Menuju konten utama

Info SUB PIN 2024 dan Apakah Tetes Polio Bisa Menyebabkan Demam?

Informasi mengenai efek samping imunisasi polio tetes pada 15 Januari 2024. Simak pula info tentang SUB PIN 2024.

Info SUB PIN 2024 dan Apakah Tetes Polio Bisa Menyebabkan Demam?
Petugas kesehatan memberikan vaksin polio tetes kepada balita di Sub Posyandu Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa (14/2/2023). ANTARA FOTO/Yudi.

tirto.id - Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah akan menggelar Sub Pekan Imunisasi Nasional (Sub PIN) Polio pada 15 Januari 2024. Imunisasi akan dilaksanakan untuk sasaran usia 0-7 tahun 11 bulan 29 hari tanpa memandang status.

Pemberian imunisasi akan dilakukan dalam dua tahap, yaitu putaran pertama dimulai tanggal 15 Januari 2024, dan putaran kedua mulai tanggal 19 Februari 2024.

Melansir laman resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kepala Bidang P2P Dinkes Jateng, Irma Kakiah, mengatakan bahwa imunisasi polio bertujuan untuk mencegah persebaran polio dan akan dilakukan di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

“Sub PIN Polio akan diberikan melalui oral (mulut) dengan menggunakan jenis vaksin noval Oral Polio Vaccine Type 2 (nOV V2),” ujarnya pada Sabtu (6/1/2024).

Vaksin Polio Tetes Apakah Bikin Demam?

Efek samping vaksin polio muncul bagi anak-anak yang mendapat imunisasi suntik, biasanya terjadi setelah pasien mendapatkan imunisasi. Efek samping yang timbul biasanya muncul rasa nyeri di sekitar area suntikan. Selain itu demam ringan juga dapat muncul sebagai respons alami terhadap vaksinasi.

Setelah vaksinasi, area suntikan biasanya mengalami pengerasan kulit. Reaksi tersebut biasanya bersifat lokal dan mereda dalam beberapa hari. Meski demikian, apabila efek samping tersebut berlangsung dalam jangka waktu lama, perlu dikonsultasikan dengan dokter atau tenaga Kesehatan.

Sementara itu, bagi vaksin polio tetes tidak menimbulkan demam. Vaksinasi polio berupa vaksin oral atau tetes sehingga tidak akan menimbulkan efek samping pada balita seperti badan menjadi panas atau demam.

Vaksinasi akan dilaksanakan di seluruh Puskesmas dan Posyandu serta tempat lain yang ditunjuk antara lain sekolah taman kanak-kanak.

Cara Imunisasi Polio

Imunisasi polio merupakan vaksin yang diberikan kepada anak-anak untuk melindungi seseorang dari penyakit polio dan kompilasi lainnya.

Masyarakat yang ingin anaknya mendapatkan vaksin polio gratis, bisa mengunjungi fasilitas kesehatan seperti puskesmas, puskesmas pembantu, posyandu, satuan pendidikan, serta pos imunisasi di bawah koordinasi puskesmas.

Pemberian vaksin polio secara umum dilakukan dengan cara menyuntikkan cairan melalui otot (intramuskular/IM) atau di bawah kulit (subkutan/SC).

Ada dua jenis vaksin polio: vaksin polio oral (OPV) dan vaksin polio suntik (IPV).

  • Vaksin polio inaktif: Vaksin ini berasal dari virus polio yang dimatikan. Cara pemberiannya dengan menyuntikkan ke paha atau lengan.
  • Vaksin polio oral: Asalnya adalah virus polio hidup yang dilemahkan. Ini adalah vaksin anak, diberikan lewat tetesan di mulut.

Apa Manfaat Imunisasi Polio

Imunisasi polio bermanfaat untuk menguatkan imunitas anak terhadap virus polio dan mencegah mereka dari penyakit polio, yang dapat menyebabkan kelumpuhan dan kematian.

Imunisasi polio memiliki beberapa manfaat penting, yang meliputi:

Merangsang sistem kekebalan tubuh dari penyakit polio

Respons kekebalan tubuh yang terbentuk setelah vaksinasi memberikan perlindungan jangka panjang terhadap infeksi oleh virus polio.

Mengurangi risiko penularan virus polio ke orang lain

Vaksin polio dapat memberikan efek herd immunity. Herd immunity adalah kondisi ketika sebagian besar orang dalam suatu populasi memiliki kekebalan terhadap suatu penyakit tertentu, sehingga menurunkan risiko penyebaran penyakit tersebut.

Menurunkan tingkat penularan dari satu orang ke orang lainnya

Polio rentan menjadi epidemi dan menyebabkan wabah penyakit. Imunisasi polio berperan dalam mencegah terjadinya kejadian luar biasa atau wabah penyakit polio.

Mengurangi dampak berat atau komplikasi saat terserang virus polio

Virus polio dapat menyerang sistem saraf dan menyebabkan kelumpuhan otot, terutama pada kaki dan tungkai. Imunisasi polio membantu melindungi individu dari risiko ini, mengurangi kemungkinan terjadinya kelumpuhan permanen.

Berapa Kali Vaksin Polio Diberikan?

Melansir laman IDAI, vaksin polio oral (OPV) diberikan saat anak lahir, lalu ketika usianya 2, 4, 6, 18 bulan. Sedangkan unruk vaksin polio suntik (IPV) diberikan pada usia 2, 4, 6-18 bulan serta 6-8 tahun. Untuk imunisasi IPV direkomendasikan untuk diberikan paling sedikit 1 kali.

Baca juga artikel terkait IMUNISASI POLIO atau tulisan lainnya dari Ruhma Syifwatul Jinan

tirto.id - Kesehatan
Kontributor: Ruhma Syifwatul Jinan
Penulis: Ruhma Syifwatul Jinan
Editor: Dipna Videlia Putsanra