Menuju konten utama

Gus Ipul Ungkap Spirit Al-Qur'an dalam Program Sekolah Rakyat

Gus Ipul menjelaskan keselarasan Program Sekolah Rakyat dengan nilai-nilai Al-Qur'an saat menghadiri acara buka bersama dengan para siswa.

Gus Ipul Ungkap Spirit Al-Qur'an dalam Program Sekolah Rakyat
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dengan para tamu undangan dalam acara buka puasa bersama para siswa dan guru Sekolah Rakyat di ICE BSD, Kota Tangerang, Banten, Jumat (27/2/2026). FOTO/dok.Kemensos

tirto.id - Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar program pendidikan gratis. Salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut juga mengusung semangat yang sejalan dengan nilai-nilai Al-Qur'an.

Gus Ipul menyampaikan hal ini saat menghadiri acara buka puasa bersama murid dan guru Sekolah Rakyat di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, pada Jumat (27/2/2026). Selain para guru dan murid Sekolah Rakyat, acara buka puasa bersama ini juga dihadiri jajaran pejabat Kemensos.

Acara buka puasa bersama dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Fahrur Roji. Murid SRMA 33 Tangerang Selatan tersebut membacakan Surat An Nisa ayat 8-10 dengan khidmat dan suara merdu.

Kemudian, saat menyampaikan pidato sambutan, Gus Ipul menerangkan bahwa Program Sekolah Rakyat diselenggarakan untuk memastikan penerus bangsa Indonesia tidak menjadi generasi yang lemah. Tujuan ini selaras dengan pesan dalam Al-Qur'an surat An Nisa ayat 8-10 yang sebelumnya dibacakan oleh Fahrur Roji.

"Tadi diingatkan adik kita yang baca tilawah. Takutlah kita jangan sampai tinggalkan generasi yang lemah. Siswa-siswa Sekolah Rakyat adalah bagian anak bangsa ini yang harus disiapkan jadi generasi tangguh pintar berkarakter dan memiliki keterampilan," kata Gus Ipul.

Dalam acara yang sama, sejumlah murid Sekolah Rakyat tampil di depan hadirin dengan mementaskan tarian daerah, pidato tiga bahasa asing, pembacaan puisi, hingga paduan suara. Penampilan mereka memukau para tamu, tidak terkecuali Gus Ipul.

Menurut Gus Ipul, penampilan para murid itu menjadi salah satu bukti perubahan nyata yang terjadi hanya setelah beberapa bulan mereka belajar di Sekolah Rakyat. Tidak hanya percaya diri dan kreatif, mereka juga tampak lebih sehat berkat asupan gizi yang memadai sekaligus makin disiplin dan berkarakter.

"Kita syukuri bersama sekarang jadi percaya diri dan tidak ragu-ragu lagi, dan yang paling penting anak-anak kita ini tampak optimis dalam menghadapi masa depan," ujarnya.

Dia menegaskan, Program Sekolah Rakyat menjadi wujud kehadiran Negara dalam "menjaga warganya yang di atas, memfasilitasi yang di tengah, dan membela yang di bawah." Sekolah Rakyat menjadi bentuk pembelaan Negara terhadap warga dari strata terbawah.

"Semoga penyelenggaraan Sekolah Rakyat ke depan semakin baik sehingga anak-anak kita jadi generasi tangguh sebagaimana harapan Presiden," lanjut dia.

Menumbuhkan Toleransi di Sekolah Rakyat

Di acara yang sama, Gus Ipul juga menyerukan agar toleransi di antara umat beragama yang berbeda di lingkungan Sekolah Rakyat terus dijaga dan diperkuat oleh semua pihak. Momentum bulan Ramadhan merupakan momentum yang tepat untuk menegaskan semangat toleransi itu.

Dia menilai budaya toleransi telah berkembang dengan baik di Sekolah Rakyat. Gus Ipul mengaku menyaksikan sendiri kerukunan para siswa muslim dengan teman non-muslim di banyak sekolah.

"Di sana ada pendidikan toleransi luar biasa yang saya saksikan, dan juga semangat kebersamaan," kata Gus Ipul.

"Ini yang harus kita jaga dan kenbangkan agar toleransi jadi pembelajaran di Sekolah Rakyat, dan kita sekuat hati dan tenaga cegah bullying serta kekerasan fisik dan seksual," tambahnya.

Untuk memperlihatkan bukti toleransi di Sekolah Rakyat, Gus Ipul secara spontan mengajak guru non-muslim tampil di atas panggung membawakan lagu religi saat acara buka puasa bersama di ICE BSD.

Ajakan tersebut langsung disambut oleh Guru SRT 76 Mimika Papua Tengah, Ritha Christin Nara yang menganut agama Kristen. Ritha membawakan lagu Deen Assalam dengan penuh penghayatan di depan para hadirin.

Sekolah Rakyat sebagai Solusi Masalah Kemiskinan

Sebagai program unggulan Presiden Prabowo, Sekolah Rakyat hadir dengan menyediakan akses pendidikan tanpa biaya untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, yang dijaring berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Sekolah Rakyat sekaligus diarahkan menjadi bagian dari skema pengentasan kemiskinan terpadu. Pelaksanaannya didukung berbagai program prioritas lain seperti Cek Kesehatan Gratis, Makan Bergizi Gratis, jaminan kesehatan PBI-JKN, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, hingga Program Tiga Juta Rumah yang bisa diakses oleh keluarga murid.

Keluarga peserta didik Sekolah Rakyat juga mendapatkan bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan, sembako, serta ATENSI. Tak hanya itu, orang tua murid pun dilibatkan sebagai peserta Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi agar taraf hidupnya membaik.

Dari segi pendidikan, Sekolah Rakyat membekali para murid dengan pengetahuan akademik dan pembentukan karakter. Keterampilan para peserta didik pun diasah dengan berbasis pada data DNA Talent Mapping.

Guna mendukung masa depan lulusan program ini, Kementerian Sosial sudah menyiapkan skema hilirisasi. Para murid Sekolah Rakyat diarahkan mengembangkan diri sesuai minatnya, baik melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi maupun bekerja sesuai keterampilan dan keahlian.

Sejauh ini, Kementerian Sosial telah memfasilitasi pembentukan 166 Sekolah Rakyat rintisan yang menampung 15.945 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA dengan didukung oleh 2.218 guru serta 4.889 tenaga kependidikan. Sekolah-sekolah itu kini tersebar di Sumatra (35 titik), Jawa 70 (titik), Bali dan Nusa Tenggara (7 titik), Kalimantan (13 titik), Sulawesi (28 titik), Maluku 7 (titik), dan Papua (6 titik).

Untuk sementara waktu, 166 Sekolah Rakyat rintisan masih memanfaatkan fasilitas milik Kementerian Sosial, Balai Latihan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan, dan aset pemerintah daerah. Ke depan, pemerintah akan membangun gedung permanen untuk Sekolah Rakyat. Kementerian Pekerjaan Umum akan memulai pembangunan 104 gedung Sekolah Rakyat pada 2026.

Pemerintah menargetkan akan membentuk 500 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia. Tiap sekolah itu dirancang mampu menampung 1.000 siswa.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis