Menuju konten utama

Kemenko Polkam Sebut Penyerapan Dana Otsus Belum Optimal

Heri menjelaskan, upaya pendetailan diperlukan agar pemanfaatan dana otsus bisa dilakukan secara maksimal bagi masyarakat.

Kemenko Polkam Sebut Penyerapan Dana Otsus Belum Optimal
Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Kemenko Polkam, Mayjen TNI Heri Wiranto usai rapat koordinasi penguatan implementasi dan evaluasi tata kelola kebijakan otonomi khusus dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, transparan, dan berkeadilan, di Menara Peninsula Hotel, Jakarta Barat, Rabu (19/11/2025). tirto.id/Muhammad Naufal

tirto.id - Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) mengakui bahwa dana otonomi khusus (otsus) yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat belum diserap secara optimal oleh daerah-daerah yang berstatus otsus.

Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Kemenko Polkam, Mayjen TNI Heri Wiranto, mengatakan, kementeriannya terus mendorong komponen penyerapan dana otsus untuk didetailkan agar penyerapannya bisa maksimal.

“Tentu [penyerapan dana otsus] belum optimal. Masih kita dorong terus upayakan ke depan. Nah makanya tadi Pak Dirjen Otonomi Daerah [Kemendagri] menyampaikan perlu didetailkan,” kata Heri kepada para wartawan dalam agenda Rapat Koordinasi Penguatan Implementasi dan Evaluasi Tata Kelola Kebijakan Otonomi Khusus dalam Mewujudkan Pembangunan yang Inklusif, Transparan, dan Berkeadilan, di Menara Peninsula Hotel, Jakarta Barat, Rabu (19/11/2025).

Heri menjelaskan, pendetailan itu diperlukan agar pemanfaatan dana otsus bisa dilakukan secara maksimal, terutama untuk mendanai program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Didetailkan itu maksudnya agar tata kelola termasuk pemanfaatan dari dana otonomi khusus itu betul-betul tercapai untuk kepentingan-kepentingan tadi. Termasuk untuk lansia dan masyarakat. Itu saya rasa seperti itu,” jelasnya.

Sementara itu, Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Akmal Malik, menyebut, pemerintah daerah harus lebih berfokus untuk memanfaatkan dana otsus untuk keperluan yang lebih berdampak.

Salah satu langkah yang bisa dilakukan menurutnya adalah dengan menyatukan data di tiap-tiap daerah otsus, sehingga pergerakan dana bisa termonitor dengan baik.

“Contoh, mulai dengan data yang sama, sehingga kita tahu bagaimana pergerakan sumber daya yang diberikan oleh negara kepada daerah khusus itu,” ujar Akmal.

Dengan menerapkan data yang selaras, dana otsus yang diserap oleh daerah-daerah akan terlacak dan dimanfaatkan dengan baik.

“Uang sudah sekian triliun, bagaimana pergerakannya? Kuncinya adalah harus ada data yang sama. Nah ini mungkin yang nanti akan kita lebih detailkan kepada daerah, agar ke depan semua pihak bisa melihat progresnya lebih nyata,” pungkasnya.

Baca juga artikel terkait DANA OTSUS atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Andrian Pratama Taher