tirto.id - Mengapa tur Lionel Messi di Stadion Salt Lake, Kolkata, India pada Sabtu (13/12/2025) berujung ricuh? Ribuan penggemar La Pulga yang dikabarkan mengeluarkan uang sebesar 12.000 rupee atau sekitar Rp2.204.500, hanya bisa menonton bintang internasional Argentina itu selama 20 menit. Bagaimana kronologinya dan apa penyebab kerusuhan itu?
Lionel Messi datang ke India dalam tur yang berlabel GOAT Tour 2025. Sedianya, La Pulga akan mendatangi 4 kota di negara tersebut, yaitu Kolkata, Hyderabad, Mumbai, dan New Delhi.
Agenda Lionel Messi di India sudah dimulai sejak Sabtu (13/12). Sepanjang hari tersebut, ia memiliki banyak agenda di Kolkata sejak pukul 09.30 waktu setempat hingga bertolak ke Hyderabad pukul 14.00. Berikutnya, pada Minggu (14/12), La Pulga mengunjungi Mumbai sebelum tiba di New Delhi pada keesokan harinya, Senin (15/12).
Event yang terjadi di Stadion Salt Lake, Kolkata, dijadwalkan berlangsung Sabtu (13/12) sejak pukul 12.00 hingga 12.30 waktu setempat. Waktu yang singkat inilah, di samping faktor-faktor lain, yang memicu kegeraman fans yang sudah memadati venue tersebut.
Kenapa Tur Messi di India Rusuh? Ini Penjelasan Lengkap & Kronologinya
Tur Lionel Messi di Kolkata pada Sabtu (13/12) dimulai dengan peresmian patung dirinya sendiri setinggi 21 meter. Dikutip dari BBC, La Pulga tidak hadir secara langsung dalam peresmian ini, melainkan secara virtual dengan alasan keamanan.
Berikutnya, saat di Stadion Salt Lake, Messi yang datang bersama Rodrigo De Paul dan Luis Suarez, tampak melambaikan tangan kepada fans yang memadati venue. Bagi penggemar La Pulga di kota tersebut, kedatangan Messi tergolong istimewa.
Mereka rela merogoh kocek lebih dalam untuk menyaksikan langsung Messi. Selama La Pulga di stadion, fans bersorak menyambutnya, lengkap dengan jersey dan merchandise lain yang identik dengan sang GOAT.

Namun, seiring dengan langkah Messi keluar stadion, banyak penggemar yang frustrasi. Mereka berupaya menyerbu ke dalam lapangan. Tidak sedikit yang merusak papan reklame dan properti stadion, sedangkan yang lain melemparkan kursi plastik hingga botol air.
Sesuai jadwal, waktu Messi untuk berada di Stadion Salt Lake memang singkat. Namun, fans tidak memperkirakan bahwa La Pulga memang hanya berada di stadion dalam waktu 20 menit saja. Yang membuat fans lebih geram adalah tindakan para pesohor yang mengelilingi Messi. Di samping itu, Messi masuk lapangan di tengah pengawalan ketat.
Saat Messi berada di lapangan, ia tidak dapat menyapa penonton secara leluasa. Ia segera dikelilingi oleh puluhan pejabat pemerintah daerah, politisi, selebritas lokal, dan anggota keluarga mereka. Rombongan VVIP ini membentuk "kerumunan". Tindakan inilah yang menghalangi pandangan ribuan penggemar. Padahal, mereka telah membayar tiket mahal di tribun.
Fans yang merasa tertipu dan tidak mendapatkan pengalaman yang sepadan dengan pengorbanan finansial dan emosional mereka, lantas meluapkan amarah dengan kericuhan dan vandalisme.
Amarah fans tersebut menunjukkan bahwa penyelenggara acara tidak mampu mengantisipasi dan mengendalikan situasi di lapangan. Faktor harga tiket dan pengalaman yang tidak sebanding juga jadi pemicu amuk penggemar.
Terkait hal ini, Ketua Menteri Bengal Barat, Mamata Banerjee, menyatakan keterkejutan dan merasa terganggu atas "kekacauan manajemen" yang terjadi di Stadion Salt Lake.
Ia secara terbuka menyampaikan permintaan maaf kepada Lionel Messi dan seluruh penggemar olahraga. Lebih lanjut, sebuah komite investigasi telah dibentuk untuk menyelidiki insiden tersebut secara menyeluruh.
"Komite [penyelidikan] akan melakukan penyelidikan terperinci atas insiden tersebut, menetapkan tanggung jawab, dan merekomendasikan langkah-langkah untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang," tulis Banerjee melalui akunnya di X.
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id





























