Menuju konten utama

Sambut Tahun Baru di Makkah, Menyaksikan Ka'bah Berganti Kiswah

Momen pergantian kiswah Ka’bah pada 1 Muharram jadi simbol lahirnya semangat baru dan penyucian diri umat Islam.

Sambut Tahun Baru di Makkah, Menyaksikan Ka'bah Berganti Kiswah
Proses pergantian kiswah Ka'bah di Masjidil Haram bertepatan dengan malam tahun baru Islam 1448 Hijriah, Senin (15/6/2026). Foto: Abdul Aziz/Tirto/MCH 2026.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Area Ka'bah mulai dipasang pembatas sejak Senin (15/6/2026) siang. Jemaah haji maupun umrah yang sedang melakukan tawaf tidak bisa lagi mendekati Ka'bah. Mereka harus mengitari Baitullah dengan jarak sekitar lima hingga enam meter.

Mataf—area tawaf—di lantai dasar juga semakin ramai menjelang waktu maghrib. Jemaah dari seluruh dunia berlomba-lomba menempati saf paling depan. Jika pada hari biasa mereka akan berebut mencium Hajar Aswad usai salat, hari itu mereka ingin menjadi yang terdepan menyaksikan momen sakral di Masjidil Haram: pergantian kiswah Ka'bah.

Malam itu, bukan hanya momen pergantian bulan dari Dzulhijjah ke Muharram, tapi sekaligus malam tahun baru Islam 1448 Hijriah. Pada malam tersebut, ada dua momen spesial yang tidak semua orang berkesempatan menyaksikannya secara langsung, yaitu: laser hijau yang menyala dari puncak Clock Tower serta pergantian kiswah Ka'bah.

Laser hijau menyala saat azan magrib memecah udara Makkah Al-Mukarromah. Saya menyaksikan momen tersebut saat tiba di pelataran masjid dari arah Terminal Syib Amir. Saat azan isya berkumandang, laser hijau sempat dimatikan dan baru menyala lagi usai salat isya berjamaah. Lampu tersebut terus menyala hingga tengah malam.

Pergantian kiswah sempat jeda sejenak saat waktu maghrib hingga isya. Namun, para jemaah yang ingin menyaksikan momen sakral tersebut tetap berdesak-desakan. Antusiasme jemaah tak hanya terlihat di mataf, tapi juga di area rooftop, lantai 3, hingga lantai 2 Masjidil Haram.

Usai salat isya berjamaah, saya akhirnya bisa mendekatkan diri ke pinggir pembatas rooftop. Jarak pandang ke Ka'bah cukup dekat meski terhalang barrier yang berlapis. Kamera HP pun standby untuk menangkap momen bersejarah tersebut.

Sayangnya, setelah sempat mengambil proses awal pergantian kiswah tersebut, semua jemaah di area rooftop diminta mundur. Barrier digeser melebar sehingga jarak pandang ke arah Ka'bah menjadi tidak leluasa. Akan tetapi, para jemaah yang menyesaki area rooftop tak patah arang.

"Dari sini masih cukup kelihatan," kata Aria Dhanu, rekan Media Center Haji (MCH) 2026 dari media televisi nasional, TVRI.

Pengalaman Spiritual yang Mendalam

Menyaksikan secara langsung momen sakral tersebut tentu memberikan pengalaman spiritual tersendiri. Sebelumnya, saya tidak menyangka bisa berada di lokasi dan menyaksikan langsung proses demi proses pelepasan kiswah lama serta menggantinya dengan yang baru.

Sejak sore hari, para petugas dengan seragam khusus tampak mulai bekerja di sekitar bangunan suci berbentuk kubus tersebut. Beberapa di antara mereka, bahkan telah bersiap dan memosisikan diri di atas atap Ka'bah.

Secara perlahan, mereka terlihat melepas jahitan dan tali-tali yang mengikat kiswah lama. Para petugas bekerja dengan penuh penghormatan dan sangat hati-hati. Kiswah lama tak langsung diturunkan, melainkan hanya dibuka pengikat dan jahitannya.

Prosesnya cukup lama. Hingga menjelang tengah malam, kiswah baru secara perlahan ditarik satu per satu, menandai pergantian tahun dalam kalender Hijriah.

Kalimat takbir "Allahu akbar, Allahu akbar" bergema saat kiswah baru mulai dinaikkan, sementara kiswah yang lama diturunkan secara bersamaan di keempat sisi Ka'bah.

Kain sutra hitam pekat yang baru itu ditarik ke atas bagaikan tirai malam yang menyelimuti Baitullah. Sulaman kaligrafi emasnya berkilauan saat tertimpa cahaya. Sulaman kaligrafi ayat-ayat Al-Quran serta ornamen tersebut memang istimewa karena dibuat dari benang berlapis emas dan perak.

Ficer Penggantian Kiswah Kabah

Proses pergantian kiswah Ka'bah di Masjidil Haram bertepatan dengan malam tahun baru Islam 1448 Hijriah, Senin (15/6/2026). Foto: Abdul Aziz/Tirto/MCH 2026.

Salah satu kalimat yang ditulis di kiswah Ka`bah adalah, "Allah Jalla Jalalah, La Ilaha Illaallah, Muhammad Rasulullah."

Saya merinding menyaksikan momen sakral tersebut. Apalagi pergantian kiswah bukan sekadar rutinitas seremonial tahunan, tapi peristiwa yang sarat makna dan spiritual.

Kepala Seksi Bimbingan Ibadah (Bimbad) Daerah Kerja Makkah, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Erti Herlina, mengatakan pergantian kain penutup Ka'bah menjadi simbol pembaharuan spiritual sekaligus penanda lahirnya semangat baru bagi umat Islam.

Menurut Erti, momen pergantian kiswah tersebut memiliki makna ganda, yakni secara spiritual maupun fisik.

"Terkait momen pergantian kiswah di Masjidil Haram pada 1 Muharram ini menjadi simbol bahwa tahun baru Islam dipilih sebagai penanda lahirnya semangat baru dan penyucian diri," kata Erti di Makkah, Senin (15/6/2026).

Erti menambahkan, secara fisik, pergantian Kiswah merupakan langkah krusial untuk menjaga kesucian, kebersihan, dan keindahan penutup Ka'bah dari potensi kerusakan.

Setiap tahun, jutaan jemaah haji dan umrah yang melaksanakan ibadah tawaf menyentuh kain penutup tersebut. Oleh karena itu, pembaruan kain mutlak diperlukan untuk memastikan Baitullah tetap terjaga keindahannya.

"Bayangkan setiap orang memegang kain penutup Ka'bah itu dan dalam satu tahun itu sudah berapa juta yang memegang. Sehingga, ini diperlukan pembaruan atau diganti," kata Erti.

Erti juga menuturkan sejarah singkat terkait perubahan jadwal pergantian kiswah. Sebelumnya, prosesi penggantian kain penutup Ka'bah secara rutin dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah, bertepatan dengan saat jemaah haji sedang melaksanakan wukuf di Arafah.

"Saya pernah mengalami tahun 2018 itu (pergantian Kiswah) pada 9 Dzulhijjah atau Malam Arafah. Raja Salman memutuskan untuk mengganti dari 9 Dzulhijjah menjadi 1 Muharram itu pada 2022 atau 1444 Hijriah," kata Erti.

Perubahan jadwal ini membuat prosesi pergantian kiswah kini dapat disaksikan langsung oleh jutaan orang yang berhaji. Hal itu menciptakan syiar Islam yang jauh lebih masif dan memberikan kesempatan bagi umat untuk menyaksikan langsung prosesi bersejarah tersebut.

Dwi Vera Anggraine salah satunya. Jemaah haji Indonesia dari Kloter BPN 15 ini mengaku sangat bersyukur bisa menyaksikan langsung proses pergantian kiswah ini.

"Senang banget dikasih kesempatan untuk pergantian kiswah," kata Dwi kepada tim Media Center Haji di Masjidil Haram pada malam pergantian kiswah tersebut.

Dwi mengaku datang sejak sore demi melihat momen sakral tersebut. Menurut Dwi, sebelumnya dia hanya melihat di layar kaca, tapi malam itu dia secara langsung menyaksikan prosesnya secara detail di depan mata.

Ficer Penggantian Kiswah Kabah

Momen pergantian kiswah Ka'bah di Masjidil Haram pada malam 1 Muharram pada Senin sore (15/6/2026) hingga Selasa dini hari (15/6/2026). Foto: Tim Media Center Haji (MCH) 2026.

"Tadi sempat dikejar-kejar askar [keamanan yang berjaga di Masjidil Haram], jadi masyaallah banget " kata Dwi mengenang momen-momen saat ia diminta tidak berdiam diri oleh askar.

Perjuangan yang menarik juga dialami Citro Atmoko. Jurnalis Antara yang tergabung dalam Tim MCH 2026 ini berangkat ke Masjidil Haram sejak sore hari. Dia sengaja memakai kain ihram agar bisa mengambil gambar pergantian kiswah di mataf.

Karena proses pergantian kiswah lama dan jemaah tidak boleh berhenti di tempat tawaf, maka Citro memutuskan untuk sambil tawaf sunnah. Namun masalahnya, setelah putaran ketujuh, proses pergantian kiswah belum juga dimulai. Para petugas masih membuka tali dan jahitan kiswah lama.

"Saya akhirnya tawaf hingga lebih dari 50 kali putaran," kata Citro mengenang perjuangan mengabadikan momen pergantian kiswah Ka'bah dari mataf.

Baca juga artikel terkait HAJI 2026 atau tulisan lainnya dari Abdul Aziz

tirto.id - News Plus
Reporter: Abdul Aziz
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Fadrik Aziz Firdausi