tirto.id - Ketua Komisi X DPR, Hetifah Sjaifudian, berharap agar pelatih tim nasional (Timnas) pengganti Patrick Kluivert tak hanya berfokus pada urusan taktik bermain di lapangan. Dia menyebut pentingnya pengembangan pemain muda, konsistensi performa, hingga karakter permainan yang jelas untuk timnas ke depannya.
"Harapan kami, Pelatih Timnas ke depan diharapkan mampu membentuk tim yang solid, disiplin, dan memiliki karakter permainan jelas. Fokusnya bukan hanya pada taktik, tetapi juga pengembangan pemain muda dan konsistensi performa di semua level," ujar Hetifah saat dihubungi, dikutip Minggu (19/10/2025).
Hetifah juga menyoroti pentingnya pendekatan modern dalam sepak bola Indonesia. Politikus Partai Golkar ini berharap pelatih baru mampu memanfaatkan potensi berbasis analisis data dalam pembinaan tim, serta menerapkan filosofi bermain yang konsisten dari level junior hingga senior.
Selain itu, dia juga meminta agar pelatih nasional yang baru bisa menjalin sinergi yang erat dengan klub dan akademi. Kata Hetifah, Timnas diharapkan dapat menjadi tim yang disegani di Asia maupun di dunia.
"Selain itu, pelatih perlu membangun sinergi dengan klub dan akademi agar regenerasi berjalan baik. Harapannya, Timnas dapat berprestasi berkelanjutan dan menjadi kekuatan yang disegani di Asia maupun dunia," katanya.
Diberitakan sebelumnya, PSSI dan Tim Kepelatihan Timnas Indonesia resmi mengakhiri kesepakatan kerja sama dengan Patrick. Sebelumnya, Patrick Kluivert dan jajaran stafnya terikat kontrak dengan PSSI selama 2 tahun atau hingga 2027 mendatang.
Dikutip dari laman resmi PSSI, penghentian kerja sama lebih awal ini dilakukan melalui mekanisme mutual termination dan sudah disetujui serta ditandatangani oleh kedua belah pihak.
Pertimbangan mengakhiri kesepakatan lebih cepat antara lain karena faktor dinamika internal dan arah strategis pembinaan tim nasional ke depan. Seperti diketahui, Timnas Indonesia baru saja tersingkir dari persaingan menuju Piala Dunia 2026.
Di sisi lain, pemerintah, juga bakal segera mencari pengganti Patrick Kluivert untuk posisi pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, mengatakan alasan pemecatan Patrick disebabkan karena pelatih itu tidak berhasil membawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026. Prasetyo mengaku hal tersebut menjadi evaluasi Pemerintah Pusat.
"Kami, pemerintah, penyambut baik keputusan dari PSSI untuk memberhentikan pelatih Patrick Kluivert dan kemudian untuk sesegera mungkin bisa mencari penggantinya," ucapnya dalam keterangan video menanggapi terkait pemecatan Patrick Kluivert pada Kamis (16/10/2025).
Di satu sisi, politikus Partai Gerindra ini mengingatkan masyarakat Indonesia agar tidak patah semangat imbas tak berhasilnya Timnas Indonesia melaju ke Piala Dunia 2026.
"Bagaimanapun kita tidak boleh patah arang, kita harus terus yakin, terus berusaha untuk memperbaiki kualitas tim nasional kita sehingga diharapkan pada saatnya nanti apa yang menjadi mimpi dari 287 juta rakyat Indonesia untuk Timnas kita bisa berlaga di kancah Piala Dunia dapat terwujud," urai Prasetyo.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id
































