Menuju konten utama

Kemensos Gelar Khitan Gratis di Cikarang Bagi Anak Warga Rentan

Selain mendapatkan layanan khitan gratis, peserta kegiatan ini juga memperoleh bingkisan yang berisi makanan, pakaian, alat ibadah, hingga mainan.

Kemensos Gelar Khitan Gratis di Cikarang Bagi Anak Warga Rentan
Kementerian Sosial menggelar acara khitanan gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Rumah Sakit Bhakti Husada Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (25/2/2026). FOTO/dok.Kemensos
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Sosial (Kemensos) menggelar program khitan gratis untuk anak-anak dari keluarga rentan di Rumah Sakit Bhakti Husada Cikarang, Kabupaten Bekasi pada Rabu (25/2/2026). Kegiatan yang difasilitasi oleh Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi itu diikuti oleh 10 anak yang datang dari keluarga tidak mampu.

Prosesi khitanan gratis ini berlangsung sejak Rabu pagi. Anak-anak yang hendak dikhitan menanti gilirannya dengan tertib. Tentu mereka tegang saat menunggu proses penyunatan, tapi suasana gembira tetap terlihat.

Usai menjalani proses khitan, masing-masing anak menerima paket hadiah bingkisan yang berisi makanan ringan, sajadah, sarung, peci, tas serut, obat-obatan, dan mainan.

Dalam siaran resminya, Kemensos menyatakan kegiatan khitan gratis ini menjadi wujud komitmen kementerian dalam meringankan beban para keluarga tidak mampu, dan juga menyediakan akses layanan kesehatan dasar bagi mereka.

"Melalui kegiatan ini, negara hadir memastikan setiap anak tetap mendapatkan haknya atas layanan kesehatan yang aman, layak, tanpa terkendala biaya," tulis Kemensos dalam siaran persnya yang diterima pada Kamis (26/2/2026).

Orang Tua Peserta Khitanan Gratis Merasa Terbantu

Program khitan gratis di RS Bhakti Husada Cikarang menjadi angin segar bagi para orang tua peserta. Salah satunya Jihad (25), seorang ibu yang turut menemani putra keduanya, berinisial A (5), saat mengikuti kegiatan itu.

Jihad segera mendaftarkan anaknya begitu menerima informasi ada program khitanan gratis di RS Bhakti Husada Cikarang. Dia mengaku sangat terbantu karena tak perlu mengeluarkan biaya untuk khitanan anaknya.

"Saya senang sekali, soalnya saya orang susah, makasih banyak, saya sangat bersyukur," ujar dia.

Jihad merupakan potret warga kurang mampu yang menjalani kehidupan tidak mudah. Di tengah kegembiraannya setelah anaknya mengikuti program khitanan gratis, ia sempat menuturkan kisah hidupnya yang berliku.

Semasa mendiang suaminya masih hidup, Jihad mengaku kerap menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga. Bentakan hingga kekerasan fisik yang melukai diri dan anak-anaknya sempat mewarnai biduk rumah tangganya.

Selepas sang suami tutup usia, Jihad masih harus memikul beban hidup tidak ringan. Sebagai orang tua tunggal, ia harus berjuang sendiri guna mencukupi semua kebutuhan dua anaknya. Untuk mencari nafkah, ia berjualan gorengan keliling.

Seolah belum cukup cobaan hidup datang, anak pertamanya (J) sempat mengalami perundungan di lingkungan belajar saat berusia 5 tahun. J pernah diikat oleh teman-temannya dan kepalanya terluka. Karena trauma, J nyaris putus sekolah karena takut terkena perundungan.

Di lingkungan sekitar tempat tinggalnya, anak-anak Jihad sempat menjadi sasaran perundungan pula. Karena tidak memiliki ayah, dua anaknya kerap diejek oleh teman-teman sebaya.

Pengalaman pahit itu meruntuhkan mental J dan A. Kedua anak Jihad itu menjadi lebih gemar berdiam diri di rumah daripada bermain dengan teman-temannya.

"Kalau saya dimaki-maki, ya sudah saya cuma bisa sabar. Memang saya orang tidak punya, orang susah, mau bagaimana lagi," tutur Jihad.

Menjalani hidup penuh cobaan tidak membuat Jihad putus asa. Dia terus berusaha memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya, meski berada dalam keterbatasan. Maka itu, ia tidak ragu mendaftarkan anaknya saat Kemensos menggelar program khitan gratis melalui Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi.

Lebih dari sekadar penyediaan layanan kesehatan dasar gratis, kegiatan ini bisa menjadi bahan refleksi bersama bahwa masih banyak orang tua tidak mampu yang harus berjuang keras untuk mewujudkan lingkungan aman dan nyaman bagi anak-anaknya.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis