Menuju konten utama

Jemaah Diingatkan Larangan Ihram Selama Puncak Haji di Armuzna

Kemenhaj ingatkan larangan ihram bagi jemaah haji di Arafah, mulai dari pakaian berjahit hingga cadar.

Jemaah Diingatkan Larangan Ihram Selama Puncak Haji di Armuzna
Jemaah haji Indonesia saat tiba di tenda Arafah pada Senin (25/5/2026). Jemaah ini akan wukuf di Padang Arafah pada 9 Dzulhijjah atau 26 Mei 2026. Kredit foto: Tim Media Center Haji (MCH) 2026.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Jemaah haji Indonesia, baik yang mengambil haji tamattu, qiron, dan ifrad akan menjalani wukuf di Padang Arafah pada 9 Dzulhijjah 1447 H atau 26 Mei 2026. Jemaah yang sudah berniat ihram haji ini diingatkan terkait larangan-larangan ihram yang mesti dihindari.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Maria Assegaff, mengatakan, jemaah mesti mengingat larangan ihram, khususnya bagi laki-laki agar tidak memakai pakaian berjahit, menutup kepala yang melekat seperti peci dan surban, serta menggunakan alas kaki yang menutup mata kaki serta tumit.

Sementara bagi wanita, kata Maria, dilarang menutup wajah dengan cadar dan menggunakan kaos tangan selama berihram.

"Seluruh jemaah juga dilarang memotong kuku, mencabut rambut atau bulu badan, memakai wangi-wangian setelah niat ihram, berburu atau membunuh hewan, menikah atau menikahkan, serta melakukan hubungan suami-istri selama masa ihram," kata Maria dalam konpres, Senin (25/5/2026).

Selain itu, kata Maria, jemaah juga diimbau agar selalu menjaga lisan dan perilaku, menghindari pertengkaran, ucapan kotor maupun perbuatan yang dapat mengurangi kekhusukan ibadah.

"Jemaah juga diimbau untuk menjaga kesehatan tentunya selama masa fase puncak Armuzna yang membutuhkan stamina dan mobilitas tinggi," kata Maria.

Menurut Maria, jemaah mesti istirahat yang cukup dengan konsumsi makanan yang secara teratur, berbanyak minum air putih, dan menghindari aktivitas yang menguras tenaga di luar kebutuhan ibadah.

"Jangan lupa gunakan payung, masker dan alas kaki yang nyaman saat beraktivitas di luar ruangan untuk kemudian bisa mengurangi resiko-resiko kelelahan serta paparan cuaca panas," kata Maria.

Sementara bagi jemaah yang memiliki riwayat penyakit tertentu, kata Maria, pastikan obat pribadi selalu dibawa dan mudah dijangkau. Ia mengimbau jemaah agar tidak memaksakan diri dan segera melapor kepada petugas kesehatan apabila kemudian merasa tubuhnya lemas, pusing maupun sesak napas atau mengalami gangguan kesehatan lainnya.

Sebab, kata Maria, menjaga kesehatan adalah bagian terpenting dari ikhtiar kita bersama agar seluruh rangkaian ibadah haji dapat dijalankan dengan aman, lancar dan khusyuk.

Sebagaimana diketahui, puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna telah dimulai dengan pendorongan jemaah ke Arafah pada Senin (25/5/2026). Pendorongan ini dibuat tiga trip, yaitu mulai pukul 7.00, pukul 11.30, serta pukul 16.30 waktu Arab Saudi.

Jemaah yang sudah sampai di Arafah akan diarahkan ke tenda yang sudah ditentukan oleh PPIH Arab Saudi secara "by name by address." Hal ini sebagai terobosan baru yang dilakukan PPIH agar semua jemaah dipastikan mendapatkan tenda.

Jemaah akan melakukan wukuf di Arafah mulai matahari tergelincir pada 9 Dzulhijjah hingga terbit fajar pada 10 Dzulhijjah. Namun, jemaah haji Indonesia akan mulai digeser ke Muzdalifah usai magrib untuk mabit.

Kemudian, jemaah akan mulai didorong ke Mina saat tengah malam pada 10 Dzulhijjah. Lalu, jemaah akan bergeser ke Mina untuk mabit dan melontar jumrah.

Bagi jemaah yang sudah melempar jumrah aqabah pada 10 Dzulhijjah, mereka akan melakukan tahalul awal. Setelah itu, larangan ihram bagi jemaah sudah tidak berlaku, kecuali hubungan suami-istri.

Baca juga artikel terkait JEMAAH HAJI atau tulisan lainnya dari Abdul Aziz

tirto.id - Flash News
Reporter: Abdul Aziz
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Siti Fatimah