Menuju konten utama

Nafar Awal Dimulai, Jemaah Haji RI Bergerak dari Mina ke Makkah

Fase Nafar Awal dimulai, jemaah haji RI mulai tinggalkan Mina menuju Makkah hari ini. Kemenhaj imbau jemaah disiplin ikuti jadwal bus petugas.

Nafar Awal Dimulai, Jemaah Haji RI Bergerak dari Mina ke Makkah
Ribuan jamaah haji dari berbagai negara berjalan pulang seusai melempar jumrah di Mina, Makkah, Arab Saudi, Rabu (28/5/2026) waktu setempat. Jamaah haji melempar jumrah dengan dua pilihan yakni Nafar Awal (11-12 Zulhijah) atau Nafar Tsani (11-13 Zulhijah). ANTARA FOTO/Citro Atmoko/sgd
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Jemaah haji Indonesia yang mengambil pilihan Nafar Awal mulai bergerak meninggalkan kawasan Mina untuk kembali ke hotel masing-masing di Makkah pada hari ini, Jumat (29/5/2026). Proses mobilisasi massal ini dilakukan secara bertahap menggunakan bus guna mengurai potensi kemacetan di jalur keluar wilayah tersebut.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Jubir Kemenhaj) RI, Maria Assegaff, menjelaskan bahwa proses mobilisasi jemaah dari Mina ke Makkah telah disiapkan melalui skema pemberangkatan bergelombang sejak pagi hari.

“Mulai pukul 10.00 hingga pukul 17.00 waktu Arab Saudi, jemaah Nafar Awal akan diberangkatkan secara bertahap dan bergelombang menuju ke Mekah menggunakan bus yang telah disiapkan oleh petugas,” ujar Maria dalam konferensi pers melalui akun Youtube Kementerian Haji dan Umrah RI, Jumat.

Maria menekankan pentingnya jemaah untuk mengikuti instruksi petugas terkait jadwal keberangkatan agar tidak terjadi kepadatan yang tidak terkendali di jalur mobilisasi.

Sebelum bergeser ke Makkah, jelasnya, jemaah haji yang mengambil Nafar Awal diwajibkan menyelesaikan rangkaian melontar tiga jumrah (Ula, Wustha, dan Aqabah) pada hari Tasyrik kedua ini. Pemerintah mengimbau jemaah agar segera kembali ke tenda setelah melontar untuk bersiap melakukan proses pemulangan.

“Kementerian Haji dan Umrah juga turut menghimbau seluruh jemaah haji Indonesia yang mengambil Nafar Awal agar segera menuntaskan rangkaian lontar jumrah sesuai dengan jadwal, kemudian kembali ke tenda masing-masing di Mina,” tutur Maria.

Menurutnya, kedisiplinan jemaah dalam mengikuti jadwal sangat krusial untuk memastikan keselamatan seluruh rombongan. “Imbauan ini penting untuk bisa memastikan proses pergerakan jemaah bisa berlangsung tertib, aman, dan terkoordinasi, sekaligus menghindari kepadatan pada jalur mobilisasi menjelang kepulangan ke Mekah,” terang Maria.

Baca juga artikel terkait IBADAH HAJI atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Siti Fatimah