Menuju konten utama

Kemensos-Kemenpar Bangun Sekolah Rakyat di Poltekpar NHI Bandung

Kemensos dan Kemenpar meresmikan kerja sama dalam pembangunan Sekolah Rakyat permanen di kawasan kampus Poltekpar NHI Bandung.

Kemensos-Kemenpar Bangun Sekolah Rakyat di Poltekpar NHI Bandung
Kementerian Sosial dan Kementerian Pariwisata menjalin kerja sama strategis untuk memperkuat pengembangan Sekolah Rakyat melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Sinergi Tugas dan Fungsi di Bidang Pariwisata dan Sosial di Kampus Dayeuhkolot Politeknik Pariwisata (Poltekpar) NHI Bandung, Kamis (23/7/2026). (FOTO/dok.Kemensos)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) siap berkolaborasi dalam membangun Sekolah Rakyat permanen di area Politeknik Pariwisata (Poltekpar) NHI Bandung.

Sinergi dua kementerian itu diresmikan lewat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Sinergi Tugas dan Fungsi Bidang Pariwisata dan Sosial pada Kamis (23/7/2026) di kampus Dayeuhkolot Poltekpar NHI Bandung.

Kesepakatan tersebut mendasari kerja sama dua kementerian ini dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat yang mencakup penyediaan lahan, pembangunan sarana-prasarana untuk pendidikan, pengembangan kurikulum, hingga pemberian beasiswa bagi lulusan.

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, mengatakan Kemenpar menyiapkan lahan lima hektare di area kampus Poltekpar NHI Bandung sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat permanen.

“Kami di Kementerian Pariwisata, di Politeknik Pariwisata NHI Bandung ini akan memberikan tanah lima hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat dan dua hektare untuk pembangunan fasilitas olahraga yang bisa digunakan bersama dengan anak-anak NHI Bandung,” kata Widiyanti.

Selain menyediakan dukungan infrastruktur, Kemenpar akan turut memperkaya kurikulum Sekolah Rakyat dengan materi kepariwisataan. Beasiswa juga disediakan untuk para lulusan sekolah tersebut agar bisa kuliah di Politeknik Pariwisata.

“[Bagi para lulusan] Sekolah Rakyat ini, kami berikan alokasi 20% bisa masuk ke politeknik pariwisata dengan beasiswa,” kata Widiyanti.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan Sekolah Rakyat di Kampus Politeknik Pariwisata NHI Bandung akan menjadi salah satu yang memanfaatkan lahan Kementerian Pariwisata.

“Tanah yang disiapkan oleh Kementerian Pariwisata ini akan menjadi bagian dari salah satu gedung permanen yang akan dibangun pada tahap tiga atau tahap empat. Jika semua persyaratannya sudah dicukupi, insyaallah Kemen PU akan membangun sesuai standar yang telah ditetapkan,” jelas Gus Ipul.

Gus Ipul mengatakan gedung permanen Sekolah Rakyat itu dirancang menampung sekitar 2.000 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA. Seluruh peserta didik akan tinggal di asrama dengan pendampingan 24 jam serta didukung fasilitas pembelajaran berbasis teknologi, termasuk Learning Management System (LMS).

“Intinya sekolah rakyat ingin menghadirkan proses pembelajaran dengan lingkungan berkualitas dan mempersiapkan anak-anak kita ini menjadi generasi emas tahun 2045,” kata Gus Ipul.

Gus Ipul menjelaskan Sekolah Rakyat dibuka bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera yang terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Program ini tidak membuka pendaftaran umum, melainkan memprioritaskan anak putus sekolah, rentan putus sekolah, belum bersekolah, maupun yang belum pernah mengenyam pendidikan.

Menurut dia, sejak Sekolah Rakyat mulai beroperasi pada Juli 2025, sudah banyak peserta didik yang menorehkan berbagai prestasi di bidang akademik maupun nonakademik.

“Sudah berjalan satu tahun sejak Juli 2025 yang lalu dan kita bangga ada prestasi-prestasi yang sudah dicapai oleh siswa-siswa sekolah rakyat,” kata Gus Ipul.

Acara penandatanganan MoU Kemensos dan Kemenpar disemarakkan dengan penampilan dari sejumlah murid Sekolah Rakyat. Penampilan beberapa siswa saat membawakan pidato dalam empat bahasa asing paling menarik perhatian hadirin.

Para siswa itu adalah Dede Sarinah (SRMA 14 Bandung Barat) yang berpidato dalam bahasa Inggris, Voni Rahmaini (SRMA 11 Bandung) dalam bahasa Arab, Siti Nuraisyah Putri (SRMA 11 Bandung) dalam bahasa Mandarin, dan Alimin (SRMA 14 Bandung Barat) dalam bahasa Jepang.

Penampilan paduan suara siswa yang membawakan lagu berbahasa Sunda Bandung dan lagu bertema ayah serta ibu turut memeriahkan acara. Suasana berubah haru saat Vania Ashry dari SRMA 11 Bandung membacakan puisi tentang harapan yang tumbuh melalui Sekolah Rakyat.

Sebelum itu, para siswa juga meneriakkan yel-yel dan melakukan demonstrasi karate yang memperlihatkan kedisiplinan serta kekompakan. Penampilan tersebut menjadi gambaran hasil pembinaan karakter, akademik, dan nonakademik di Sekolah Rakyat.

Selain Mensos Gus Ipul dan Menpar Widiyanti, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dan Sekretaris Jenderal Robben Rico hadir pula dalam acara yang sama.

Sejumlah pejabat Kemensos dan Kemenpar ikut menghadiri acara penandatanganan MoU di Poltekpar NHI Bandung.

Dari Kemensos, ada Staf Khusus Mensos (SKM) Bidang Pemberdayaan dan Penanganan Fakir Miskin, Ishaq Zubaedi Raqib; SKM Bidang Komunikasi dan Media Massa, Fatkhurohman Taufik; Kepala Biro Umum, Yadi Muchtar; Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Devi Deliani; Kepala Biro Perencanaan, Cecep Sulaeman; Kepala Biro Hukum, Rizi Umi Utami; Kepala Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial, Joko Widiarto; serta Direktur Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung Suharma.

Kemudian, hadir pula Direktur Pemberdayaan Sosial Masyarakat, Adrianus Alla mewakili Dirjen Pemberdayaan Sosial; Direktur Jaminan Sosial, Mardi mewakili Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial; Sekretaris Ditjen Rehabilitasi Sosial, Hasim mewakili Dirjen Rehabilitasi Sosial; Tenaga Ahli Menteri (TAM) Sosial Bidang Media dan Komunikasi Publik, Galih Hidayatullah; TAM Bidang Perencanaan dan Evaluasi Kebijakan Strategis Kementerian, Andy Kurniawan; TAM Bidang Perencanaan dan Pengembangan Rekayasa Sosial, Agustinus Budi Prasetyohadi; serta Kepala Bidang Penyelenggaraan Sekolah Rakyat, Mujiastuti mewakili Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial.

Sementara itu, sejumlah pejabat Kemenpar yang menghadiri acara tersebut di antaranya Sekretaris Kementerian Pariwisata, Bayu Aji; Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan, Martini Mohammad Paham; Staf Khusus Menteri Bidang Hukum dan Akuntabilitas, Bambang Andikaning Prang; Staf Khusus Menteri Bidang Pengamanan Destinasi dan Pengawasan, Krisnandi; Kepala Biro Umum dan Hukum, Antonio Wasono Imam Prakoso; serta Sekretaris Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan I Gusti Ayu Dewi Hendriyani.

Selanjutnya tamu pejabat lainnya yang hadir adalah Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Aparatur dan Pendidikan Vokasi Andar Danavo L. Goeltom; Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb; serta Dandim 0624/Kabupaten Bandung Samto Betah.

Dari pihak kampus, yang tercatat hadir ialah Direktur Politeknik Pariwisata NHI Bandung, Anwari Masatip; Wakil Direktur Bidang Akademik dan Penjaminan Mutu, Endang Komesty Sinaga; Wakil Direktur Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum, Wisnu Rahtomo; serta Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Haryadi Darmawan.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis