Menuju konten utama

Kondisi Terkini Makkah dan Madinah usai Diterjang Badai Pasir

Makkah dan Madinah dilanda cuaca ekstrem berupa badai pasir, hujan lebat, petir, dan angin kencang. NCM mengeluarkan peringatan cuaca.

Kondisi Terkini Makkah dan Madinah usai Diterjang Badai Pasir
Jamaah haji dari berbagai negara melaksanakan tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Selasa (2/6/2026) waktu setempat. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mulai memulangkan jamaah haji Indonesia gelombang pertama ke Tanah Air pada 1 Juni 2026 sementara itu jamaah gelombang kedua akan diberangkatkan dari Makkah ke Madinah mulai 7 Juni untuk beribadah dan berziarah sebelum pulang ke Indonesia. ANTARA FOTO/Citro Atmoko/sgd
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Arab Saudi dilanda cuaca buruk pada Kamis (27/8/2026), dengan sejumlah wilayah, termasuk Makkah dan Madinah menghadapi hujan lebat, badai petir, banjir bandang, hujan es, hingga angin kencang. Sejumlah video memperlihatkan suasana mencekam di tanah suci.

National Centre for Meteorology (NCM) mengeluarkan peringatan merah (red alert) untuk potensi hujan lebat di sejumlah wilayah Provinsi Makkah, termasuk Taif, Al Kamil dan Adham.

Di tengah kondisi cuaca yang tidak stabil tersebut, sambaran petir terekam mengenai bagian atas Menara Jam (Clock Tower), salah satu bangunan paling ikonik di Kota Makkah. Rekaman dramatis memperlihatkan kilatan petir menyambar puncak menara ketika aktivitas petir sedang intens.

Sejumlah unggahan di media sosial yang memperlihatkan suasana di Makkah dan Madinah saat badai pasir dan angin kencang mendapat perhatian luas netizen. Dari pantauan linimasa, cuaca ekstrem di Arab Saudi ternyata sudah terjadi beberapa hari ini.

“Qodarullah maghrib ini terjadi badai pasir di masjidil haram,” tulis akun Threads @irfinaljamhiry pada 27 Agustus 2026.

“Tadi malam selasa 25 Agustus badai pasir di Kota Madinah, terutama sekitar Masjid Nabawi, pertanda proses pergantian cuaca dan musim,” ujar akun Threads @hasmarofficial.

BMKG Arab Saudi Keluarkan Red Alert Cuaca Ekstrem

Arab Saudi menghadapi kondisi cuaca ekstrem pada Kamis (28/8). Hujan lebat, badai petir, banjir bandang, hujan es, angin kencang, serta suhu yang tetap sangat tinggi tercatat di sejumlah wilayah.

Peringatan cuaca dikeluarkan oleh National Centre for Meteorology (NCM), lembaga meteorologi nasional Arab Saudi. NCM mengeluarkan peringatan merah (red alert) untuk potensi hujan lebat di beberapa wilayah karena intensitas hujan yang tinggi dapat menyebabkan banjir bandang.

Meskipun hujan dan badai terjadi di sejumlah daerah, sebagian besar wilayah Arab Saudi tetap menghadapi suhu ekstrem yang dapat mencapai 47 derajat celsius.

Wilayah yang diperkirakan mengalami badai petir dengan intensitas sedang hingga lebat meliputi bagian dari Jazan, Asir, Al Baha, Makkah, dan Madinah. Hujan deras di kawasan tersebut berpotensi menyebabkan banjir bandang, terutama di daerah yang memiliki lembah, jalur aliran air, atau permukaan tanah yang sulit menyerap air dalam jumlah besar dalam waktu singkat.

Badai tersebut juga diperkirakan disertai hujan es dan angin kencang. Angin dapat mengangkat debu dan pasir sehingga menyebabkan jarak pandang berkurang serta menambah risiko bagi masyarakat, terutama pengguna jalan.

1. Red alert: secara khusus diberlakukan di Taif, Al Kamil, Adham, dan wilayah sekitarnya di Provinsi Makkah. Peringatan merah menunjukkan bahwa kondisi cuaca di daerah tersebut berpotensi menimbulkan dampak serius sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti instruksi dari otoritas setempat.

2. Orange alert: untuk hujan sedang diberlakukan di Al Ais, Al Mahd, Badr, dan daerah sekitarnya di Provinsi Madinah.

3. Yellow alert: untuk hujan ringan dan hembusan debu mencakup Rabigh, Jeddah, Al Khurmah, serta kawasan di sekitarnya di Provinsi Makkah.

Cuaca tidak stabil juga berpotensi meluas ke sejumlah wilayah lain. NCM memperkirakan awan konvektif pembawa hujan dan badai petir, yang disertai angin aktif, dapat berkembang di sebagian wilayah Northern Borders dan Jazan. Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di bagian selatan Provinsi Eastern serta wilayah Riyadh.

Awan konvektif biasanya terbentuk ketika udara hangat dan lembap naik dengan cepat sehingga menghasilkan awan badai yang dapat membawa hujan deras, petir, angin kencang, dan dalam kondisi tertentu hujan es.

Karena perkembangan awan semacam ini dapat berlangsung relatif cepat, wilayah yang awalnya hanya mengalami kondisi berawan dapat berubah menjadi lokasi dengan hujan deras dan angin kuat.

Selain hujan dan badai, kabut juga diperkirakan muncul pada malam hingga pagi hari, terutama di kawasan pesisir bagian timur Arab Saudi. Kabut dapat menurunkan jarak pandang dan berpotensi mengganggu aktivitas transportasi.

Meskipun diperkirakan hujan badai disertai angin kencang, suhu udara di Arab Saudi tetap sangat tinggi.

Madinah diperkirakan menjadi wilayah dengan suhu tertinggi, mencapai 47 derajat celsius. Dammam diperkirakan mencapai 46 derajat celsius, sedangkan Riyadh dan Buraidah diperkirakan berada di sekitar 45 derajat celsius.

Baca juga artikel terkait MAKKAH atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra