Menuju konten utama

Karyono Wibowo: Penyampaian Visi Misi Capres Sangat Substansial

Penyampaian visi misi capres seharusnya dikedepankan agar masyarakat mengetahui arah pembangunan yang akan dilaksanakan pada lima tahun ke depan.

Karyono Wibowo: Penyampaian Visi Misi Capres Sangat Substansial
Calon Presiden Joko Widodo (kanan) dan Prabowo Subianto (kiri) menunjukkan nomor urut Pemilu Presiden 2019 di Jakarta, Jumat (21/9). Pasangan calon Presiden dan Wapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin mendapatkan nomor urut 01, dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat nomor urut 02. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/kye/18

tirto.id - Direktur Eksutif Indonesian Public Institute (IPI), Karyono Wibowo menyayangkan sikap Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang tidak jadi memfasilitasi penyampaian Visi Misi pasangan capres.

Menurutnya, penyampaian visi misi capres seharusnya dikedepankan agar masyarakat mengetahui arah pembangunan yang akan dilaksanakan pada lima tahun ke depan.

“Penyampaian visi misi justru sangat substansial dan penting dalam pertarungan politik modern. Karenanya penyampaian visi misi seharusnya mendapat porsi terbesar dalam tahapan pemilu,” ujar Karyono dalam siaran pers yang diterima Tirto.

Karyono menambahkan, setiap paslon seharusnya perlu menyampaikan visi misi dan menjabarkannya dalam bentuk program dan proyeksinya yang akan dilaksanakan dalam lima tahun ke depan.

Selain Karyono juga menyayangkan sikap KPU yang justru membuat peraturan debat dengan menyerahkan pertanyaan ke kandidat seminggu sebelum pelaksanaan. Hal ini menurutnya membuat acara debat capres justru kehilangan daya tarik.

“Setidaknya, ada tren kenaikan minat orang untuk menyaksikan acara debat. Ini merupakan indikator positif kemajuan politik modern di Indonesia. Yang harus dilakukan KPU adalah mengembangkan acara debat lebih kreatif dan bermutu, bukan membuat langkah mundur,” ujar Karyono.

Karyono juga menambahkan, saat ini yang terjadi ruang publik justru dipenuhi dengan caci maki antar pendukung. Masyarakat dijejali dengan informasi hoaks, hate speech serta propaganda yang berbau sarkastik dan membuat pemilu nyaris kehilangan substansi.

Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan lainnya dari Nur Hidayah Perwitasari

tirto.id - Politik
Penulis: Nur Hidayah Perwitasari
Editor: Nur Hidayah Perwitasari