Menuju konten utama

Indeks Keyakinan Konsumen Indonesia Turun di Mei 2025

Meski turun, indeks keyakinan konsumen tersebut masih optimis karena berada di atas batas 100.

Indeks Keyakinan Konsumen Indonesia Turun di Mei 2025
Dua warga berjalan di dekat stan pegadang di Pasar Johar, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (12/3/2025). Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) pada Februari 2025 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap kuat, yang tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Februari 2025 yang berada pada level optimis sebesar 126,4. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/Spt.

tirto.id - Bank Indonesia (BI) mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Mei 2025 berada di level 117,5, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang sebesar 121,7. Meski begitu, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menilai keyakinan konsumen tersebut masih optimis karena berada di atas batas 100.

"Terjaganya keyakinan konsumen pada Mei 2025 ditopang oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang tetap berada pada level optimis," katanya, dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (13/6/2025).

Meski begitu, Ramdan mengakui IKE dan IEK Mei 2025 yang masing-masing sebesar 106,0 dan 129,0 jauh lebih rendah dari posisi bulan sebelumnya yang masih berada di posisi 113,7 dan 129,8.

Sementara itu, jika ditilik lebih jauh IKK untuk seluruh kelompok pengeluaran kompak mengalami penurunan pada Mei 2025, dengan IKK pada kelompok pengeluaran Rp2,1-3 juta menjadi yang paling rendah dibanding kelompok pengeluaran lainnya, yakni berada di posisi 111,0. Sedangkan, jika dibandingkan berdasar usia, IKK terendah dicatatkan oleh masyarakat berusia lebih dari 60 tahun, di level 105,6.

Di sisi lain, Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama atau Durable Goods (IPDG) yang menjadi penopang IKE Mei 2025 masing-masing berada pada level 118,1 dan 104,1, dibandingkan periode sebelumnya sebesar 125,4 dan 113,9. Pada saat yang sama, Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) juga tercatat turun, bahkan ke level pesimis sebesar 95,7.

Hal ini didorong persepsi responden terhadap ketersediaan lapangan pekerjaan saat ini yang juga berada pada zona pesimis, bersumber dari kelompok pendidikan SMA yang berada di level 92,0 dan Akademi/Diploma sebesar 95,8.

Meski begitu, berdasarkan kelompok usia, optimisme konsumen terhadap ketersediaan lapangan kerja masih meningkat pada kelompok usia 20-30 tahun (103,1), sedangkan pada kelompok usia lebih dari 31-40 tahun tercatat berada di level pesimis, yakni sebesar 94,6; pada usia 41-50 tahun di posisi 95,3; pada usia 51-60 tahun sebesar 95,3; dan di usia lebih dari 60 tahun hanya sebesar 83,8.

Baca juga artikel terkait INDEKS KEYAKINAN KONSUMEN atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dwi Aditya Putra