tirto.id - Ramai di media sosial X dugaan kasus pelecehan seksual yang dilakukan seorang sutradara film berkedok casting Tirai Jagal. Bagaimana kronologi lengkapnya?
E yang merupakan seorang pengusaha muda, motivator, trainer profesional, serta pendiri sekaligus CEO dari ER Group diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.
Lewat utas di X, salah satu korban menuturkan kisahnya dan meminta warga X untuk menyebarluaskan utas tersebut hingga ia mendapatkan keadilan.
Viral Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sutradara Film di X
Kejadian ini bermula ketika korban berinisial A, remaja 17 tahun membagikan pengalamannya mengikuti proses casting sebuah film bergenre thriller lewat utas pada 22 Februari kemarin.
Awalnya, ia mengirimkan comcard melalui WhatsApp ke nomor yang tertera pada informasi casting. Belakangan ia mengetahui bahwa nomor tersebut ternyata milik sang sutradara langsung, bukan tim casting resmi.
Tak lama setelah itu, ia diundang untuk mengikuti casting secara offline. Sebelum pertemuan, sutradara sempat mengirimkan foto A yang diambil dari akun Instagram pribadinya, termasuk foto dirinya di pantai.
Meski merasa ada yang janggal, A tetap melanjutkan proses karena percaya pada reputasi agensi yang membagikan informasi casting tersebut.
Saat hari casting tiba, suasana dibuat terlihat profesional dan eksklusif. Para talent mendapat fasilitas seperti makanan, ruang VIP, serta aturan ketat, seperti tidak boleh pulang sebelum waktu yang ditentukan dan dilarang berinteraksi dengan lawan jenis.
Sebelum meninggalkan lokasi, mereka juga diminta membuat video review untuk memuji produser dan sutradara. Empat hari kemudian, A dihubungi dan diberi tahu bahwa ia lolos casting. Namun, peran yang ditawarkan disebut memiliki unsur sensual. A langsung menegaskan batasannya dan menolak hal-hal yang membuatnya tidak nyaman.
Situasi kemudian berubah menjadi semakin tidak wajar. Sutradara mengirimkan video referensi dan pesan-pesan bernada provokatif yang mengarah pada imajinasi adegan dewasa dan tidak pantas.
Ia meminta A membayangkan pose tertentu yang membuatnya merasa takut dan tertekan, serta menanyakan hal pribadi seperti ukuran pakaian dalam. Bahkan ketika A mengatakan tidak memiliki dress putih yang diminta untuk adegan, sutradara tersebut menawarkan untuk membelikannya.
A sempat mengirim beberapa foto dengan syarat wajah tidak terlihat dan tetap dalam batas aman, namun kemudian menyesal dan menghapusnya. Ia juga diminta rutin berkomunikasi dengan alasan membangun “chemistry”, disertai kesan bahwa talent yang tidak mengikuti arahan bisa saja tidak dipilih.
Ketika pembahasan kontrak dimulai, orang tua A ikut terlibat dan menegaskan kesepakatan terkait honor serta memastikan tidak ada adegan yang melanggar batas pribadi.
Namun karena merasa banyak kejanggalan dan situasi yang tidak aman, A akhirnya memutuskan mundur dari proyek tersebut dengan dukungan penuh orang tuanya. Ia kemudian mengunggah tangkapan layar percakapannya dengan sang sutradara sebagai bukti, termasuk pesan-pesan bernada sensual yang membuatnya tidak nyaman.
Setelah utas A viral, korban lain juga mulai berbicara. Salah satunya akun X yang membenarkan identitas pelaku
“Pelaku nya itu adalah orang yang menulis film nya kak :) saya salah satu korbannya juga ka,” ucap akun tersebut.
Pengakuan ini memperkuat dugaan bahwa bukan hanya A yang mengalami perlakuan tidak pantas dalam proses tersebut.
Klarifikasi Agensi yang Menyebarkan Info Casting Film Tirai Jagal
Di tengah ramainya perbincangan, akun Instagram @agencyartisindonesia turut mengunggah video klarifikasi dari pihak agensi.
Donis selaku pemilik Agency Artis Indonesia (AAI) menyatakan bahwa dalam proyek film bergenre gore tersebut, AAI hanya bertindak sebagai pihak kedua yang membantu proses pencarian dan seleksi talent secara profesional sesuai kebutuhan produksi.
Ia menegaskan bahwa kejadian yang viral berada di luar sepengetahuan dan keterlibatan pihak agensi serta tim.
“Terkait hal yang saat ini sedang viral, perlu kami tegaskan bahwa kejadian tersebut berada di luar sepengetahuan dan di luar keterlibatan pihak AAI dan Tim,” tulis mereka.
Dalam pernyataannya, AAI juga menyampaikan permohonan maaf apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau dikecewakan, serta berjanji akan melakukan evaluasi dan meningkatkan standar seleksi serta koordinasi agar kejadian serupa tidak terulang.
Sutradara yang dituding sebagai pelaku sempat membuat video klarifikasi. Namun menurut A, isi klarifikasi tersebut tidak sesuai dengan pengalamannya dan justru menampilkan percakapan yang membingungkan, seolah-olah untuk mengecoh publik. Tak lama setelah polemik meluas di media sosial, akun Instagram sutradara tersebut diketahui telah dihapus.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id

































