tirto.id - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengungkapkan bahwa anak usahanya PT Gag Nikel memberikan kontribusi terhadap pendapatan perusahaan, meski nilainya masih tergolong kecil dibandingkan lini bisnis lainnya.
Hal ini disampaikan Direktur Utama ANTM, Achmad Ardianto, dalam konferensi pers usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2024 di Jakarta, Kamis (12/6/2025).
Menurut Ardianto, kontribusi Gag Nikel terhadap total pendapatan perseroan berada di bawah 10 persen.
“Revenue Antam kan hampir 70 persen dari emas ya. Jadi bijih nikel itu masih kecil kontribusinya. Untuk Gag, kontribusinya di bawah 10 persen,” ujarnya.
Ia menambahkan, meski kontribusinya tidak besar, operasional PT Gag Nikel berjalan sesuai rencana.
“Kita on the right track ya. Tidak ada isu (serius), dan kami semua paham situasinya. Kami ingin pemerintah bisa menyelesaikan permasalahan dengan lebih baik,” ungkap Ardianto.
Gag Nikel sendiri dalam rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) kapasitas produksi sekitar 3 juta metrik ton per tahun. Namun, Ardianto tidak merinci angka pasti produksi saat ini.
Ia menegaskan bahwa Antam tetap berkomitmen menjalankan operasional sesuai regulasi yang berlaku, termasuk mendukung pembangunan ekonomi masyarakat sekitar, khususnya di Raja Ampat, Papua Barat Daya.
“Kami yakin masyarakat di Raja Ampat juga membutuhkan kemajuan ekonomi yang akan kita dorong, tentunya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan,” jelasnya.
Menanggapi isu yang sempat beredar mengenai kemungkinan pembatasan produksi Gag Nikel oleh Komisi VII DPR, Ardianto memilih tidak berkomentar lebih jauh.
“Kita akan selalu mengikuti apa yang pemerintah arahkan. Karena kami bukan perusahaan yang semata-mata mencari untung. Kami menerima tugas dari negara untuk melakukan pembangunan,” tegasnya.
Dalam RUPST tersebut, Antam juga mengumumkan pembagian dividen sebesar Rp3,6 triliun atau setara 100 persen dari laba bersih tahun buku 2024.
Total pendapatan Antam tahun lalu tercatat mencapai Rp69,19 triliun, tertinggi dalam sejarah perusahaan, dengan laba bersih naik 25 persen menjadi Rp3,85 triliun.
“Alhamdulillah pendapatan kita juga meningkat secara signifikan dan tertinggi dalam sejarah,” kata Ardianto.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id




































