Menuju konten utama

Kapan Pendaftaran TNI AD 2026 Dibuka Lagi? Cek Jadwal Resminya

Rekrutmen TNI AD direncakan dibuka pada Januari 2026. Simak apa saja persyaratannya untuk persiapan sebelum pendaftaran.

Kapan Pendaftaran TNI AD 2026 Dibuka Lagi? Cek Jadwal Resminya
Sejumlah personel TNI AD mengikuti apel Gelar Pasukan Pengamanan Pemilu dan Deklarasi Pemilu Damai di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Rabu (8/11/2023). ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/YU

tirto.id - Pendaftaran prajurit TNI Angkatan Darat (AD) 2026 merupakan salah satu rekrutmen yang banyak dinanti calon pendaftar. Kapan mulai dibuka untuk umum?

Per Januari 2026, TNI tengah membuka sejumlah rekrutmen, yakni bintara dan tamtama Angkatan Laut, serta tamtama prajurit karier AD.

Untuk bintara dan tamtama TNI AL, tahap pendaftaran kedua jenis prajurit TNI itu masih dibuka hingga 9 Januari 2026.

Sedangkan, untuk tamtama prajurit karier TNI AD, proses pendaftaran seleksi tahun 2026 sudah dibuka sejak 23 Desember 2025 lalu.

Seturut laman resmi rekrutmen TNI, terdapat dua rekrutmen lain yang direncanakan dibuka oleh TNI, yakni rekrutmen jalur perwira karier.

TNI direncanakan bakal membuka rekrutmen prajurit jalur perwira karier khusus dokter spesialis. Namun, jadwal pembukaan untuk perwira karier ini belum diumumkan.

Sementara itu, untuk TNI AD, kini belum ada rekrutmen yang dibuka hingga 7 Januari 2026. Akan tetapi, bukan berarti rekrutmen TNI AD ditiadakan tahun ini. Berikut infonya.

Kapan Pendaftaran TNI AD 2026 Dibuka Lagi?

Meskipun belum ada pengumuman resmi dari TNI AD, diperkirakan pendaftaran prajurit matra darat akan dibuka kembali pada 2026.

Dinukil dari laman resmi rekrutmen TNI AD, pendaftaran seleksi bintara TNI AD Tahun Anggaran 2026 akan segera dibuka.

Laman resmi tersebut tidak merinci kapan persisnya tanggal dimulainya rekrutmen, namun tahap pendaftaran ditulis berkisar sekitar Januari 2026.

"Pendaftaran Online Mulai tanggal ... Januari 2026," tulis keterangan pada laman tersebut, dikutip Selasa (7/1).

Akan tetapi, mengingat belum ada keterangan resmi dari TNI AD, waktu tersebut bisa saja berubah.

Jika mengacu pada pembukaan rekrutmen Bintara TNI AD Tahun Anggaran 2025 lalu, pendaftaran gelombang I baru dibuka pada Maret-Juni 2025.

Sedangkan, pendaftaran rekrutmen bintara TA 2025 gelombang II dibuka TNI AD pada 11 September 2025.

Cek Jadwal Resmi Pendaftaran TNI AD 2026

Untuk mencari tahu jadwal resmi rekrutmen TNI AD 2026, masyarakat yang berminat dapat mengeceknya melalui kanal resmi institusi tersebut.

Dari tahun ke tahun, pendaftaran seleksi prajurit TNI AD dilakukan secara online melalui laman web ad.rekrutmen-tni.mil.id. Laman tersebut digunakan baik untuk pendaftaran tamtama maupun bintara AD.

Atau, peminat rekrutmen TNI AD juga bisa mengeceknya melalui laman resmi rekrutmen TNI di alamat web rekrutmen-tni.mil.id. Laman ini digunakan dalam tahap pendaftaran TNI seluruh matra.

Berikut link yang bisa digunakan untuk langsung menuju halaman utama laman web TNI untuk mengecek pendaftaran seleksi calon prajurit:

Link Pendaftaran TNI Resmi.

Link Pendaftaran TNI AD Resmi.

Link Pendaftaran Tamtama TNI AD Resmi.

Link Pendaftaran Bintara TNI AD Resmi.

Apa yang Harus Disiapkan Jelang Pendaftaran TNI AD 2026?

Untuk mendaftarkan diri dalam rekrutmen prajurit TNI AD 2026, persiapan utama yang harus peminat lowongan ini penuhi adalah persyaratan yang ditentukan instansi.

Persyaratan untuk jadi prajurit TNI umumnya terdiri dari syarat fisik dan administratif.

Kedua syarat ini harus dipenuhi untuk mendaftarkan diri, karena jika tidak terpenuhi maka pelamar tidak dapat mengikuti seleksi lanjutan.

Oleh karenanya, selain mempersiapkan fisik agar dalam kondisi prima saat diseleksi, calon prajurit juga harus memenuhi persyaratan-persyaratannya.

Hingga kini, TNI AD belum memperbarui persyaratan yang diperlukan untuk mendaftarkan diri dalam rekrutmen prajuritnya. Namun, peminat bisa menggunakan persyaratan tahun-tahun sebelumnya sebagai acuan persiapan.

Berikut persyaratan yang ditentukan untuk mendaftarkan diri dalam rekrutmen prajurit TNI sebelum-sebelumnya:

Syarat Umum

    • Warga Negara Indonesia;

    • Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa (menganut salah satu dari 6 agama yang diakui di Indonesia atau penghayat kepercayaan);

    • Setia kepada NKRI dengan dasar Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945;

    • Berumur minimal 17 tahun 10 bulan dan maksimal 24 tahun 0 bulan pada saat pembukaan pendidikan;

    • Tidak memiliki catatan kriminalitas yang dikeluarkan secara tertulis oleh Kepolisian Republik Indonesia;

    • Sehat jasmani dan rohani serta tidak berkacamata; dan

    • Tidak sedang kehilangan hak menjadi prajurit berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

Persyaratan Lain

    • Pria, bukan anggota/mantan prajurit TNI/Polri atau PNS TNI;

    • Berijazah S1/D4/D3/D1 atau lulusan SMA/MA/SMK sederajat baik negeri atau swasta yang terakreditasi (Berlaku Paket C).

    • Lulusan SMA/MA/SMK tahun 2017 s.d. 2019, nilai minimal rata-rata Ujian Nasional adalah 37;

    • Lulusan SMA/MA/SMK tahun 2020, nilai minimal rata-rata rapor dari 3 mata pelajaran (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Matematika) adalah 65;

    • Lulusan SMA/MA/SMK tahun 2021 dan 2022, nilai minimal rata-rata rapor dari 3 mata pelajaran (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Matematika) adalah 68;

    • Lulusan SMA/MA/SMK tahun 2023, 2024, dan 2025, nilai minimal rata-rata rapor dari 3 mata pelajaran (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Matematika) adalah 70.

    • Belum pernah menikah dan sanggup tidak menikah selama dalam pendidikan pertama sampai dengan 2 (dua) tahun setelah selesai Dikma;

    • Memiliki tinggi badan minimal 163 cm dan berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku.

    • Bersedia menjalani Ikatan Dinas Pertama (IDP) minimal selama 10 (sepuluh) tahun;

    • Bersedia membayar sebanyak biaya yang telah dikeluarkan oleh negara menurut hukum dan peraturan yang berlaku apabila dengan kemauan sendiri menolak atau mengundurkan diri dari sebagian atau seluruh kegiatan penerimaan dan pendidikan pertama sampai dengan pengangkatan menjadi prajurit TNI;

    • Bersedia ditempatkan dalam salah satu dari seluruh kecabangan yang ada di TNI AD serta bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia; dan

    • Harus mengikuti pemeriksaan/pengujian yang diselenggarakan oleh panitia penerimaan yang meliputi Administrasi, Kesehatan, Jasmani, Litpers dan Psikologi.

Persyaratan Tambahan

    • Harus ada surat persetujuan orang tua/wali (dapat ditandatangani ibu kandung, apabila bapak kandung bekerja di luar daerah/Provinsi atau telah meninggal dunia/tidak diketahui keberadaannya dan ibu kandung tidak kawin lagi) dan selama proses penerimaan prajurit TNI AD orang tua/wali tidak melakukan intervensi terhadap panitia penerimaan maupun penyelenggara pendidikan pertama dalam bentuk apapun, kapanpun dan dimanapun;

    • Orang yang ditunjuk sebagai wali dari yang bersangkutan berdasarkan penetapan pengadilan dan telah diproses Disdukcapil;

    • Bagi yang memperoleh ijazah dari negara lain atau lembaga pendidikan di luar naungan Kemendikbud, harus mendapat pengesahan dari Kemendikbud dan transkrip nilai yag sudah disesuaikan dengan regulasi negara Indonesia;

    • Tidak bertato/bekas tato dan tidak bertindik/bekas tindik, kecuali yang disebabkan oleh ketentuan adat (harus disertai surat keterangan dari ketua adat/suku);

    • Bersedia mematuhi peraturan bebas KKN baik langsung maupun tidak langsung, apabila terbukti secara hukum melanggar sebagaimana yang dimaksud, maka harus bersedia dinyatakan tidak lulus dan atau dikeluarkan dari Dikma, jika pelanggaran tersebut ditemukan di kemudian hari pada saat mengikuti pendidikan pertama. Bentuk Surat Pernyataan tidak melakukan penyuapan; dan

    • Memiliki kartu BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) atau KIS (Kartu Indonesia Sehat) aktif;

Syarat Prestasi

    • Diperbolehkan bagi calon Bintara PK TNI AD yang menyertakan sertifikat/piagam/surat keterangan prestasi minimal tingkat nasional dengan kriteria juara (juara 1, 2 dan 3) sebagai nilai tambah dalam pelaksanaan Rik/Uji dan sidang pemilihan.

Baca juga artikel terkait REKRUTMEN TNI atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dicky Setyawan