Menuju konten utama

Kemensos-Baznas Bangun Kampung Nelayan & Renovasi Rumah Siswa SR

Kemensos dan Baznas memperkuat kolaborasi dalam pembangunan kampung nelayan hingga renovasi rumah keluarga siswa Sekolah Rakyat.

Kemensos-Baznas Bangun Kampung Nelayan & Renovasi Rumah Siswa SR
Pertemuan antara Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Ketua Baznas Sodik Mudjahid di Kantor Kemensos, Jakarta pada Kamis (7/5/2026). (FOTO/dok.Kemensos)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Sosial (Kemensos) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kian memperkuat kolaborasi guna menyokong program prioritas presiden. Kerja sama ini mencakup peningkatan kesejahteraan sosial, mulai dari program pemberdayaan hingga dukungan renovasi rumah tidak layak huni (rutilahu) bagi keluarga siswa Sekolah Rakyat.

Komitmen kerja sama itu dibahas dalam pertemuan Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), dengan Ketua Baznas Sodik Mudjahid di Kantor Kemensos, Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Dalam pertemuan ini, Gus Ipul mengatakan Kemensos dan Baznas akan melanjutkan sejumlah program yang telah berjalan, salah satunya pemberdayaan dan relokasi keluarga nelayan di wilayah pesisir Eretan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Program tersebut sebelumnya telah menjangkau 93 keluarga nelayan.

“Kami kerja sama dengan Kabupaten Indramayu yang menyediakan tanah, tanahnya seluas satu hektare. Rumahnya Kementerian Sosial yang membangun lewat program pemberdayaan. Setelah itu infrastrukturnya dan tempat ibadah dibangun oleh Baznas, termasuk tempat untuk UMKM, pemberdayaan UMKM. Nah lalu ada lagi tambahan dari CSR sebuah perusahaan,” kata Gus Ipul.

Untuk mendukung keberlanjutan program, Kemensos juga melakukan pendampingan dan pemberdayaan agar keluarga nelayan dapat menjadi lebih mandiri. Program serupa rencananya akan diperluas ke sejumlah daerah lain, termasuk Kabupaten Mesuji, Lampung.

“Dan insya Allah kita akan pindah ke beberapa Kabupaten, di antaranya di Kabupaten Mesuji di Provinsi Lampung. Ini juga kami akan kerja sama untuk merelokasi lebih dari 100 keluarga nelayan yang tinggal di bantaran sungai di sana,” terangnya.

Selain program kampung nelayan, Kemensos dan Baznas juga memperkuat sinergi dalam mendukung Sekolah Rakyat. Salah satunya lewat bantuan renovasi rutilahu bagi keluarga siswa Sekolah Rakyat.

“Sekolah Rakyat misalnya, itu sering kami sampaikan, anaknya sekolah, orang tuanya diberdayakan, anaknya lulus sekolah, keluarganya naik kelas. Dalam rangka pemberdayaan itu, keluarga orang tua dari siswa Sekolah Rakyat diberi program-program strategis lain dari Bapak Presiden, misalnya bantuan bagi rumah tidak layak huni,” ungkapnya.

Bantuan rutilahu diprioritaskan bagi keluarga siswa yang menempati rumah di atas tanah bukan milik pribadi, sehingga pemerintah diharapkan dapat mengisi kebutuhan bantuan.

“Tidak semua keluarga atau orang tua siswa Sekolah Rakyat ini bisa dibantu dengan anggaran pemerintah, karena beberapa di antaranya rumahnya berdiri di atas tanah yang bukan milik sendiri. Nah yang seperti ini kita perlu bantuan Baznas, karena Baznas tentu bisa membantu meskipun rumah itu tidak berdiri di atas tanahnya sendiri,” ujar Gus Ipul.

Kemensos juga mengajak pegawai dan masyarakat untuk menyalurkan zakat, infak, serta sedekah melalui Baznas.

“Kami juga akan mengajak masyarakat umum, bila ada yang memiliki keluangan rezeki, bisa juga menyalurkan lewat Baznas, dan sepenuhnya nanti dipergunakan membantu keluarga-keluarga yang paling tidak mampu yang ada di Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional,” tambahnya.

Ketua Baznas, Sodik Mudjahid, menilai kerja sama dengan Kemensos merupakan langkah penting karena kedua lembaga memiliki visi yang sama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kemiskinan.

Menurut Sodik, penyaluran zakat, infak, dan sedekah oleh Baznas selama ini difokuskan di sektor pendidikan, kesehatan, pemberdayaan usaha kecil, dakwah, hingga kemanusiaan.

“Ini adalah bidang-bidang yang bersinggungan, beririsan dengan Kementerian Sosial. Itulah sebabnya kami bertemu, bagaimana ke depan, program-program tersebut lebih terkoordinasi, lebih terfokuskan, sehingga tidak sebatas hanya distribusi charity, berbagi, tapi sesuatu yang berdampak melembaga,” kata Sodik.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Mira Riyati Kurniasih, Staf Khusus Menteri Sosial bidang Pemberdayaan dan Penanganan Fakir Miskin Ishaq Zubaedi Raqib, serta jajaran Baznas dan pejabat terkait lainnya.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis