Menuju konten utama

Kemenhaj Sebut Kuota Haji 2026 Tetap, Ikuti Skema 92% dan 8%

Dahnil menyebut bahwa pemerintah Indonesia dan Arab Saudi akan menggelar pembicaraan lebih lanjut terkait kemungkinan kuota haji tambahan 2026.

Kemenhaj Sebut Kuota Haji 2026 Tetap, Ikuti Skema 92% dan 8%
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Azhar Simanjuntak (kedua kiri), Plt Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah Zainal Abidin (kiri), Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung Reda Mantovani (kedua kanan), dan Sekretaris Jaksa Agung Muda Intelijen (Sesjamintel) Kejaksaan Agung Sarjono Turin (kanan) berfoto bersama pada konferensi pers di Jakarta Pusat, Selasa (30/9/2025). ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/tom.

tirto.id - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan kuota haji Indonesia pada 2026 akan tetap sama dengan tahun sebelumnya. Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, memastikan, pembagian kuota jemaah masih mengikuti skema 92 persen untuk jemaah reguler dan 8 persen untuk jemaah haji khusus.

“Terkait dengan kuota kita tetap tahun ini sekitar 221.000 jamaah haji yang akan berangkat ke Saudi Arabia. 92 persennya untuk jamaah haji reguler, 8 persennya untuk jamaah haji khusus,” ujar Dahnil saat konferensi pers, di Kantor Kemenhaj, Jakarta Pusat, Selasa (30/9/2025).

“Artinya ada sekitar 203.000 untuk reguler, kemudian sekitar kurang lebih 17.000-an untuk jamaah haji khusus,” sambungnya.

Terkait dengan kuota tambahan, Dahnil menyebut bahwa prosesnya masih bergulir. Dia menyebut bahwa akan ada pembicaraan lebih lanjut dengan Arab Saudi.

“Nanti kita lihat prosesnya, nanti ada pembicaraan dengan kerajaan [Arab Saudi],” kata dia.

Sebagai informasi, besaran kuota haji Indonesia untuk 2026 masih menunggu kepastian dari Arab Saudi. Awalnya, kuota haji 2026 untuk Indonesia secara resmi disampaikan pada 10 Juli 2025, atau bertepatan dengan 15 Muharram 1447 H saat urusan Haji dan Umrah masih menjadi kewenangan Kementerian Agama (Kemenag).

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengungkapkan, pemerintah menerima sinyal positif dari pemerintah Arab Saudi yang akan memberikan tambahan kuota jemaah haji Indonesia pada 2026. Menurut dia, isyarat itu sudah ditunjukkan dan akan diumumkan pada waktu yang sudah ditentukan.

“Isyarat-isyarat awal pemerintah Saudi Arabia itu insyaallah tetap akan pertahankan minimum apa yang ada, tetapi ada usaha Saudi Arabia itu akan menambah kuota malah, menambah kuota daripada apa yang telah ditetapkan,” kata Nasaruddin dalam Konferensi Pers Penutupan Haji yang digelar di Gedung Kemenag, Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (15/7/2025).

Nasaruddin mengatakan, peningkatan kuota ini dimungkinkan seiring dengan rencana Saudi dalam menambah kapasitas dan infrastruktur layanan haji antara lain pembangunan tower-tower di kawasan Mina yang selama ini dikenal sebagai lokasi paling padat selama puncak haji.

Selain itu, Saudi juga membuka peluang memperlebar jalanan dan membuat flyover untuk menghindari kepadatan. Termasuk dengan memperluas Kota Madinah.

Lebih lanjut, fasilitas-fasilitas penting seperti area tawaf, sa’i, jamarat, hingga bandara juga dikabarkan akan diperluas. Nasaruddin menyebut kemungkinan pengaktifan kembali bandara lama dan pembukaan bandara alternatif di wilayah Thaif untuk mendukung mobilitas jemaah.

“Kalau tempat itu bisa diupayakan sedemikian rupa, maka tidak ada alasan untuk membatasi orang menunaikan jam hajinya,” pungkas Menag.

Baca juga artikel terkait HAJI 2026 atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Andrian Pratama Taher