tirto.id - Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Barat (Kalbar) bersama rombongan dalam rangka memanen jagung. Prabowo berangkat melalui Pangkalan TNI Angkatan Udara (AU) Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 07.45 WIB.
Presiden Prabowo dijadwalkan tiba di Pangkalan TNI AU Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, dan langsung melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Bengkayang menggunakan Helikopter. Panen jagung serentak itu masuk pada tahap kuartal II.
Penanaman jagung itu pun bagian dari upaya peningkatan produktivitas pertanian dan pencapaian swasembada pangan. Kunjungan Presiden Prabowo dalam rangka memanen jagung ini juga menandai momentum penting bagi logistik pangan nasional.
Selain memanen jagung, Presiden Prabowo juga direncanakan melakukan peresmian groundbreaking pembangunan serentak 18 gudang Polri di 12 Polda dan Gudang Dryer Jagung. Dia pun melakukan pelepasan ekspor perdana jagung ke Kuching, Malaysia.
Ekspor itu menunjukkan peningkatan daya saing produk pertanian Indonesia di pasar internasional, khususnya di kawasan Asia Tenggara.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengeklaim pemerintah tidak akan mengimpor sejumlah komoditi pangan mulai akhir 2025 atau awal 2026. Menurut dia, waktu penghentian impor itu jauh melebihi target yang semula ditetapkan.
Kata Prabowo, swasembada pangan semula ditargetkan berlangsung dalam waktu empat tahun.
"Tahun 2025 ini, kita tidak akan impor beras lagi, tidak akan impor jagung lagi, tidak akan impor garam lagi," ujarnya saat memimpin rapat Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (22/1/2025).
"Artinya target yang saya berikan kepada kabinet bahwa Indonesia, kita, harus swasembada pangan dalam waktu empat tahun, alhamdulillah target itu bisa kita capai akhir 2025 paling lambat awal 2026," lanjut dia.
Dengan demikian, Prabowo menyebutkan, swasembada pangan akan terealisasikan tiga tahun lebih cepat. Ia menyebutkan realisasi swasembada pangan dapat terjadi karena kerja keras para anak buahnya.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id




























