tirto.id - Rencana kenaikan tarif Transjakarta harus berbasis peningkatan pelayanan. Hal ini dikatakan Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Wa Ode Herlina.
Menurut Wa Ode, kenaikan tarif Transjakarta perlu dibarengi dengan komitmen peningkatan layanan agar sepadan dengan biaya yang dikeluarkan masyarakat.
"Pelayanan terpenting harus terus diperbaiki. Utama sekali adalah jarak kedatangan antar bis (headway), mencegah berdesakan di halte yang sempit," kata Wa Ode, dalam keterangannya, Rabu (19/11/2025).
Politisi PDI Perjuangan ini menyatakan kenaikan tarif juga perlu diimbangi dengan perluasan wilayah layanan dan penambahan armada.
"Hal ini untuk menampung animo warga yang ingin pindah ke transportation massal, khususnya Transjakarta," ucap Wa Ode.
Terkait angka kenaikan tarif, Pemprov DKI Jakarta dan Transjakarta harus benar-benar menghitung daya beli masyarakat agar tidak memberatkan.
"Utamanya, hitung daya beli masyarakat yang belum naik. Naik jadi 5.000, menurut saya masih terjangkau," terang dia.
DPRD DKI Jakarta, lanjut dia, terus mengawal segala proses kajian kenaikan tarif Transjakarta agar sesuai dengan kemampuan masyarakat.
"DPRD terlibat melalui penentuan anggaran APBD. Semua Dewan sudah sepakat, jadikan kemampuan warga bayar, jadi patokan kenaikan tarif," tegas dia.
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id


































