Menuju konten utama

Korea Utara Resmikan Kapal Perusak Berkemampuan Nuklir Kang Kon

Korea Utara serius untuk memperbarui berbagai armada perangnya dengan kekuatan nuklir. Salah satunya kapal perusak Kang Kon yang baru saja diresmikan.

Korea Utara Resmikan Kapal Perusak Berkemampuan Nuklir Kang Kon
Foto yang diambil pada 3 Juli 2026 dan dirilis oleh kantor berita resmi Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA), melalui KNS pada 5 Juli 2026 ini memperlihatkan uji coba kinerja sistem persenjataan utama kapal perusak Kang Kon di lokasi yang tidak disebutkan di Korea Utara. (Photo by KCNA VIA KNS / AFP)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Korea Utara (Korut) meresmikan kapal perusak baru mereka pada Minggu (6/9/2026). Kapal ini dilaporkan diresmikan secara langsung oleh Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong-un dan disebut dibekali dengan kemampuan nuklir.

Menukil Yonhap, peresmian kapal perang baru Korut ini telah dikonfirmasi oleh kantor berita milik pemerintah Korut, Korean Central News Agency (KCNA). Kapal itu digambarkan sebagai unit “penghancur ofensif” dan bagian dari “sistem penanggulangan nuklir negara” mereka.

“Kapal perusak generasi baru seharusnya dapat memberikan pukulan balasan yang mematikan kepada musuh,” tulis laporan KCN mengutip pernyataan Kim Jong-un.

Kapal perusak ini memiliki total bobot mencapai 5.000 ton. Secara resmi, kapal ini diberi nama Kang Kon.

KCNA melaporkan bahwa kapal perusak baru tersbeut akan ditugaskan dalam misi “mempertahankan kedaulatan maritim DPRK sebagai pencegah perang nuklir”. DPRK merupakan nama resmi Korut, yakni Republik Demokratik Rakyat Korea.

Peresmian Kang Kon dilakukan Korut kurang dari tiga bulan setelah mereka meresmikan kapal perusak lain yang diberi nama Choe Hyon. Kang Kon kini disebut sebagai kembaran Choe Hyon, seiring keduanya memiliki total bobot serupa dan sama-sama dibekali kemampuan nuklir.

Kedua kapal penghancur kembar itu kemudian disebut akan dikerahkan untuk dua area terpisah. Choe Hyon akan dikerahkan ke “Laut Barat” sementara Kang Kon akan dikerahkan di “Laut Timur”.

Sebelum diresmikan pada Minggu, Kang Kon disebut mengalami masalah teknis ketika diproduksi pada 2025 lalu. Kala itu, kapal terbalik ketika upaya peluncuran awalnya dilakukan sehingga membuat jadwal peluncurannya ditunda selama sebulan.

Sementara itu, peresmian Kang Kon dilakukan seiring dirilisnya pernyataan Kim Jong-un tentang kebutuhan Korut untuk mengubah militer angkatan laut mereka menjadi “angkatan bersenjata nuklir”. Menurutnya, hal itu krusial untuk mempertahankan kedaulatan maritim dan mencegah perang “dengan lebih jelas”.

Ia juga berujar bahwa Korut akan terus mengembangkan kekuatan angkatan lautnya dan mengerahkan aset strategis yang semakin kuat seiring waktu. Menurut Kim, hal tersebut akan dibuktikan di hadapan dunia mulai tahun depan.

“Kami sedang dalam proses mengimplementasikan rencana penting untuk memperkuat kekuatan angkatan laut kami, dan saya akan membuktikannya kepada dunia 8 bulan dari sekarang,” tuturnya, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Terkait pembuktian itu, disinyalir merupakan pengumuman tak resmi atas pengembangan kapal selam bertenaga nuklir. Sebelumnya, pengembangan alutsista tersebut telah diumumkan secara publik dalam kongres Partai Komunis Korut pada 2021 lalu.

Kantor berita milik pemerintah Korut juga sebelumnya pernah merilis foto yang tampak seperti lambung kapal selam. Dalam foto, Kim Jong-un tampak sedang memeriksa lambung kapal selam bertenaga nuklir kelas 8.700 ton yang sedang dikembangkan.

Korut Serius Memperkuat Militernya

Sementara itu, kekuatan militer tampak terus dikembangkan Korut selama tahun ini. Sebelum kini meresmikan Kang Kon, Korut lebih dulu menguji coba rudal jelajah strategis pada Juli lalu.

Awal tahun ini, Pyongyang juga mengumumkan rencana pengembangan dua kapal perang besar dengan bobot lebih dari 5.000 ton selama lima tahun ke depan. Salah satu kapal itu disebut akan dibangun untuk kelas 10.000 ton.

Pengembangan kekuatan militer Korut itu terjadi di tengah hubungan dengan Korea Selatan (Korsel) yang memburuk dalam setahun terakhir. Terakhir, Korut mengecam aktivitas latihan militer multidomain Freedom Edge antara Korsel, Amerika Serikat, dan Jepang pada Senin.

Korut menyebut latihan gabungan itu sebagai gladi resik perang. Sementara militer Korsel menyebutnya sebagai upaya peningkatan “kemampuan pencegahan dan respons terhadap ancaman nuklir dan rudal Korea Utara”.

Baca juga artikel terkait KOREA UTARA atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar