Menuju konten utama

Kementrans Target 2.000 KK Ikut Program Transmigrasi Tahun 2025

Viva mengatakan, target 2.000 KK yang akan diberangkatkan ikut program transmigrasi mayoritas berasal dari 7.000 KK yang mau transmigrasi pada 2024 lalu.

Kementrans Target 2.000 KK Ikut Program Transmigrasi Tahun 2025
Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Amanat Nasional (PAN), Viva Yoga Mauladi, seusai menghadiri Musyawarah Wilayah (Muswil) VI PAN di Denpasar, Jumat (16/05/2025). Tirto.id/Sandra Gisela

tirto.id - Kementerian Transmigrasi (Kementras) menargetkan sekitar 2.000 kepala keluarga (KK) ikut program transmigrasi pada tahun 2025. Pemberangkatan 2.000 KK tersebut merupakan bagian dari 7.000 KK yang berniat ikut program transmigrasi 2024.

Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, menuturkan, Kementrans mencatat 7.000 KK berniat ikut program transmigrasi 2024. Mayoritas transmigran yang ikut program tersebut berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat, Banten, dan Bali. Namun, Kementrans belum memberangkatkan semua.

"Ada banyak permintaan (di tahun 2024). Namun, karena anggarannya terbatas, kita hanya mampu memberangkatkan 130 kepala keluarga," kata Viva seusai menghadiri Musyawarah Wilayah (Muswil) VI PAN di Denpasar, Jumat (16/05/2025).

Oleh sebab itu, Kementrans tengah mengusahakan penambahan jumlah KK yang mampu berangkat transmigrasi melalui anggaran biaya tambahan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Saat ini, Viva mengeklaim Kementrans sedang menunggu keluarnya pagu indikatif (pagu anggaran awal kementerian) tahun 2025 dari Kemenkeu.

"Kita akan memberangkatkan kira-kira sekitar 2 ribu kepala keluarga. Minimal 2 ribu (di tahun 2025)," tambahnya.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan transmigrasi tersebut, Kementrans akan menggunakan anggaran biaya tambahan (ABT) tahun 2025 sebesar Rp 2,388 triliun.

Terdapat 419 kawasan transmigrasi di seluruh wilayah Indonesia yang dapat menjadi destinasi para transmigran. Namun, menurut Kementrans, terdapat 45 kawasan transmigrasi yang menjadi daerah prioritas untuk pembinaan dan pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan ekonomi.

Kementrans juga akan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengidentifikasi kawasan mana yang sudah menyediakan lahan untuk proses transmigrasi.

"Yang sudah masuk dan sudah bertemu adalah dengan Kabupaten Halmahera Selatan dan Kabupaten Siak. Kalau di Halmahera Selatan itu kira-kira membutuhkan 500 KK, di Siak membutuhkan 300 KK," jelas Viva.

Selain Kabupaten Halmahera Selatan dan Kabupaten Siak, beberapa kabupaten yang lain juga telah menunjukkan antusiasme. Namun, Viva tidak merinci kabupaten mana yang punya minat menjadi daerah destinasi transmigran tersebut.

Viva mengeklaim, proses transmigrasi yang dilakukan sejak zaman Orde Lama telah menghasilkan desa definitif sebanyak 1.567 desa. Bahkan 3 provinsi teranyar, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, dan Papua Selatan, dinilai merupakan contoh produk dari program transmigrasi.

"Bayangkan kalau sekarang ada pemerintah daerah yang menginginkan adanya calon transmigran. Ini berarti akan membuka lahan baru untuk menciptakan tumbuhnya perekonomian dan aktivitas ekonomi di kabupatennya," tutupnya.

Baca juga artikel terkait TRANSMIGRASI atau tulisan lainnya dari Sandra Gisela

tirto.id - Flash News
Kontributor: Sandra Gisela
Penulis: Sandra Gisela
Editor: Andrian Pratama Taher