Menuju konten utama

Sudaryono Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru, Dilantik Sore Ini

Menurut Mensesneg, Sudaryono sudah sangat akrab dan terlibat diskusi terkait program MBG.

Sudaryono Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru, Dilantik Sore Ini
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono memberikan paparan saat rapat kerja dengan Badan Legislasi (Baleg) DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/11/2025).ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemerintah menunjuk Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) definitif baru usai Nanik S. Deyang resmi mengundurkan diri. Hal ini dikonfirmasi Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (22/7/2026).

Sudaryono akan dilantik di Istana pukul 15.00 WIB sore ini.

"Bapak Presiden memutuskan yang menggantikan adalah Bapak Sudaryono yang sekarang ini menjabat Wakil Menteri Pertanian," ujar Prasetyo kepada awak media.

Menurut Prasetyo, pengunduran diri Nanik sudah disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.

Prasetyo juga menyebut alasan kesehatan dikonfirmasi menjadi alasan Nanik mengundurkan diri. Dia juga menyebut dinamika ini sebagai sesuatu yang berat.

Sebelumnya, BGN juga melantik lima pejabat baru di lingkungan mereka. Prasetyo menilai hal itu juga bagian dari upaya perbaikan di internal BGN.

"Sebagaimana Saudara-Saudara monitor, sudah ada pergantian pejabat di lingkungan Badan Gizi Nasional. Kalau sudah cermati yang diberikan tugas memperkuat cukup lengkap. Berasal dari Kementerian Keuangan, pengalaman di BPKP, pengalaman di Kementerian Kesehatan, pengalaman di kejaksaan. Itu upaya kita membenahi Badan Gizi Nasional," jelas Prasetyo.

Mengenai alasan penunjukan Sudaryono sebagai Kepala BGN baru, dia menilai bahwa sosok Wamentan tersebut sudah sangat akrab dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Prasetyo, penunjukan Sudaryono tak lepas juga dari peran Kementerian Pertanian yang mendukung program MBG berjalan dengan baik sejauh ini.

"Beliau sejak awal mengikuti konsep Makan Bergizi Gratis. Beliau sejak awal mengikuti bersama kami semua. Berdiskusi bagaimana konsep Makan Bergizi Gratis ini sebagai Wamentan. Tentu saja, Badan Gizi Nasional yang kegiatannya adalah memberikan makan bergizi itu tidak pernah lepas (dari) tugas beliau di pertanian," jelas Prasetyo.

Kendati demikian, Istana belum mengantongi nama pengganti Sudaryono yang meninggalkan posisi Wamentan. Menurut Prasetyo, posisi kosong tersebut menyusul akan dibicarakan.

"Nanti pada waktunya disampaikan (penggantinya)," tegas Prasetyo.

Di sisi lain, Mensesneg juga mengonfirmasi pula posisi Nanik selanjutnya yang masih akan berhubungan dengan program MBG. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Nanik mengungkapkan bahwa dirinya akan berperan sebagai Dewan Pengawas BGN.

Prasetyo menyatakan BGN memang memiliki dewan pengawas dalam struktur organisasinya. Menurutnya, Presiden Prabowo memang menunjuk Nanik sebagai Dewan Pengawas BGN karena pengalamannya yang pernah menjabat sebagai wakil ketua hingga ketua lembaga tersebut.

"Tentu saja dengan pengalamannya, Bapak Presiden merasa ibu Nanik masih bisa memberikan kontribusi yang optimal tentu dengan peran yang berbeda. Karena ada masalah kesehatan sehingga beliau (Presiden Prabowo) masih meminta Bu Nanik mengawal dan menyukseskan program bersama pimpinan baru," terang Prasetyo.

Sementara itu, Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyampaikan harapannya bahwa pengganti Nanik memiliki kapasitas sehingga dapat memperbaiki kinerja BGN sebagai lembaga pengelola program MBG.

“Yang terbaik untuk Indonesia. Semoga penggantinya nanti terbaik untuk BGN dan bisa mengevaluasi dan memperbaiki kinerja dari BGN. Saya yakin pasti nanti yang terbaik untuk evaluasi selanjutnya,” kata Puan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (22/7/2026).

Kemudian, terkait kabar Presiden Prabowo akan membentuk Dewan Pengawas BGN dengan Nanik sebagai ketuanya, Puan mengatakan hal yang paling penting adalah agar kinerja BGN semakin lebih baik.

“Kita lihat aja, yang paling penting adalah bagaimana nantinya BGN bisa memperbaiki kinerjanya,” jelas mantan Menko PMK tersebut.

“Sehingga program ini memang bisa berjalan lebih baik dari yang seperti kita harapkan, untuk anak-anak Indonesia,” tutup Puan.

Baca juga artikel terkait BGN atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Fadrik Aziz Firdausi