tirto.id - Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, mengungkap hasil panen jagung kuartal II lebih dari 1,5 juta ton yang dilakukan di lahan 344.524,37 hektare. Panen itu dilakukan di Kalimantan Barat dengan dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto.
“Hari ini dengan dipimpin Bapak Presiden RI, kita semua akan melaksanakan panen raya jagung serentak kuartal II dengan lahan seluas 344.524,37 hektare dengan hasil panen mencapai 1,78-2,54 juta ton,” ujar Sigit dalam sambutannya sebagaimana disiarkan dalam YouTube Setpres, Kamis (5/6/2025).
Dia menerangkan, dari 218,35 Ha lahan yang digarap di daerah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, hasil panennya mencapai 9,3 ton per hektar. Angka itu naik tajam dari 2 ton per hektar sebelum dikelola secara modern.
Peningkatan produktivitas ini, kata Sigit, tidak lepas dari penggunaan bibit unggul Hibrida P27 dan pupuk presisi MIGO Bhayangkara, hasil riset Polda Kalimantan Barat. Dia menyebut, kini para petani menikmati peningkatan pendapatan hingga Rp4 juta/bulan, dari sebelumnya hanya sekitar Rp500 ribu.
"Untuk menunjang kelancaran distribusi dan penyimpanan hasil panen, Polri menggandeng Bulog untuk membangun 18 gudang penyimpanan di lahan milik Polri. Gudang-gudang ini memiliki total kapasitas 18.000 ton dan ditargetkan akan selesai pada Agustus 2025," tutur Sigit.
Sigit menerangkan, Polri juga melepas ekspor 1.200 ton jagung ke Serawak, Malaysia. Selain dari Kalimantan Barat, ekspor juga dilakukan dari Gorontalo sebanyak 27 ribu ton dan NTB 20 ribu ton.
"Kerja sama ekspor yang telah disepakati adalah pemenuhan 20 ribu ton jagung secara bertahap dan hari ini akan dilepas ekspor perdana sebanyak 1.200 ton seharga Rp. 5.900/Kg," ungkap Sigit.
Ekspor tersebut, ujar Sigit, hasil kolaborasi Polri dengan Koperasi Produsen Teguh Sejahtera.
Di sisi hilir, Sigit menerangkan bahwa Polri juga menjalin kerja sama dengan perusahaan pakan ternak seperti PT Japfa dan PT Charoen Pokphand untuk mengelola hasil panen melalui 47 feedmills di 17 provinsi. Selain itu, dua pabrik baru juga dalam proses pembangunan, yakni di Kab. Maros, Sulsel, dan Kab. Lamongan, Jatim, yang akan menjadi pengolahan pakan ternak terbesar di Asia Tenggara.
"Dengan pendekatan menyeluruh dari hulu ke hilir, Polri membuktikan bahwa stabilitas nasional juga mencakup ketahanan pangan. Bukan sekadar menjaga Kamtibmas, namun juga menunjukkan komitmen Polri untuk senantiasa berada di tengah-tengah rakyat," kata Sigit.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id
































