tirto.id - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menekankan petugas hubungan masyarakat (humas) Sekolah Rakyat harus mampu mendistribusikan informasi kepada publik secara cepat, akurat, sekaligus bisa dipertanggungjawabkan.
Dia mengingatkan, tugas humas Sekolah Rakyat tidak sekadar menyusun rilis (siaran pers) atau mempublikasikan kegiatan pimpinan di media sosial. Lebih dari itu, humas Sekolah Rakyat harus bisa memahami kebutuhan masyarakat sebelum menyebarkan informasi.
"Jadi ingat, jangan berpikir hari ini mau mempublikasikan apa, tapi apa yang perlu diketahui oleh masyarakat. Tentu ini berbeda sekali," kata Gus Ipul saat membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM Pengelola Kehumasan Sekolah Rakyat di Harris Hotel and Convention, Kabupaten Bogor, Rabu (19/8/2026).
Gus Ipul menegaskan, petugas humas harus mampu mengenali situasi di lapangan serta apa yang dirasakan oleh masyarakat. Setelah itu, berusaha memberi penjelasan dengan penyampaian yang mudah dipahami.
"Ingat, humas adalah mata, telinga, sekaligus suara lembaga. Mata, melihat apa yang terjadi di lapangan, telinga, mendengar apa yang dirasakan masyarakat, dan suara untuk menjelaskan apa yang sedang dikerjakan pemerintah," jelasnya.
Kemensos, lanjutnya, punyak banyak cerita yang dapat disampaikan kepada masyarakat. Misalnya aktivitas pendamping sosial di desa, para petugas yang bekerja menangani dampak bencana, keluarga penerima manfaat bansos yang mampu mandiri, hingga anak-anak dari keluarga kurang mampu yang belajar di Sekolah Rakyat.
Maka itu, ia berharap petugas humas Sekolah Rakyat tak sekedar menjabarkan angka, seperti jumlah sekolah atau siswa. Data perlu disampaikan dengan disertai cerita yang menunjukkan manfaat program bagi masyarakat.
"Angka membuat orang tahu, cerita membuat orang peduli. Keduanya harus berjalan bersama. Angka penting, menginspirasi orang agar peduli juga penting," ujar Gus Ipul.
Sebagai gambaran, ia meyakini masyarakat akan lebih memahami dampak nyata dari program saat mengetahui kisah anak yang nyaris putus sekolah tetapi akhirnya bisa kembali mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat, tinggal di asrama, berinteraksi dengan guru dan rekan sebaya, hingga berani merajut cita-cita. Narasi humanis seperti itu lebih mungkin mengetuk hati publik daripada sekadar paparan angka-angka.
Menghadapi derasnya arus informasi saat ini, Gus Ipul juga mengimbau para petugas humas agar tetap mengedepankan verifikasi. Tugas menyampaikan informasi secara cepat dan menarik tidak boleh mengorbankan akurasi data.
"Salah satu yang paling penting dalam jurnalistik adalah verifikasi. Cepat, menarik itu penting, viral boleh dan itu harapan kita, tetapi benar jauh lebih penting," kata Gus Ipul.
Ia mewanti-wanti bahwa kekeliruan informasi dari instansi pemerintah berisiko merusak kepercayaan masyarakat secara luas. Maka dari itu, strategi komunikasi pemerintah wajib memadukan kecepatan, ketepatan, serta akuntabilitas, yang dikemas dalam bahasa sederhana agar mudah dicerna publik.
Gus Ipul menambahkan, petugas humas Sekolah Rakyat pun harus terbuka menerima kritik dan masukan. Kritik yang tepat justru bisa membantu pembenahan kinerja.
"Kalau ada informasi keliru, kita luruskan dengan data. Kalau ada hoaks, kita jawab dengan cepat. Jawaban terbaik pemerintah terhadap kritik adalah data, fakta, dan kerja nyata," tutupnya.
Untuk diketahui, kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM Pengelola Kehumasan Sekolah Rakyat digelar selama 18-22 Agustus 2026 dengan 240 peserta. Mereka terdiri dari 166 perwakilan Sekolah Rakyat, 32 perwakilan UPT, sentra, dan Sentra Terpadu di lingkungan Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial, serta delapan wakil Balai dan Pusdiklatbangprof, serta satgas Kehumasan di bawah koordinasi Biro Humas.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas pengelola kehumasan dalam menyampaikan informasi publik secara efektif, transparan, edukatif, dan responsif. Penguatan kompetensi ini diperlukan seiring dengan semakin berkembangnya penyelenggaraan Sekolah Rakyat di berbagai daerah.
Pembukaan kegiatan tersebut dihadiri sejumlan jajaran Kemensos seperti Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, Inspektur Jenderal Dody Sukmono, Staf Ahli Mensos Abdul Muis, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Agus Zainal, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Supomo, Stafsus Mensos Fatkhurohman Taufik, Kepala Pusdiklatbangprof Afrizon Tanjung, Kepala Biro Humas Devi Deliani, dan lain sebagainya.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id

































