tirto.id - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menilai Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih efektif untuk menghilangkan keberadaan tengkulak (middleman). Tidak hanya itu, potensi margin sebesar Rp263 triliun dari keberadaan Kopdes Merah Putih juga bisa dibagikan langsung kepada petani.
"Ini (potensi margin) Rp263 triliun, ini dibagi ke petani pendapatan, dan ini menjadi daya beli. NTP [nilai tukar petani] naik, ini juga daya beli naik," ujar Amran, dalam acara Pengamat Menguji, Mentan Menjawab: Strategi dan Capaian Pertanian Diungkap di Gudang Beras, dikutip akun YouTube Kementerian Pertanian, Minggu (26/4/2026).
Dus, rantai pasok pangan yang kini cenderung panjang bisa dipangkas agar lebih efisien. Bahkan, pemangkasan rantai pasok dengan menghilangkan tengkulak bisa membuat Kopdes Merah Putih meraup untung hingga Rp50 triliun.
"Inilah dibangun Koperasi Merah Putih. Dari petani, koperasi langsung di desa, ke konsumen. Artinya apa? Kalau ini untung koperasi Rp50 triliun," ujarnya.
Sebaliknya, berdasarkan akumulasi hitungan Kementerian Pertanian, keberadaan tengkulak bisa membuat negara rugi hingga Rp313,08 triliun. Sebab, dalam sistem pangan nasional margin yang dinikmati oleh tengkulak dapat berkisar 10-30 persen dari setiap tahap distribusi, mulai dari pedagang hingga ke konsumen.
"Supply chain (rantai pasokan) tadi, solusinya adalah ini. Kita perkecil menjadi tiga (rantai distribusi). Ini kehilangan, kita Rp313 triliun (potensi margin di rantai pasok). Di middleman ini, untungnya bisa 10 persen, 20 persen, 30 persen (di setiap tahap distribusi)," jelas Amran.
Selain Kopdes Merah Putih, Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan ekonomi desa. Kata Amran, MBG memiliki peran penting sebagai penyerap hasil produksi petani atau off taker dan membantu menjaga stabilitas permintaan.
"MBG, offtaker dari 160 juta petani Indonesia. Offtaker-nya. Jadi dia membeli, tidak lagi ada kita dengar baru-baru ini, tomat dibuang. Kenapa? Ada yang menunggu MBG. Jadi MBG tidak berdiri sendiri," tutupnya.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id

































