tirto.id - Kasus pembunuhan pegawai Badan Pusat Statistik (BPS), Halmahera Timur, Maluku Utara, Karya Listiyanti Pertiwi alias Tiwi atau KLP menjadi viral. Di media sosial tagar #JusticeForTiwi menjadi aksi netizen untuk mengawal penyelidikan kasus ini.
Karya Listiyanti Pertiwi yang akrab disapa Tiwi ditemukan tewas di rumah dinasnya di Desa Soagimalaha, Kecamatan Kota Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara. Diperkirakan Tiwi telah meninggal dunia 10 hari sejak ditemukan.
Setelah diselidiki, diketahui Aditya Hanafi, rekan sekantor Tiwi yang juga suami dari teman Tiwi yang tinggal di rumah dinas yang sama lah yang dicurigai telah membunuh Tiwi.
Kenapa Justice for Tiwi Viral & Fakta-fakta Terbaru Kasusnya
Justice for Tiwi menjadi viral di media sosial khususnya Twitter. Hastag ini digunakan oleh teman-teman dan rekan kerja Tiwi yang tidak terima jika pembunuh Tiwi mendapatkan hukuman yang tidak setimpal.
Rekan-rekan kerja Tiwi mengaku jika Tiwi adalah sosok yang baik dan suka membantu. Tidak hanya di dunia kerja, Tiwi juga dikenal baik oleh tetangganya di lingkungan rumah dinasnya. Mereka merasa amat kehilangan dan terpukul ketika Tiwi ditemukan meninggal dunia.
Berikut fakta-fakta terbaru terkait kasus pembunuhan Tiwi, pegawai BPS Halmahera Timur:
1. Polisi menyelidiki keterlibatan Almira, istri Hanafi yang juga teman serumah Tiwi
Aparat Polsek Maba Selatan memanggil Almira, teman serumah Tiwi yang sudah resmi menjadi istri Hanafi pada 27 Juli kemarin. Polisi menyelidiki keterlibatan Almira mengingat Hanafi mempunyai akses ke rumah dinas Almira dan Tiwi.2. Polisi langsung datangi Almira di Ternate untuk lakukan pemeriksaan
Setelah tujuh kali dipanggil dan tidak pernah datang, polisi dari Polsek Maba Selatan akan mendatangi Ternate, tempat tinggal Almira dan keluarganya. Pemeriksaan terhadap Almira dilakukan di Ternate langsung."Kami langsung ke Ternate, kita langsung pemeriksaan di Ternate malam ini juga," ujar Kapolsek Maba Selatan, Ipda Habiem Ramadya.
3. Proses rekonstruksi berlangsung ricuh
Polisi menggelar rekonstruksi pembunuhan Tiwi di rumah dinasnya pada Jumat, 8 Agustus kemarin. Saat melakukan rekonstruksi, polisi kewalahan karena proses berlangsung ricuh. Warga yang amat mencintai Tiwi mencoba untuk melihat dari dekat bagaimana tersangka melakukan aksinya.4. Hanafi diduga membunuh Tiwi hanya karena korban tidak mau meminjamkan uang untuk judol
Aditya Hanafi pertama meminjam uang pada Tiwi sebesar Rp30 juta, namun ditolak oleh Tiwi. Tak terima tidak dipinjami uang, Hanafi lantas diduga gelap mata dan membunuh Tiwi. Uang yang diminta Hanafi disebut akan digunakannya untuk judol atau judi online."Pada saat uang dari pinjaman itu cair dia lakukan deposit untuk bermain judi. Sekitar Rp130 juta lebih itu rata satu malam, satu malam habis dia untuk main judi. Jadi sisa rekeningnya kan tinggal nol nih, sedangkan dia udah mau nikah nih kan," papar Ipda Habiem.
"Ya karena dia enggak mau pinjam-pinjamin, jadi akhirnya dia lakukan lah tindakan kejinya itu. Di dalam situ pun dia itu sudah berada di rumahnya korban dan calon istrinya dari tanggal 16 sampai 17 (Juli)," terangnya lagi.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id




























