Menuju konten utama

Iran Incar Kabel Internet di Selat Hormuz, Apa Istimewanya?

Dasar Selat Hormuz dilintasi kabel internet antarbenua yang membawa lalu lintas data sangat penting. Iran berencana mengambil pungutan atas hal itu.

Iran Incar Kabel Internet di Selat Hormuz, Apa Istimewanya?
Ilustrasi Kabel bawah laut. FOTO/istock

tirto.id - Iran dilaporkan tengah mengincar kabel internet bawah laut di Selat Hormuz sebagai salah satu kekuatan terbarunya menghadapi perang melawan Amerika Serikat (AS). Memangnya, seberapa istimewa kabel bawah laut di Selat Hormuz?

Dinukil dari CNN, media yang terkait dengan Pemerintah Iran dan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) belum lama ini merilis rencana Teheran untuk mengambil pendapatan dari kabel-kabel bawah laut di perairan Hormuz.

Dalam rencana itu, Teheran berniat mengenakan biaya kepada perusahaan seperti Google, Microsoft, Meta, dan Amazon yang menggunakan kabel bawah laut di perairan sempit itu. Tak hanya itu, Iran juga berencana untuk mendapatkan hak perbaikan dan pemeliharaan kabel bawah laut di Hormuz secara eksklusif.

“Kami akan mengenakan biaya pada kabel internet,” tulis juru bicara militer Iran Ebrahim Zolfaghari melalui akun X miliknya pada 9 Mei lalu.

Media yang berafiliasi dengan Pemerintah Iran juga merilis pernyataan ancaman terselubung dengan memperingatkan potensi kerusakan pada kabel internet bawah laut di Selat Hormuz, tak lama setelah pengumuman rencana itu.

Belum jelas bagaimana Teheran dapat memaksa raksasa teknologi untuk mematuhi rencana itu. Hal ini mengingat, perusahaan-perusahaan macam Google dan Microsoft dilarang oleh hukum AS untuk melakukan pembayaran ke Iran karena sanksi yang diterapkan kepada negara tersebut.

Selain itu, legitimasi hukum untuk menerapkan rencana itu juga dipertanyakan. Media Iran menggambarkan rencana tersebut telah sesuai dengan Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS), namun interpretasi Iran atasnya dipertanyakan.

Iran disebut ingin menerapkan aturan tentang kabel bawah laut macam yang dilakukan Mesir di Terusan Suez. Namun, Hormuz merupakan wilayah alami yang berbeda dari Suez sebagai tempat buatan. Perbedaan ini disebut berpengaruh terhadap interpretasi hukum internasional yang akan mengaturnya.

Namun, terlepas dari bagaimana Iran akan menjalankan rencananya pada kabel bawah laut, apa istimewanya kabel-kabel internet itu bagi dunia sehingga Teheran berencana menjadikannya daya tawar dalam perang?

Kabel Internet Selat Hormuz Bawa Lalu Lintas Data Sangat Penting

Sejak pecah perang pada 28 Februari lalu, penutupan jalur navigasi Selat Hormuz telah secara efektif meningkatkan harga minyak mentah dunia. Hal ini berdampak di berbagai negara di dunia, dengan kenaikan harga produk turunan terjadi di mana-mana.

Rencana Teheran menerapkan biaya pada kabel bawah laut di Selat Hormuz disebabnya adanya potensi untuk menciptakan dampak tingkat tinggi pada sektor layanan internet dan keuangan dunia.

Hal tersebut dapat terjadi karena kabel bawah laut di perairan Hormuz merupakan salah satu lalu lintas internet penting yang menghubungkan Eropa, Asia, Teluk Persia, dan sebagian Afrika.

Selama ini, kabel bawah laut merupakan tulang punggung konektivitas internet. Infrastruktur ini masih menjadi teknologi utama untuk menyalurkan data digital ke berbagai belahan dunia.

Jika kabel bawah laut mengalami gangguan atau kerusakan, dampak yang ditimbulkan bisa meluas. Dampak tak hanya membuat kecepatan internet melambat, tetapi juga mengganggu sistem perbankan hingga komunikasi militer.

Ketika kabel bawah laut di perairan Hormuz disabotase, negara-negara Teluk akan menghadapi gangguan internet serius yang berpotensi membuat sektor perdagangan minyak dan gas sampai perbankan merugi.

Di luar Teluk Persia, India berpotensi mengalami dampak yang sangat besar ketika sabotase kabel bawah laut terjadi. Industri outsourcing India yang bergantung pada internet berpotensi mengalami kerugian miliaran dolar karena gangguan tersebut.

Pusat data Asia seperti yang ada di Singapura juga berpotensi besar terganggu. Pasalnya, Hormuz merupakan salah satu jalur kabel bawah laut yang terhubung dengan cable landing station (CLS) di kawasan ini.

Layanan perbankan dan keuangan lintas benua antara Eropa dan Asia juga berpotensi besar mengalami masalah saat ada sabotase. Sementara sebagian Afrika Timur dapat mengalami pemadaman internet yang luas jika sabotase terjadi.

Peneliti senior Habtoor Research Center di Uni Emirat Arab, Mostafa Ahmed, menyebut risiko ini sebenarnya telah lama diidentifikasi operator kabel bawah laut antarbenua. Operator internasional selama ini berusaha menghindari perairan Iran dan memfokuskan penggunaan perairan Oman.

Akan tetapi, menurut Direktur Penelitian TeleGeography Alan Mauldin menyebut bahwa setidaknya ada dua kabel yang kini dipasang di Hormuz. Keduanya adalah Falcon dan Gulf Bridge International.

Masalah jadi pelik, kata Mostafa Ahmed, karena Iran punya kemampuan untuk membuat ancaman bagi kabel bawah laut di kawasan tersebut. IRGC memiliki penyelam tempur, kapal selam kecil, dan drone bawah air yang bisa membuat ancaman jadi membahayakan.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar