tirto.id - Kementerian Sosial RI, lewat Sentra Wyata Guna Bandung, menyerahkan 30 mushaf Al-Qur’an Braille kepada peserta penyandang disabilitas netra yang mengikuti Pekan Tilawatil Qur’an (PTQ) ke-55 tahun 2026. Acara tersebut dilaksanakan secara nasional oleh LPP RRI.
Bantuan tersebut merupakan perwujudan dari komitmen Kementerian Sosial untuk menjamin hak akses keagamaan bagi penyandang disabilitas yang setara. Langkah tersebut juga selaras dengan tugas Kemensos dalam memajukan inklusi sosial melalui layanan rehabilitasi yang ramah disabilitas, adaptif, dan berkelanjutan.
PTQ ke-55 yang mengusung tema “Memperkuat Generasi Muda Qur’ani di Era Digital, Wujudkan Indonesia Emas 2045” tersebut berlangsung di bulan Ramadhan yang menjadi momen istimewa untuk memperdalam keimanan sekaligus membentuk karakter generasi muda yang berakhlak mulia.
Direktur Utama LPP RRI, I Hendrasmo, menekankan pentingnya Al-Qur’an sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda di era digital.
“Nilai-nilai Al-Qur’an harus menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan digital tetapi juga kuat secara moral, spiritual, dan berakhlak kemuliaan,” katanya.
Penyerahan mushaf braille ini diharapkan tak hanya membantu peserta selama lomba, namun juga menjadi alat belajar berkelanjutan di keluarga dan komunitas mereka.
Salah satu peserta, Arianur, qari asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterimanya.
“Alhamdulillah, luar biasa sangat senang mendapatkan Al-Qur’an Braille karena ini sangat bermanfaat bagi kami para disabilitas netra. Saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia,” ungkapnya penuh haru.
Arianur juga menambahkan bahwa mushaf tersebut akan sangat membantu dalam membaca dan mengamalkan Al-Qur’an setiap hari. Baginya, Al-Qur’an harus selalu dekat dalam aktivitas keseharian. Mushaf yang baru diterimanya menjadi penyemangat untuk semakin tekun belajar dan memperdalam pemahaman di rumah. Ia berharap bantuan ini menjadi amal jariyah bagi para pemberi serta mendatangkan berkah bagi semua pihak.
Pada PTQ ke-55 ini, Arianur berhasil menyabet Juara 1 kategori Tartil Sensorik Netra. Prestasi ini menambah deretan capaiannya sebelumnya yang menjadi Juara 2 di PTQ ke-52 di Aceh pada 2022 dan Juara 3 di PTQ ke-54 yang dilaksanakan di Yogyakarta pada 2024 silam.
Capaian yang diraih Arianur menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi. Melalui dukungan aksesibilitas seperti penyediaan Al-Qur’an Braille, Kemensos terus memperluas ruang partisipasi penyandang disabilitas dalam berbagai bidang, termasuk keagamaan, sebagai bagian dari upaya mewujudkan masyarakat yang inklusif dan berkeadilan sosial.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id





























