tirto.id - Perayaan malam puncak HUT ke-499 Jakarta di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Sabtu (27/7/2026), memberikan dampak ekonomi masif.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyebut perputaran uang di sekitar kawasan tersebut menembus angka Rp2 triliun.
"Malam ini perputaran ekonomi di sekitar HI ini lebih dari 2 triliun," ujar Rano di panggung utama HUT ke-499 Jakarta di Bundaran HI, Jakarta, Sabtu (27/6/2026) malam.
Rano menjelaskan, tingginya transaksi didorong oleh membludaknya jumlah pengunjung yang berimbas pada keterisian akomodasi dan sektor perdagangan.
"Serius. Boleh dicek ini semua hotel penuh. Gua enggak tahu tidur di mana, di garasi kali? Gua enggak tahu deh. Tapi artinya semua hotel penuh," katanya sambil bercanda.
Selain hotel, mantan Gubernur Banten ini menyoroti peningkatan aktivitas di pusat perbelanjaan di sekitar kawasan tersebut.
"Ini yang namanya Pasar Tanah Abang, Thamrin City, ah udah deh jangan ditanya entar lu belanja. Ini mengakibatkan apa? Dengan event yang dilakukan di sini, Jakarta mendapat kunjungan wisata juga bertambah," tambah Rano.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan, penyelenggaraan berbagai event besar, termasuk perayaan hari besar keagamaan di Jakarta, terbukti efektif menggerakkan ekonomi.
Ia menegaskan keberhasilan ini didukung penuh oleh sinergi lintas sektoral.
"Ini semua terjadi atas berkat dukungan dari Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya yang sengaja malam ini kami hadirkan. Enggak mungkin itu terjadi tanpa dukungan dari siapa pun, termasuk DPRD Provinsi DKI Jakarta," kata Pramono dalam kesempatan sama.
Pramono memaparkan, perputaran ekonomi di Jakarta memang menunjukkan tren positif di tengah tekanan ekonomi global.
Mantan Seskab RI ini mencatat transaksi selama masa Ramadan dan Idulfitri lalu mencapai lebih dari Rp75 triliun.
"Kami sampaikan kemarin ketika kita menyambut Idul Fitri dan Ramadan, transaksi di Jakarta lebih dari Rp75 triliun rupiah pada saat peringatan untuk Idulfitri dan Ramadan," paparnya.
Pramono menambahkan, stabilitas ekonomi tersebut memungkinkan pemerintah memberikan subsidi pangan bagi masyarakat.
Pria yang pernah menjabat sebagai Sekjen PDIP ini memastikan pihaknya akan terus melanjutkan pembangunan yang belum selesai demi kenyamanan warga.
"Itulah yang kemudian membuat ekonomi di Jakarta dalam kondisi tekanan ekonomi global, mudah-mudahan kami tetap bisa memberikan subsidi pangan bagi masyarakat," tambahnya.
Ia menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan infrastruktur agar Jakarta semakin ramah bagi warganya.
"Kami terus terang menyelesaikan hal-hal yang belum selesai dari pemerintah-pemerintah sebelumnya. Itulah yang kami lakukan dan mudah-mudahan ini membuat warga Jakarta menjadi nyaman, aman, bahagia hidup di Jakarta," terang Pramono.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id





























