Menuju konten utama

Kronologi Masalah Ioniq 5 Aa Juju dan Klarifikasi Hyundai

Aa Juju mengeluhkan masalah Hyundai Ioniq 5 dan layanan purnajual. Hyundai meminta maaf dan menelusuri keluhan terkait mobil tersebut.

Kronologi Masalah Ioniq 5 Aa Juju dan Klarifikasi Hyundai
Hyundai Ioniq 5 milik influencer yang ramai dan menjadi perbincangan di media sosial terkait pengalaman pembelian unitnya. (Instagram/@makanlurrrr)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Keluhan terhadap mobil listrik Hyundai Ioniq 5 viral setelah influencer Aa Juju, pemilik akun Instagram @makanlurrrr, membagikan pengalaman kurang menyenangkan setelah membeli kendaraan tersebut. Perseteruan itu akhirnya membuat Hyundai memberikan klarifikasi.

Persoalan yang dialami Aa Juju terkait Hyundai Ioniq 5 yang dibelinya tidak hanya berkaitan dengan gangguan teknis, seperti fitur fast charging yang tidak berfungsi, mobil sempat tidak dapat dinyalakan hingga baterai 12V harus diganti, serta gangguan pada head unit, namun juga menyangkut penggunaan mobil saat parkir paralel dan layanan purnajual yang menurutnya mengecewakan.

“Akhirnya gue beli Ioniq 5 cash tapi gue belum lama pakai uda rusak. Ini mobil bikin gue sampai berobat ke psikolog karena ini mobil bikin gue stres. Udah gitu after sales-nya juga bikin gue stres,” ucap Aa Juju di salah satu unggahan di TikTok @makanlurr.

Kronologi Masalah Ioniq 5 Aa Juju & Klarifikasi Pihak Hyundai

Kronologi keluhan Julian atau yang akrab disapa Aa Juju bermula ketika influencer dengan akun Instagram @makanlurrrr tersebut membeli Hyundai Ioniq 5 secara tunai. Sebelum transaksi, ia mengaku sudah menyampaikan kepada konsultan penjualan bahwa kemampuan mobil untuk parkir paralel merupakan kebutuhan penting baginya.

Menurut pengakuannya, sang konsultan menyatakan Ioniq 5 dapat digunakan untuk parkir paralel dan kebutuhan tersebut sebelumnya sudah pernah diuji. Dengan informasi itu, Aa Juju kemudian memutuskan membeli kendaraan tersebut. Namun, setelah mobil digunakan, ia justru mulai mengalami sejumlah persoalan yang kemudian menjadi sumber kekecewaan.

Kendala pertama yang ia ceritakan berkaitan dengan fitur fast charging. Aa Juju mengaku Ioniq 5 miliknya tidak dapat melakukan pengisian daya cepat dan hanya bisa menggunakan metode pengisian AC yang membutuhkan waktu lebih lama.

Ia kemudian membawa kendaraan tersebut ke fasilitas Hyundai di Senayan Park, tetapi menurut pengakuannya masalah tersebut belum mendapatkan penyelesaian dan ia diarahkan untuk mencoba fasilitas stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) lainnya.

Persoalan kemudian bertambah ketika mobil tiba-tiba tidak dapat dinyalakan. Aa Juju memanggil teknisi untuk melakukan pemeriksaan di rumah dan mendapat penjelasan bahwa baterai atau aki 12V kendaraan dalam kondisi habis sehingga harus diganti.

Dalam rekaman yang diunggahnya, Aa Juju kemudian mengaitkan persoalan baterai 12V tersebut dengan penggunaan mobil saat parkir paralel. Menurut penjelasan teknisi yang terdengar dalam video, ketika mobil berada dalam kondisi tertentu saat parkir paralel, sejumlah sistem kelistrikan kendaraan masih dapat menggunakan daya sehingga berpotensi menguras baterai 12V apabila berlangsung terlalu lama.

Penjelasan itu membuat Aa Juju mempertanyakan kembali informasi yang sebelumnya diberikan konsultan penjualan. Sebab, sebelum membeli mobil, ia mengaku sudah secara khusus menanyakan kemampuan parkir paralel dan mendapat jawaban bahwa mobil tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan tersebut. Perbedaan informasi antara penjelasan sales dan teknisi inilah yang kemudian menjadi salah satu sumber utama keluhannya.

Setelah baterai 12V diganti, masalah pada mobil belum berhenti. Keesokan harinya, sistem head unit Ioniq 5 kembali mengalami gangguan, sehingga Aa Juju harus kembali meminta bantuan teknisi.

Ia menilai penanganan yang diberikan belum memuaskan. Dalam pengakuannya, ia bahkan mendapatkan informasi mengenai solusi masalah tersebut setelah mencari sendiri melalui internet dan bantuan AI.

Selain persoalan teknis, ia juga mengeluhkan komunikasi dengan pihak Hyundai, termasuk pesan kepada tenaga penjual yang menurutnya tidak segera mendapatkan respons.

Rangkaian masalah tersebut kemudian membuat Aa Juju mengaku mengalami stres dan menyebut dalam videonya bahwa pengalaman menggunakan mobil serta layanan purnajual Hyundai sampai membuatnya berkonsultasi dengan psikolog.

Karena merasa persoalannya belum terselesaikan, Aa Juju kemudian mendatangi dealer Hyundai Fatmawati untuk meminta penjelasan dan pertanggungjawaban. Pertemuan tersebut disebut berkembang menjadi perdebatan dengan tenaga penjual dan supervisor (SPV).

Dalam versi keluhan yang disampaikan Aa Juju, ia mempertanyakan tanggung jawab tenaga penjual terkait informasi mengenai kemampuan parkir paralel serta komunikasi yang dinilai tidak responsif.

Ia juga mempersoalkan penjelasan bahwa tim sales tidak berkewajiban memahami seluruh aspek teknis kendaraan karena persoalan tersebut merupakan ranah mekanik. Terkait kanal komunikasi yang tidak segera merespons, ia juga mempertanyakan klaim bahwa layanan tersebut dikelola oleh bot atau AI.

Menanggapi keluhan tersebut, Hyundai Motors Indonesia (HMID) pada Kamis, 20 Agustus 2026 menyampaikan permintaan maaf kepada Aa Juju atas ketidaknyamanan yang dialaminya.

Head of Brand Interactive Hyundai Motors Indonesia Rouli Sijabat mengatakan perusahaan telah menerima masukan tersebut dan sedang melakukan penanganan serta penelusuran secara menyeluruh.

"Atas nama Hyundai Indonesia, kami menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas ketidaknyamanan dan situasi yang dialami oleh pelanggan kami, baik terkait pengalaman penggunaan produk maupun layanan dari tim sales dan aftersales kami," ujar Rouli, Kamis (20/8/2026).

Baca juga artikel terkait MOBIL LISTRIK atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra