KPU: Pengiriman Logistik Pemilu ke Daerah Bencana dan 3T Lancar

Reporter: Irfan Amin, tirto.id - 12 Feb 2024 21:43 WIB
“Distribusi bergerak simultan, signifikan hampir 99 persen. Distribusi sudah bergerak ke kabupaten/kota, kecamatan, dan desa,” kata Yulianto Sudrajat.
tirto.id - Ketua KPU RI, Hasyim Asyari, mengungkapkan persiapan pengiriman logistik pemilu ke lokasi bencana. Ia menjamin pengiriman logistik berjalan lancar dan proses pelaksanaan pemilu serentak pada Rabu, 14 Februari 2024, dapat berjalan sesuai rencana.

Hasyim menjelaskan, di antara lokasi pemilihan yang masih mengalami bencana antara lain Kabupaten Grobogan, Demak, dan Kudus. Tiga kota tersebut banjir sehingga menyulitkan proses pelaksanaan Pemilu.

"Oleh karena itu, dalam situasi ini kita pantau terus sampai ada laporan dari KPU Demak dan wilayah [lain] di Jawa Tengah kepada kami," kata Hasyim di Kantor KPU RI, Senin (12/2/2024).

Dirinya akan membuat keputusan setelah banjir surut di wilayah tersebut.

"Nanti kami akan mengambil keputusan status pemungutan suara di desa-desa yang masih tergenang banjir di Kabupaten Demak, kami putuskan besok," ujarnya.

Komisioner KPU Divisi Perencanaan, Keuangan, Umum, Rumah Tangga, dan Logistik, Yulianto Sudrajat, juga mengungkapkan proses pengiriman logistik ke daerah bencana. Ia menjamin 99 persen pengiriman akan sampai ke panitia pemilihan setempat.

“Distribusi bergerak simultan, signifikan hampir 99 persen. Distribusi sudah bergerak ke kabupaten/kota, kecamatan, dan desa,” katanya.

Selain ke wilayah bencana, Yulianto juga telah mempersiapkan pengiriman logistik pemilu ke lokasi terdalam, terluar, dan terpencil atau 3T.

“Dari awal kami sudah memetakan daerah distribusi logistik, berdasar dari pemilu sebelumnya di Pemilu 2019. Kami memetakan daerah terdalam, terluar, dan terpencil, yakni sebanyak 162 daerah, berdasarkan [data dari] kawan-kawan kabupaten dan kota," kata Yulianto.




Baca juga artikel terkait PEMILU 2024 atau tulisan menarik lainnya Irfan Amin


Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Irfan Teguh Pribadi

DarkLight