Kang Emil: Soal Ricko, Rivalitas Boleh Kriminalitas Jangan

Oleh: Herdanang Ahmad Fauzan - 28 Juli 2017
Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil mengimbau agar para pendukung Persib dan Persija menjadikan peristiwa tewasnya suporter Persib, Ricko Andrean, sebagai pelajaran.
tirto.id - Dunia sepak bola Indonesia kembali berduka usai meninggalnya Ricko Andrean, salah seorang pendukung Persib karena kerusuhan pada pertandingan Persib vs Persija, Sabtu (22/7/2017). Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil mengimbau agar para pendukung Persib dan Persija menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran agar tidak mengulang hal serupa.

"Rivalitas boleh, kriminalitas jangan," ujar Emil sebagaimana dikutip Antara, Jumat (28/7/2010).

Emil juga mengimbau para pendukung Persib dan Persija agar belajar tentang arti sportivitas dari pendukung dua klub raksasa Liga Spanyol, Barcelona dan Real Madrid. Meski merupakan rival sejak lama, pendukung kedua klub tersebut bisa saling berdampingan di stadion dan tidak menimbulkan kerusuhan.

"Berpuluh-puluh tahun rival, tapi tiap pertandingan dua suporter bisa berdampingan dalam satu stadion dan tidak ada kerusuhan-kerusuhan," imbuhnya.

Ricko tewas setelah dikeroyok sesama pendukung Persib. Menurut berbagai pemberitaan, pengeroyokan tersebut dimulai sewaktu korban berusaha melerai bentrok antara Jakmania dan Bobotoh. Para Bobotoh yang mengira korban merupakan Jakmania kemudian tersulut emosi dan justru mengeroyok Ricko.

Menanggapi hal tersebut, Ratna Djuwita (40) —kakak Ricko— mengatakan bahwa salah besar apabila ada yang mengira adiknya Jakmania. Pasalnya, Ricko banyak dikenal orang sebagai Bobotoh sejati.

"Setiap pertandingan Persib kalau di Bandung pasti datang. Ke luar kota pun sering ikut. Jadi salah kalau disangka suporter lawan," ujar Ratna.

Ratna juga menceritakan loyalitas Ricko terhadap tim kebanggaannya. Menurut keterangannya, Ricko bahkan sering mengorbankan hal-hal penting demi menyaksikan Persib bertanding di stadion.

"Pernah meninggalkan ujian sekolah juga demi Persib," imbuhnya.

Ricko sempat dirawat selama lima hari di Rumah Sakit Santo Yusup. Kondisi Ricko tak kunjung membaik dan dinyatakan meninggal pada Kamis (27/7/2017) pukul 10.30 WIB kemarin. Jenazahnya kemudian dibawa ke rumah duka dan dimakamkan pada hari yang sama.

Hingga saat ini, Komite Disiplin PSSI sedang bekerja mengumpulkan informasi dan bukti-bukti. Hasil keputusan sidang Komisi Disiplin PSSI terkait meninggalnya Ricko akan diumumkan secepatnya.

Baca juga artikel terkait SEPAKBOLA INDONESIA atau tulisan menarik lainnya Herdanang Ahmad Fauzan
(tirto.id - Olahraga)

Reporter: Herdanang Ahmad Fauzan
Penulis: Herdanang Ahmad Fauzan
Editor: Maya Saputri
DarkLight