tirto.id - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memasukkan kecerdasan buatan (AI) dalam cabang ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) jenjang pendidikan SMA tahun ini guna merespons pesatnya kemajuan dan pemanfaatan teknologi AI dalam kehidupan masyarakat.
Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikdasmen, Suharti, mengatakan penambahan cabang ajang AI merupakan langkah strategis menyiapkan talenta digital Indonesia yang mampu memanfaatkan teknologi AI dengan bijaksana.
“Nah, tahun ini OSN juga menambah cabang baru, yaitu eksibisi kecerdasan artifisial. Rasanya itu memang sudah tidak bisa ditunda lagi dengan mempertimbangkan begitu pesatnya perkembangan teknologi informasi, apalagi terkait kecerdasan artifisial,” katanya dalam kegiatan bertajuk "Taklimat Media Penguatan Tata Kelola Ajang Talenta Olimpiade Sains Nasional" di Perpustakaan Gedung A Kemendikdasmen di Jakarta, Kamis (4/6/2026) dilansir dari Antara.
Dia menjelaskan perkembangan AI saat ini telah memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan sehingga masyarakat seringkali kesulitan mengidentifikasi berbagai karya yang dibuat dengan bantuan teknologi AI.
Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono, menjelaskan cabang ajang ekshibisi AI masih berstatus percontohan atau ekshibisi.
Materi dan mekanisme untuk cabang ajang ini, kata dia, belum diumumkan secara terbuka karena masih dalam proses finalisasi draf panduan.
"Jadi eksibisi AI ini kami sedang menyusun panduan dan akan kami sosialisasikan. Harapannya paling lambat pertengahan bulan Juni kita akan sosialisasikan," kata dia.
Berbeda dengan sembilan bidang OSN SMA lainnya yang berjenjang dari tingkat kabupaten hingga nasional, ia menambahkan, seleksi cabang ajang AI akan dilakukan secara terpusat pada tahun ini.
"Pelaksanaannya berbeda dengan sembilan cabang lainnya. Peserta akan langsung diseleksi menuju tingkat nasional," ujar dia.
Pihaknya memastikan cabang ajang tersebut akan menjadi bagian dari pembinaan calon peserta Indonesia untuk kompetisi internasional pada bidang AI.
Pada ajang International Olympiad in Artificial Intelligence (IOAI) 2025 misalnya, ia mengatakan, Indonesia mengirimkan delegasi untuk olimpiade matematika, olimpiade AI, dan olimpiade informatika yang merupakan hasil binaan para pemenang OSN Informatika dan Matematika pada tahun 2024.
“Nah tahun 2025 ketika kami mengadakan ekshibisi AI, kami mengirimkan untuk tahun 2026 ini. Jadi kami sudah punya calon sendiri nih dari ajang yang sudah sesuai jalurnya,” kata Irene.
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id


































