Menuju konten utama

Komnas HAM Identifikasi Pelanggaran HAM terkait Keracunan MBG

Komnas HAM akan menugaskan tim ke sejumlah dapur MBG yang bermasalah sebelum menyusun rekomendasi ke pemerintah.

Komnas HAM Identifikasi Pelanggaran HAM terkait Keracunan MBG
Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (22/9/2025). tirto.id/Nabila Ramadhanty Putri Darmadi.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Anis Hidayah, menyatakan pihaknya tengah mengumpulkan bukti dan informasi terkait fenomena keracunan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Sebenarnya terkait dengan MBG, ini Komnas HAM sedang mengumpulkan fakta dan informasi soal keracunan di berbagai wilayah ya,” kata Anis kepada wartawan di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (29/9/2025).

Apabila proses identifikasi pihaknya menemukan adanya potensi pelanggaran HAM, mereka akan segera menyampaikan hasilnya kepada publik. Katanya, hasil lengkap sekaligus rekomendasi yang akan ditujukan kepada pemerintah akan diumumkan dalam satu hingga dua hari mendatang.

“Jadi dalam satu-dua hari ini nanti akan kami sampaikan kasus-kasusnya itu dan dugaan potensi pelanggaran HAM-nya di mana, lalu rekomendasi kita kepada pemerintah seperti apa, tetapi kami menaruh atensi terkait dengan kasus MBG ini,” ucapnya.

Kemudian, Anis juga mengatakan Komnas HAM akan menugaskan tim ke sejumlah dapur MBG yang bermasalah, salah satunya Kabupaten Bandung Barat. Peninjauan dilakukan guna menyusun rekomendasi untuk pemerintah secara lebih mendalam.

“Nantinya (tim) akan turun ke lapangan untuk menyusun satu rekomendasi yang tentu diharapkan ini bisa memperbaiki tata kelola agar tidak terjadi kasus-kasus di kemudian hari,” jelas Anis.

Pihaknya juga akan membuka kemungkinan untuk tak hanya berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN), namun juga kementerian dan lembaga terkait.

Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) pada sesi jumpa pers di Jakarta, Jumat (26/9), mengumumkan sepanjang periode Januari hingga September 2025, tercatat 70 insiden keamanan pangan, termasuk insiden keracunan, dan 5.914 penerima MBG pun terdampak.

Dari 70 kasus itu, sembilan kasus dengan 1.307 korban ditemukan di wilayah I Sumatera, termasuk di Kabupaten Lebong, Bengkulu, dan Kota Bandar Lampung, Lampung.

Kemudian, di wilayah II Pulau Jawa, ada 41 kasus dengan 3.610 penerima MBG yang terdampak, dan di wilayah III di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Bali, dan Nusa Tenggara ada 20 kasus dengan 997 penerima MBG yang terdampak.

Dari 70 kasus keracunan itu, penyebab utamanya ada kandungan beberapa jenis bakteri yang ditemukan, yaitu E-coli pada air, nasi, tahu, dan ayam.

Kemudian, Staphylococcus aureus pada tempe dan bakso, Salmonella pada ayam, telur, dan sayur, Bacillus cereus pada menu mi, dan Coliform, PB, Klebsiella, Proteus dari air yang terkontaminasi.

Baca juga artikel terkait MAKAN BERGIZI GRATIS atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Bayu Septianto