Menuju konten utama

Kelebihan Pasokan, Mendag Jajaki Opsi Ekspor Telur ke Singapura

Budi menyatakan bahwa penurunan harga bukan terjadi pada komoditas telur dan ayam saja, tetapi juga sejumlah bahan pokok lain.

Kelebihan Pasokan, Mendag Jajaki Opsi Ekspor Telur ke Singapura
Mendag Budi Santoso (tengah) didampingi Direktur CV Rumah Jeddiah Daniel Oktavianus (kanan) melihat produk sepatu buatan UMKM di sela pelepasan ekspor produk alas kaki di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (3/6/2025). Mendag Budi Santoso melepas ekspor produk alas kaki sebanyak 8.800 pasang dengan nilai 38.000 USD atau sekitar Rp619 juta ke Kuwait, Timur Tengah dari CV Rumah Jeddiah yang membina sekitar 50 UMKM di Jawa Timur. ANTARA FOTO/Moch Asim/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, menyatakan pemerintah menjajaki opsi untuk mengekspor telur ke Singapura. Hal itu dilakukan sebagai solusi imbas produksi telur dan daging ayam surplus yang mengakibatkan harga turun.

"Memang telur sama daging itu lagi surplus. Jadi kelebihan pasokan," kata Budi di Jakarta, Selasa (30/6/2026) sebagaimana dikutip Antara.

Menurut dia, dengan produksi telur dan daging ayam surplus, maka pemerintah mencoba untuk menjajaki ekspor komoditas tersebut ke Singapura.

Namun, Budi menyatakan bahwa hingga saat ini Kementerian Perdagangan (Kemendag) masih berupaya untuk menemukan pembeli. Setelah ada, maka pembeli akan dipertemukan dengan produsen di Indonesia.

"Memang belum dapat pembeli, tapi sudah kita jajaki supaya bisa diserap di negara lain. Jadi ada kesempatan ekspor," ujarnya.

Budi menyatakan bahwa penurunan harga bukan terjadi pada komoditas telur dan ayam saja, tetapi juga sejumlah bahan pokok lain.

Ia menambahkan bahwa untuk harga telur dan ayam saat ini di bawah harga eceran tertinggi (HET), untuk harga telur di pasaran saat ini yaitu Rp26 ribu per kilogram dari HET Rp30 ribu.

Kemudian, harga daging ayam pun ikut turun, dari HET Rp40 ribu per kilogram menjadi Rp36 ribu per kilogram.

"Jadi, kalau teman-teman lihat di (Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok) SP2KP, ya memang beberapa harga itu turun. Kemarin saya ke Banyumas, itu ada beberapa komoditas yang turun," ucapnya.

Selain karena surplus produksi, kata Budi diliburkannya program makan bergizi gratis (MBG) oleh pemerintah membuat serapan komoditas tersebut menurun.

"Memang salah satu faktornya MBG yang diliburkan. Jadi penyerapan menjadi berkurang," katanya.

Baca juga artikel terkait HARGA TELUR AYAM

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Andrian Pratama Taher