Menuju konten utama

Jokowi Ingatkan Ganjar soal Second Wave COVID-19 & Masalah Ekonomi

Presiden Jokowi meminta pemerintah daerah mewaspadai bahaya gelombang kedua atau second wave COVID-19.

Jokowi Ingatkan Ganjar soal Second Wave COVID-19 & Masalah Ekonomi
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kanan) dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas (kiri) meninjau layanan kependudukan di Pasar Pelayanan Publik Rogojampi, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (25/6/2020). ANTARA FOTO/Budi Candra Setya.

tirto.id - Presiden Jokowi meminta pemerintah daerah Jawa Tengah mewaspadai bahaya gelombang kedua atau second wave COVID-19. Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi saat kunjungan kerja ke kantor Gugus Tugas di Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (30/6/2020).

"Kita tahu ancaman COVID-19 belum berakhir, ancamannya masih tinggi kondisinya juga masih berubah-ubah masih sangat dinamis. Oleh sebab itu, kita harus menjaga jangan sampai muncul gelombang kedua muncul seconde wave," kata Jokowi saat memberikan sambutan di depan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Selasa (30/6/2020).

Jokowi juga mengingatkan Indonesia tidak hanya terancam akibat penyakit COVID-19 tetapi juga pertumbuhan ekonomi. Saat ini, kata Jokowi, permintaan, penawaran dan produksi terganggu akibat COVID-19. Ia pun khawatir pertumbuhan ekonomi di termin kedua akan kembali positif seperti termin kedua.

"Pada kuartal yang pertama kita bisa tumbuh masih tumbuh keadaan normal kita di atas 5 tapi kuartal pertama kita tumbuh 2,97, masih bisa tumbuh 2,97 tetapi di kuartal ke-2 kita sangat khawatir bahwa kita sudah berada di posisi minus pertumbuhan ekonomi kita," kata Jokowi.

Jokowi lantas menyebut prediksi pertumbuhan ekonomi negara dan global yang diprediksi minus. Ia mengatakan, ekonomi dunia akan minus 6 hingga 7 persen. Kemudian Singapura -6,8 persen, Malaysia -8 persen, Amerika -9,7 persen, Inggris -5,4 persen, Jerman -11,2 persen, Perancis -17,2 persen dan Jepang -8,3 persen.

Jokowi kembali mengingatkan pentingnya gas dan rem dalam penanganan COVID-19 dan masalah ekonomi akibat COVID-19. Ia meminta para kepala daerah untuk mengatur dengan baik agar ekonomi tetap berjalan dan penanganan COVID-19 terkendali.

"Oleh sebab itu, kalau kita bisa mengatur, mengelola gas dan rem antara COVID-19, antara kesehatan dan ekonomi inilah yang kita harapkan. Dan ini menjadi tanggung jawab kita semuanya bukan hanya gubernur, bupati dan wali kota tapi jajaran forkominda TNI Polri seluruh gugas agar betul-betul menjaga agar itu bisa berjalan dengan baik," kata Jokowi.

Kunjungan Jokowi ke posko penanganan COVID-19 di Jawa Tengah merupakan rangkaian kunjungan kerja Jokowi di Jawa Tengah, Selasa (30/6/2020). Selain meninjau posko yang berada di Kota Semarang, Jawa Tengah, Jokowi juga memberikan arahan kepada para kepala daerah di Jawa Tengah.

Usai kunjungan ke posko COVID-19, Presiden diagendakan untuk meninjau proyek padat karya di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Selain meninjau tempat tersebut, Presiden juga akan melihat pemaparan terkait relokasi investasi asing ke Indonesia.

Setelah itu, Presiden melanjutkan kunjungan kerjanya dengan meninjau proyek padat karya di Kabupaten Batang. Dalam peninjauan tersebut, Presiden akan dipandu oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

Siang harinya, Kepala Negara dan rombongan diagendakan untuk meninjau pabrik furnitur berorientasi ekspor di Kabupaten Demak. Setelahnya, Presiden akan menuju Bandara Internasional Ahmad Yani, Kota Semarang, untuk kemudian lepas landas menuju Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Baca juga artikel terkait VIRUS CORONA atau tulisan lainnya dari Andrian Pratama Taher

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Maya Saputri