Menuju konten utama

Indef Wanti-wanti Cadangan Devisa Indonesia yang Kian Tergerus

Indef mewanti-wanti kondisi cadangan devisa Indonesia yang kian tergerus selama empat bulan terakhir, yakni dari Juni 2022 hingga Oktober 2022.

Indef Wanti-wanti Cadangan Devisa Indonesia yang Kian Tergerus
Petugas menghitung uang dollar AS di Cash Center Bank Mandiri, Jakarta, Jumat (10/2). Berdasarkan data Bank Indonesia, cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2017 tercatat sebesar 116,9 miliar dollar AS atau lebih tinggi dibandingkan dengan posisi pada akhir Desember 2016 sebesar 116,4 miliar dollar AS. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/aww/17.

tirto.id - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mewanti-wanti kondisi cadangan devisa Indonesia yang kian tergerus selama empat bulan terakhir, yakni dari Juni 2022 sebesar 136,4 miliar dolar AS hingga Oktober 2022 yang sebesar 130,2 miliar dolar AS.

"Bahkan ini sebenarnya memang terus turun dari level puncaknya di September 2021 yang mencapai 146,9 miliar dolar AS, meski sempat sedikit meningkat beberapa kali setelahnya," kata Wakil Direktur Indef Eko Listiyanto dikutip Antara, Jakarta, Selasa (8/11/2022).

Eko menjelaskan penurunan cadangan devisa Indonesia disebabkan oleh kuatnya dolar AS belakangan ini, sehingga rupiah terus melemah. Hal tersebut tercermin pula dari kesanggupan cadangan devisa yang hanya bisa membiayai 5,8 bulan impor atau 5,6 bulan impor.

Padahal, lanjut dia, jika dibandingkan dengan 2019 nilai cadangan devisa sebesar 130 miliar dolar AS mampu membiayai impor selama 7 bulan sampai 8 bulan.

Maka dari itu, Eko menyebutkan perlu ada upaya untuk mengendalikan penurunan posisi cadangan devisa dengan memperkuat rupiah.

Kondisi tersebut dinilai cukup penting di akhir tahun ini mengingat bulan Desember merupakan bulan permintaan dolar AS yang cukup tinggi, antara lain untuk liburan akhir tahun.

"Kita mengetahui bahwa COVID-19 sudah melandai sehingga kemungkinan permintaan dolar AS di masa liburan makin tinggi, karena mungkin selama dua tahun kemarin tidak ke luar negeri mungkin akhir tahun ini masyarakat akan mulai liburan ke luar negeri. Hal-hal semacam ini yang perlu diwaspadai agar rupiah tidak terus melemah hingga akhir tahun," tuturnya.

Selain itu, tambah Eko, impor Indonesia pun sudah mulai meningkat sehingga menambah permintaan dolar AS belakangan ini. Bahkan angkanya sudah mulai melebihi realisasi ekspor.

Dengan keadaan cadangan devisa yang tergerus saat ini, ia menilai keadaan ekonomi Indonesia di triwulan IV-2022 akan lebih menantang dibandingkan triwulan sebelumnya, sehingga diharapkan pemerintah perlu lebih sigap.

Baca juga artikel terkait CADANGAN DEVISA INDONESIA

tirto.id - Ekonomi
Sumber: Antara
Editor: Anggun P Situmorang