tirto.id - Mantan Ibu Negara Korea Selatan (Korsel), Kim Keon Hee, ditangkap pihak kepolisian pada Selasa (12/8/2025) malam. Istri mantan Presiden Yoon Suk Yeol itu kini ditahan atas sejumlah tuduhan kasus, termasuk gratifikasi dan suap.
Penangkapan Kim Keon Hee menjadi peristiwa pertama dalam sejarah Korea Selatan seorang mantan presiden dan mantan ibu negara yang mendampinginya dipenjara.
Sebelum ditangkapnya Kim Keon Hee, aparat penegak hukum Korea Selatan terlebih dahulu menangkap suaminya, mantan Presiden Yoon Suk Yeol pada Januari 2025.
Sementara sang suami ditangkap polisi karena upaya darurat militer yang gagal, sang mantan ibu negara diduga terlibat dalam beberapa kasus manipulasi keuangan dan suap.
Selain Kim Keon Hee, aparat penegak hukum Korea Selatan juga menangkap Kim Ye Seong, orang yang disebut sebagai tangan kanan Kim Keon Hee, pada Selasa.
Melansir Yonhap, Kim Ye Seong ditangkap di Bandara Internasional Incheon sesaat setelah mendarat dari Vietnam. Ia diduga menjadi tokoh kunci dalam penyelidikan kasus yang menjerat Kim Keon Hee.
Kasus Kim Keon Hee hingga Ditangkap
Penangkapan Kim Keon Hee pada Selasa dilakukan atas sejumlah kasus yang berbeda. Mantan Ibu Negara Korsel itu diduga terlibat beberapa kasus ilegal, dari manipulasi keuangan hingga suap.
Menukil BBC, jaksa penuntut dalam kasus ini menuduh Kim terlibat manipulasi harga saham Deutsch Motors, dealer resmi BMW di Korea Selatan.
Berkat skema manipulasi tersebut, Kim diduga menerima keuntungan ilegal senilai lebih dari 800 juta won atau sekitar Rp9,8 miliar.
Dugaan ini sebenarnya telah diendus aparat penegak hukum sebelum Kim Keon Hee menjadi Ibu Negara Korea Selatan. Namun, penyelidikan kasus terhambat sejak suaminya terpilih sebagai presiden.
Selain manipulasi harga saham, Kim Keon Hee juga menghadapi tuduhan menerima suap dari Gereja Unifikasi, sebuah organisasi keagamaan Korea Selatan yang kontroversial. Kim Keon Hee diduga menerima dua tas bermerek Chanel dan kalung berlian sebagai imbalan membantu bisnis gereja itu.
Tak hanya itu, jaksa juga menambahkan tuduhan intervensi Kim Keon Hee dalam pencalonan kandidat pemilu sela 2022 dan pemilu legislatif 2024 lalu.
Sementara itu, tangan kanan sang mantan ibu negara bernama Kim Ye Seong juga ikut ditangkap pada Selasa (12/8/2025). Ia ditangkap setelah selama empat bulan berada di Vietnam dan mangkir dari pemanggilan pihak berwajib.
Penangkapan Kim Ye Seong itu membuka kasus baru yang melibatkan mantan ibu negara Kim Keon Hee.
Melansir The Korea Times, tim investigasi khusus kini tengah menelusuri adanya investasi mencurigakan dalam perusahaan IMS Mobility, sebuah perusahaan yang didirikan Kim Ye Seong.
Pada 2023 lalu, perusahaan yang bergerak di bidang rental mobil itu mendapatkan suntikan dana mencurigakan dari berbagai investor. Nilai investasi mencurigakan itu mencapai 18,4 miliar won atau sekitar Rp216 miliar.
Menukil Hankyoreh, nilai investasi yang fantastis itu dapat terjadi karena kedekatan Kim Ye Seong dengan sang mantan ibu negara Kim Keon Hee.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dicky Setyawan
Masuk tirto.id

































