Menuju konten utama

Jelang Lima Abad, Pramono Yakin DKI Kalahkan Kota-kota Global

Kepercayaan diri ini didasarkan pada capaian Jakarta yang menempati peringkat ke-53 dalam daftar 100 World's Best Cities 2026.

Jelang Lima Abad, Pramono Yakin DKI Kalahkan Kota-kota Global
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri acara puncak perayaan HUT ke-499 Kota Jakarta di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Sabtu (27/7/2026), youtube/ PEMPROV DKI JAKARTA
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung optimistis Jakarta mampu bersaing dan mengungguli berbagai kota besar di kancah internasional.

Kepercayaan diri ini didasarkan pada capaian Jakarta yang menempati peringkat ke-53 dalam daftar 100 World's Best Cities 2026 yang dirilis perusahaan konsultan Resonance Consultancy asal Brussel, Belgia.

"Jakarta sekarang ini nomor 53 dari 100 ibu kota dunia. Bagi saya, yang paling penting lebih bagus dari Washington DC. Termasuk Abu Dhabi," ujar Pramono saat memberikan keterangan pers di depan Hotel Pullman, Jakarta, Sabtu (27/6/2026) malam.

Posisi ke-53 menempatkan Jakarta di atas sejumlah kota besar dunia, seperti Washington DC, Amerika Serikat, yang berada di peringkat ke-57, serta Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, di peringkat ke-86.

Menyongsong usia 500 tahun atau lima abad, Pramono menekankan bahwa filosofi pembangunan Jakarta bukan lagi berorientasi pada kemegahan fisik bangunan semata.

Baginya, esensi kota global terletak pada kesejahteraan dan kebahagiaan manusianya.

"Jakarta sepenuhnya benchmarkingnya bukan lagi dengan kota-kota di Indonesia. Benchmarkingnya adalah kota-kota dunia. Maka dari itu, yang paling utama untuk Jakarta bukan membangun fisiknya, tetapi memberikan kenyamanan bagi masyarakatnya," tegas Pramono.

Ia mengakui, pencapaian tersebut menjadi pelecut bagi Pemprov DKI untuk terus berbenah.

Menjelang usia lima abad, fokus utama pemerintah adalah menciptakan ekosistem kota yang nyaman dan terhubung.

"Jadi kalau ditanya apa yang paling penting, kalau saya dengan satu kata: membuat nyaman," tuturnya.

Untuk menunjang status tersebut, Pramono bersama Wakil Gubernur Rano Karno tengah mengebut sejumlah proyek infrastruktur strategis.

Beberapa di antaranya adalah kelanjutan pembangunan LRT dari Velodrome hingga Manggarai, penuntasan pedestrian deck di kawasan Sudirman-Thamrin, serta revitalisasi Taman Semanggi.

"Saya selalu dengan Pak Wagub membagi diri untuk bekerja bersama-sama sehingga dengan demikian mudah-mudahan wajah Jakarta menjadi lebih menarik, lebih nyaman, lebih aman," jelas Pramono.

Selain infrastruktur fisik, pemerintah juga serius melakukan penataan utilitas kota. Pramono memastikan payung hukum terkait Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) kini telah tersedia agar tata kota Jakarta lebih tertib.

"Sekarang payung hukum perdanya sudah ada, pergubnya juga kita tindak lanjuti, sehingga kita akan segera mulai di berbagai tempat supaya kabel-kabel ini bisa dimasukkan ke dalam," tegasnya.

Pramono menambahkan, Jakarta kini semakin terbuka bagi dunia.

Ia menyebut konektivitas penerbangan mancanegara terus ditambah, dibarengi dengan peningkatan kualitas tenaga kerja lokal melalui pelatihan bahasa asing agar mampu bersaing secara global.

"Jakarta akan terus berinovasi untuk berbagai hal agar ekonominya tumbuh dengan baik, menyiapkan diri sebagai kota global, bertarung, bertanding sebagai kota global, dan juga melanjutkan pembangunan-pembangunan yang belum terselesaikan," pungkasnya.

Baca juga artikel terkait HUT DKI JAKARTA atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama