengenai kisah viral kehilangan tumbler berujung kehilangan pekerjaan itu. Ada yang menilai sikap Anita berlebihan dan nirempati, ada juga yang menganggap Anita hanya menuntut haknya sebagai customer.

“Jadi siapa yang salah? Pemilik? Tidak. Ia hanya ingin transparansi. Petugas? Tidak mencuri, tapi lalai. Perusahaan? Menjaga SOP dan reputasi. Yang salah adalah sistem yang tidak berjalan seteliti mestinya,” tulis akun IG @adityanosa.

“Si Anita yg tumbler TUKU NYA ilang smp bikin si petugas yg nemuin dipecat naudzubillah pantesan rejeki lo cuma di Level tumbler tuku. Lu orang jahat suka drama dan menikmati mempersulit hidup orang lain. Isi thread lo sumpah serapah orang lain. Ngeri ga lo??? Kebayang lo pake Stanley atau corkcirle bisa2 ngelapor ngadep presiden lu ngedrama yakan. Baca chat petugasnya gue mau nangis ya ampun kasian,” ucap akun IG @ggcempaka.

Klarifikasi KAI Soal Kasus Tumbler Hilang

KAI Commuter melalui akun X resmi telah menanggapi kasus viral ini. KAI menyebut, petugas tersebut tidak dipecat dan saat ini masih dalam penyelidikan.

"KAI Commuter menegaskan tidak melakukan pemecatan sebagaimana isu beredar, karena kami memiliki aturan dan prosedur kepegawaian yang tetap mengacu pada regulasi ketenagakerjaan," demikian menurut KAI Commuter dikutip Kamis (27/11).

KAI Commuter juga menyebutkan, setiap stasiun memiliki layanan lost and found. Barang yang ditemukan akan didata dan disimpan oleh petugas. Pengambilan barang tertinggal juga dilakukan mengikuti prosedur yang berlaku.

"Kami mengingatkan kembali bahwa barang pribadi yang tertinggal di dalam commuter line merupakan tanggung jawab pengguna. Karena itu kami mengimbau agar seluruh pengguna tetap menjaga dan memperhatikan barang bawaannya dengan baik," tutup KAI.

Baca juga artikel terkait KASUS VIRAL atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra