Kondisi Gunung Merapi Saat Ini: Ada Hujan Abu Usai Lava Pijar

Oleh: Alexander Haryanto - 11 Januari 2021
Dibaca Normal 3 menit
Kondisi Gunung Merapi saat ini, Senin, 11 Januari 2021 mengeluarkan 19 kali guguran lava pijar.
tirto.id - Aktivitas Gunung Merapi hari ini, Senin, 11 Januari 2021 pada periode pengamatan pukul 00:00 WIB-06:00 WIB mengeluarkan 19 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur mencapai 600 meter. Namun, hingga saat ini, status Gunung Merapi masih dinyatakan Siaga Level 3.

Menurut Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Tekonologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), guguran lava pijar itu meluncur ke arah hulu Kali Krasak.

"Guguran lava pijar teramati 19 kali jarak luncur maksimum 600 meter arah hulu kali Krasak," kata Hanik sebagaimana dikutip Antara, Senin (11/1).

Selama pengamatan itu, BPPTKG juga mencatat 42 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-21 mm selama 10-69 detik, tujuh kali gempa embusan dengan amplitudo 2-3 mm selama 9-17 detik.

Selain itu, 46 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 2-27 mm selama 5-10 detik, dan tujuh kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitido 31-68 mm selama 10-20 detik.

Sementara berdasarkan pengamatan visual, asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 400 meter di atas puncak kawah.


Ada Hujan Abu Usai Lava Pijar

Setelah terjadinya guguran lava pijar di Gunung Merapi, pada Minggu malam, 10 Januari 2021, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta sempat melaporkan adanya hujan abu tipis di sejumlah dusun yang terletak di sisi timur Gunung Merapi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman Makwan pada, Senin pagi melaporkan hujan abu tipis terjadi di sejumlah dusun di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Gunung Merapi di sisi timur setelah terjadi guguran lava pijar pada Minggu (10/1) malam sekitar pukul 22.00 WIB.

Daerah yang terkena hujan abu tipis itu adalah Dusun Kalitengah Lor, Kalitengah Kidul dan Srunen di Kelurahan Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan yang masuk dalam wilayah KRB III Gunung Merapi.

"Selain itu hujan abu juga terjadi di Dusun Singlar, Glagaharjo, Cangkringan," kata dia seperti dilansir Antara.

Makwan memastikan, sampai saat ini BPPTKG Yogyakarta belum menaikan status aktivitas Gunung Merapi dan masih pada level III atau siaga dengan radius jarak aman tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi.

"Radius aman masih pada tiga kilometer, belum ada rekomendasi perluasan radius dari BPPTKG," katanya.

Sementara untuk warga yang tinggal di wilayah yang diharuskan mengungsi, kata Makwan, juga belum ada perubahan, yakni warga kelompok rentan di Dusun Kalitengah Lor, Glagaharjo.

"Warga kelompok rentan di Kalitengah Lor ini telah diungsikan sejak 7 November 2020 di barak pengungsian Glagaharjo setelah BPPTKG menaikan status aktivitas Merapi menjadi level III pada 5 November 2020," katanya.

Menurut dia, jumlah warga yang mengungsi di Glagaharjo mencapai 311 jiwa, dengan rincian: lansia pria 30 dan lansia perempuan 48, dewasa pria 29 dan dewasa perempuan 96, ibu hamil tiga orang, ibu menyusui 14 orang.

"Kemudian disabilitas lansia pria enam orang dan perempuan empat orang, anak laki-laki 26 jiwa dan perempuan 31 jiwa, balita laki-laki satu dan perempuan tiga, bayi laki-laki sembilan dan perempuan lima serta disabilitas dewasa pria lima orang dan perempuan satu orang," ungkap dia.


Aktivitas Gunung Merapi Terbaru

1. Periode pengamatan, Senin (11/1) Pukul 00:00-06:00 WIB


Lokasi Gunung Merapi

Merapi (2968 mdpl),
Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten,
Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah

Meteorologi

Cuaca cerah, berawan, dan mendung. Angin bertiup lemah ke arah timur. Suhu udara 16-21 °C, kelembaban udara 75-95 %, dan tekanan udara 566-685 mmHg.

Visual

● Gunung jelas, kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 400 m di atas puncak kawah.
● Guguran lava pijar teramati 19 kali jarak luncur maksimum 600 meter arah hulu kali Krasak.

Kegempaan

■ Guguran
(Jumlah : 42, Amplitudo : 3-21 mm, Durasi : 10-69 detik)
■ Hembusan
(Jumlah : 7, Amplitudo : 2-3 mm, Durasi : 9-17 detik)
■ Hybrid/Fase Banyak
(Jumlah : 46, Amplitudo : 2-27 mm, S-P : 0.3-0.5 detik, Durasi : 5-10 detik)
■ Vulkanik Dangkal
(Jumlah : 7, Amplitudo : 31-68 mm, Durasi : 10-20 detik)


2. Periode pengamatan, Senin (11/1) Pukul 06:00-12:00 WIB

Meteorologi

Cuaca berawan, mendung, dan hujan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur. Suhu udara 19-23 °C, kelembaban udara 76-84 %, dan tekanan udara 566-686 mmHg. Volume curah hujan 8 mm per hari.

Visual

● Gunung jelas, kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati.
● Guguran teramati 3 kali jarak luncur maksimum 400 meter arah ke hulu kali Krasak, yang terdengar dari Pos Babadan dan Pos Ngepos dengan intensitas suara sedang hingga keras..

Kegempaan

■ Guguran
(Jumlah : 49, Amplitudo : 4-29 mm, Durasi : 8-117 detik)
■ Hembusan
(Jumlah : 9, Amplitudo : 2-8 mm, Durasi : 7-18 detik)
■ Hybrid/Fase Banyak
(Jumlah : 38, Amplitudo : 2-15 mm, S-P : 0.3-0.5 detik, Durasi : 6-9 detik)
■ Vulkanik Dangkal
(Jumlah : 12, Amplitudo : 31-75 mm, Durasi : 10-35 detik)
■ Tektonik Jauh
(Jumlah : 3, Amplitudo : 3-35 mm, S-P : tidak terbaca, Durasi : 51-124 detik)


Kesimpulan

Tingkat Aktivitas Gunung Merapi Level III (Siaga)

Rekomendasi BPPTKG

1.) Prakiraan daerah bahaya meliputi:

A. Provinsi DIY

a. Kabupaten Sleman. Kecamatan Cangkringan: Desa Glagaharjo (Dusun Kalitengah Lor); Desa Kepuharjo (Dusun Kaliadem); Desa Umbulharjo (Dusun Palemsari).

B. Provinsi Jawa Tengah

a. Kabupaten Magelang. Kecamatan Dukun: Desa Ngargomulyo (Dusun Batur Ngisor, Gemer, Ngandong, Karanganyar); Desa Krinjing (Dusun Trayem, Pugeran, Trono); Desa Paten (Babadan 1, Babadan 2)
b. Kabupaten Boyolali. Kecamatan Selo: Desa Tlogolele (Dusun Stabelan, Takeran, Belang); Desa Klakah (Dusun Sumber, Bakalan, Bangunsari, Klakah Nduwur); Desa Jrakah (Dusun Jarak, Sepi)
c.Kabupaten Klaten. Kecamatan Kemalang: Desa Tegal Mulyo (Dusun Pajekan, Canguk, Sumur); Desa Sidorejo (Dusun Petung, Kembangan, Deles); Desa Balerante (Dusun Sambungrejo, Ngipiksari, Gondang)

2.) Penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.

3.) Pelaku wisata agar tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III Gunung Merapi termasuk kegiatan pendakian ke puncak Gunung Merapi.

4.) Pemerintah Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten agar mempersiapkan segala sesuatu yang terkait dengan upaya mitigasi bencana akibat letusan Gunung Merapi yang bisa terjadi setiap saat.

5.) Jika terjadi perubahan aktivitas Gunung Merapi yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.



Baca juga artikel terkait KONDISI GUNUNG MERAPI SAAT INI atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Agung DH
DarkLight