tirto.id - Kalender UPOSATHA bulan Mei 2025 bisa menjadi panduan umat Buddha. Apa saja hal yang dilakukan selama hari UPOSATHA?
Umat Buddha menjalankan praktik spiritual khusus pada hari Uposatha. Ini adalah hari suci yang jatuh saat bulan terang (purnama), bulan gelap (bulan mati), dan pertengahan antara keduanya. Untuk mengetahui kapan hari-hari suci ini jatuh, kalender Uposatha bisa menjadi acuan penting.
Hari Uposatha merupakan waktu yang dianjurkan bagi umat Buddha untuk memperdalam pengamalan ajaran Sang Buddha. Di antaranya seperti menjalankan delapan sila, bermeditasi, serta memperbanyak kebajikan. Pada hari-hari Uposatha, para bhikkhu melakukan pembacaan Pātimokkha.
Hari Uposatha biasanya jatuh pada bulan gelap dan bulan terang (purnama), serta dua hari di antaranya. Kalender Uposatha bulan Mei 2025 memuat jadwal Uposatha terang dan gelap, serta panduan praktik spiritual yang dapat dilakukan oleh umat Buddha pada hari-hari suci tersebut.
Kalender UPOSATHA Bulan Mei 2025
Kalender Uposatha bulan Mei 2025 memuat rangkuman hari-hari penting bagi umat Buddha untuk memperdalam latihan spiritual, termasuk Uposatha terang, Uposatha gelap, serta hari istimewa Waisak 2025.
Umat Buddha dapat merencanakan praktik spiritual secara lebih sadar dan terarah dengan memahami penanggalan Uposatha.
Kalender dapat menjadi panduan untuk menyiapkan diri dalam menjalankan serangkaian anjuran Aṭṭhasīla dan melakukan meditasi. Kemudian memperbanyak kebajikan dan melibatkan diri dalam berbagai kegiatan keagamaan lain hingga mendukung pembinaan moral dan batin.
Berikut adalah daftar hari Uposatha bulan Mei 2025:
- Uposatha: 4 Mei 2025 dan 19 Mei 2025
- Uposatha Terang (Purnama): 11 Mei 2025 (bertepatan dengan malam Waisak)
- Uposatha Gelap: 26 Mei 2025.

Apa yang Dilakukan Saat Hari UPOSATHA?
Hari Uposatha sering dimaknai sebagai hari puasa dalam cara pandang umum. Namun, makna sebenarnya jauh lebih dalam. Ini adalah hari suci bagi umat Buddha untuk mendekatkan diri secara spiritual kepada Sang Buddha.
Upo berarti "dekat", dan Satha berarti "guru". Umat Buddha melakukan Puja Manggala Uposatha, yaitu penghormatan kepada Sang Guru melalui pembacaan doa-doa kebahagiaan bagi semua makhluk.
Lebih dari sekadar ritual, Uposatha merupakan momen tepat untuk melatih diri dalam menjaga moralitas dan kesadaran penuh (mindfulness) dalam setiap tindakan.
Umat dianjurkan untuk melatih kesucian batin dengan menjalankan Aṭṭhasīla atau Delapan Aturan Moralitas, serta menghindari pelanggaran terhadap prinsip-prinsip luhur ajaran Buddha.
Berikut adalah 8 latihan moralitas yang dilakukan pada Hari Uposatha:
- Menghindari pembunuhan makhluk hidup
- Menghindari pengambilan barang yang tidak diberikan/tanpa izin
- Menghindari perilaku tidak suci secara seksual
- Menghindari ucapan bohong
- Menghindari minuman memabukkan dan zat yang menyebabkan kelalaian
- Menghindari makan di luar waktu yang ditentukan (setelah tengah hari)
- Menghindari hiburan duniawi dan pemercantik diri (seperti tarian, nyanyian, parfum, perhiasan)
- Menghindari penggunaan tempat tidur atau tempat duduk yang tinggi dan mewah.
Masuk tirto.id




































