Menuju konten utama

Kenapa Ray Dalio Batal Gabung Danantara Sebagai Penasihat?

BPI Danantara sebelumnya menyebut nama Ray Dalio sebagai salah satu dewan penasihat Danantara. Namun kabar terbaru menyebut Ray batal gabung Danantara.

Kenapa Ray Dalio Batal Gabung Danantara Sebagai Penasihat?
Ray Dalio, Pendiri Bridgewater Associates, berpidato di Festival Future of Everything yang diselenggarakan The Wall Street Journal di New York City, AS, 22 Mei 2024. REUTERS/Andrew Kelly

tirto.id - Kabar terbaru datang dari Danantara, Ray Dalio, founder dari Bridgewater Associates batal bergabung sebagai dewan penasihat Danantara. Ada apa?

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) sebelumnya mengumumkan struktur kepengurusan Danantara pada 24 Maret lalu. Pada kesempatan itu, nama Ray Dalio masuk dalam jajaran dewan penasihat Danantara.

Selain Ray Dalio ada nama Helman Sitohang (mantan CEO Credit Suisse Asia Pasifik), Jeffrey Sachs (ekonom AS yang menjadi profesor di Columbia University), F. Chapman Taylor (ahli investasi yang pernah berkarier di Capital Group), dan Thaksin Shinawatra (mantan Perdana Menteri Thailand) yang juga menduduki jabatan sebagai dewan penasihat Danantara.

Kenapa Ray Dalio Batal Gabung Danantara Sebagai Penasihat?

Seperti diberitakan Bloomberg, kabar mengenai batal bergabungnya Ray Dalio ke jajaran dewan penasihat Danantara ini diungkap oleh seorang sumber yang tidak ingin dibocorkan identitasnya.

Sayangnya sumber itu tidak menyebut alasan Ray Dalio memilih untuk tidak menjadi bagian dari kepengurusan Danantara. Ia hanya mengatakan jika Ray Dalio tidak menjadi penasihat Danantara.

Tentu saja kabar terbaru ini mulai dikait-kaitkan dengan pernyataan dari Danantara baru-baru ini yang tidak lagi menyebut nama Ray Dalio sebagai dewan penasihat Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia itu lagi.

Investasi Danantara Sejauh Ini

BPI Danantara yang dibentuk untuk melakukan pengelolaan aset negara dan perusahaan milik negara (BUMN) untuk investasi strategis itu mulai melakukan pergerakan sejak diresmikan pada 24 Februari 2025.

Kedatangan Bill Gates di Indonesia beberapa waktu yang lalu dimanfaatkan pengurus Danantara untuk menawarkan kolaborasi dan kerja sama.

"Kolaborasi itu sudah kita bicarakan dengan Gates Foundation kemarin, untuk mereka juga bersama-sama menaruh dana juga bersama-sama dengan kami, dan kita pun juga menawarkan membuka kolaborasi dengan kami di dalam Danantara Trust Fund ini," jelas Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani dikutip laman resmi Kementerian Sekretariat Negara RI (7/5/2025).

Tak hanya menawarkan kolaborasi, pemerintah Indonesia juga menawarkan posisi dewan penasihat Danantara pada Bill Gates. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Selain kerja sama dengan Bill Gates, BPI Danantara juga telah mencapai kesepakatan investasi dengan perusahaan-perusahaan China.

"Wah banyak, tapi yang paling depan itu mungkin ada tiga atau empat, saya ga bisa sebut nama-namanya," ujar Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir dikutip Antara (25/5/2025.

"Jadi per hari ini China yang advance, kita belajar langsung aja dari China. Tapi nantinya Insya Allah bisa juga kita jadi salah satu leadernya," lanjutnya.

Baca juga artikel terkait HOLDING BUMN atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra