tirto.id - Kenapa Neymar tidak main di Piala Dunia 2026? Sang nomor 10 Brasil absen ketika Selecao bermain imbang 1-1 lawan Maroko. Namanya juga tidak masuk dalam starting XI pilihan Carlo Ancelotti dalam laga kontra Haiti pada Sabtu (20/6) di Lincoln Financial Field. Mungkinkah Brasil lolos 32 besar tanpa Neymar?
Neymar merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa Timnas Brasil dengan 79 gol. Namun, kepastian mantan bintang Barcelona dan PSG itu masuk skuad Carlo Ancelotti di Piala Dunia edisi ke-23 bahkan harus menunggu saat-saat terakhir. Kini, dalam 2 laga awal Selecao di Grup C, Neymar tidak dipasang.
Saat Brasil bermain imbang 1-1 melawan Maroko di laga pembuka Grup C, Ancelotti memasang formasi 4-2-3-1 dengan Raphihna, Lucas Paqueta, dan Vinicius Junior sebagai trio di belakang Igor Thiago. Hasilnya, cuma 1 gol yang bisa dibuat oleh Selecao.
Kali ini, saat lawan Haiti yang merupakan tim terlemah di grup sekalipun, nama Neymar juga tidak ada. Pilihan Ancelotti lagi-lagi dijatuhkan pada Raphinha, Lucas Paqueta, dan Vinicius Junior sebagai gelandang serang. Bedanya, kali ini Matheus Cunha yang diletakkan di posisi nomor 9.
Lantas, apa yang sebenarnya terjadi pada Neymar hingga ia bahkan tidak masuk dalam daftar pemain cadangan Brasil baik saat melawan Maroko maupun Haiti?
Kenapa Neymar Tidak Main di Brasil vs Haiti Piala Dunia 2026?
Neymar terpaksa menepi dari lapangan hijau akibat cedera betis tingkat dua yang dideritanya sejak satu bulan lalu. Awalnya, tim medis Brasil memprediksi bahwa mantan pemain Barcelona dan PSG ini hanya membutuhkan waktu pemulihan selama dua hingga tiga minggu.
Namun, proses pemulihan ternyata berjalan lebih lambat dari perkiraan semula. Meski sempat terlihat duduk di bangku cadangan saat laga kontra Maroko, kondisi fisik Neymar dinilai belum siap alias tidak masuk kategori match-fit untuk menjalani laga selevel Piala Dunia.
Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) mengonfirmasi bahwa Neymar tidak akan dibawa ke stadion dan tetap tinggal di markas latihan tim untuk fokus pada pemulihan.
"Ia [Neymar] akan tetap berada di New Jersey untuk mengoptimalkan fase akhir dari proses pemulihannya, dengan memanfaatkan fasilitas luar biasa di The Ridge Hotel dan Columbia Park Training Center," rilis resmi CBF dikutip dari ESPN.
Pelatih Carlo Ancelotti mengungkapkan bahwa Neymar terus berjuang keras mempercepat proses pemulihan. Namun, laporan internal tim menyebutkan bahwa sang penyerang berusia 34 tahun itu juga diragukan tampil dalam laga pemungkas grup melawan Skotlandia pada 24 Juni.
Apa Brasil Bisa Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026 Tanpa Neymar?
Kehilangan Neymar secara tidak langsung berpengaruh pada mental Brasil. Memang, sang pemain sudah lama absen dari Selecao. Terakhir kali inia berlaga untuk tim Samba adalah pada Oktober 2023 dalam kualifikasi Piala Dunia Zona CONMEBOL lawan Uruguay. Namun, jika Neymar ada, kualitasnya dapat berpengaruh untuk Brasil.
Saat Brasil menghadapi Maroko di laga pertama Grup C, koordinasi lini serang Selecao tampak tidak menggigit dan kerap kehilangan arah. Lucas Paqueta, Vinicius Junior, dan Raphinha tidak menunjukkan kualitas mereka. Ini juga terpengaruh oleh faktor lain, seperti tidak optimalnya Casemiro dan Bruno Guimaraes sebagai pivot ganda, juga Igor Thiago sebagai pilihan di nomor 9 (penyerang tunggal).
Saat lawan Maroko, Vinicius Junior mendapatkan rapor 7,1. Sementara itu, Paqueta 7,0 dan Raphinha 6,7. Igor Thiago bahkan hanya 6,3. Selain itu, Ancelotti mencopot Paqueta dan Igor Thiago ketika laga berjalan 1 jam.
Dengan 1 angka saat melawan Maroko, Brasil butuh kemenangan saat jumpa Haiti dan Skotlandia. Di atas kertas, Selecao dapat melakukan hal tersebut. Namun, tantangan datang untuk lini depan Brasil yang minus Neymar. Laga kontra Haiti akan jadi pembuktiannya.
Ikuti kabar terbaru seputar Piala Dunia 2026 dari Tirto.id dengan cara klik tautan ini.
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id


































