Menuju konten utama

Kemenhut Bangun Hunian Warga Terdampak Banjir di Aceh Tamiang

Pembangunan 8 unit hunian bagi warga terdampak banjir di Aceh Tamiang merupakan gotong royong anggota polisi kehutanan dari berbagai daerah di Indonesia.

Kemenhut Bangun Hunian Warga Terdampak Banjir di Aceh Tamiang
Foto udara kondisi Desa Kota Lintang pascabanjir bandang di Desa Kota Lintang, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (24/1/2026). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nym.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membangun delapan unit hunian bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang.

Pembangunan tersebut dilakukan oleh Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan (Ditjen Gakkum Kehutanan) bersama Ikatan Polisi Kehutanan Indonesia (IPKI) sebagai bentuk nyata kepedulian Kemenhut kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Seluruh rumah telah rampung dibangun dan kini ditempati oleh keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir dan longsor.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Kemenhut, Dwi Januanto Nugroho, mengatakan semangat pengabdian yang terus didorong Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, menjadi landasan bagi jajaran polisi kehutanan untuk tidak hanya menjaga kawasan hutan, tetapi juga hadir membantu masyarakat yang membutuhkan.

"Budhi Bhakti Wirawana (kode etik polisi kehutanan yang menjunjung tinggi nilai pengabdian, kepedulian, dan gotong royong) mengajarkan bahwa pengabdian polisi kehutanan tidak berhenti pada menjaga kawasan hutan," ujar Dwi dalam keterangannya, Jumat (24/7/2026) dilansir dari Antara.

Kata Dwi, ketika masyarakat menghadapi bencana, nilai-nilai itu menuntun institusinya untuk hadir, bergotong royong, dan memberikan manfaat nyata ke masyarakat.

"Menjaga hutan pada hakikatnya juga berarti menjaga kehidupan masyarakat yang bergantung padanya,” ujar Dwi.

Sementara itu, Ketua Umum IPKI Sustyo Iriyono mengatakan, pembangunan delapan unit hunian merupakan hasil gotong royong anggota polisi kehutanan dari berbagai daerah di Indonesia.

"Hunian ini berdiri karena semangat kebersamaan keluarga besar polisi kehutanan. Setiap dukungan yang diberikan anggota menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk membantu saudara-saudara kita di Aceh Tamiang. Inilah makna Budhi Bhakti Wirawana yang kami wujudkan melalui aksi nyata," kata Sustyo.

Selain membangun hunian, IPKI juga akan melanjutkan kegiatan sosial melalui renovasi taman pendidikan Al Qur'an di Desa Sulum, Kecamatan Sekerak, menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kemenhut, kata Dwi menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kepedulian sosial, sejalan dengan arahan Menhut Raja Juli agar insan kehutanan memberikan manfaat tidak hanya bagi kelestarian hutan, tetapi juga bagi kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Baca juga artikel terkait BANJIR ACEH

tirto.id - Sosial Budaya
Sumber: Antara
Editor: Bayu Septianto