Menuju konten utama

INA Jadi Sorotan Imbas Belanja Rp400 Miliar Buat Gaji 78 Pegawai

Besaran anggaran yang dikeluarkan oleh INA untuk menggaji 78 orang pegawai menjadi sorotan di media sosial X.

INA Jadi Sorotan Imbas Belanja Rp400 Miliar Buat Gaji 78 Pegawai
Indonesia Investment Authority (INA). FOTO/INA
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Indonesia Investment Authority (INA), lembaga sovereign wealth fund (SWF) Indonesia, tengah menjadi sorotan di media sosial. Pasalnya, lembaga pengelola investasi ini mengeluarkan anggaran yang tidak sedikit untuk pegawai yang jumlahnya tak mencapai 100 orang.

Warganet, khususnya di platform X, pun mempertanyakan besaran anggaran yang dikeluarkan oleh lembaga pengelola investasi negara tersebut untuk menggaji para pegawainya.

“Ini beneran lembaga negara? Dapet dari portal sebelah, kabarnya lembaga negara ini berpegawai cuma 78 orang. Tapi coba liat pengeluaran gajinya, Rp400 miliar lebih per tahun!” tulis salah satu akun di sosial media X @baghrwin.

Ia pun menyebut anggaran sebesar itu tidak patut untuk menggaji puluhan pegawai, terlebih lembaga ini tidak terlalu terlihat kinerjanya.

“Gak ada informasi lembaga apaan, tapi kalo beneran ini lembaga negara, ini asli ngerampok sih,” tambahnya.

Cuitan ini pun dikomentari oleh Direktur Rujak Center for Urban Studies, Elisa Sutanudjaja. Ia mengatakan bahwa lembaga tersebut adalah INA yang digadang-gadang menjadi “Temasek”-nya Indonesia.

“Ternyata ini INA. INA yg digadang-gadang mau jadi Temasek-nya +62. itu beneran hasilkan duit return ok ndak? Atau cuma buyback jalan tol gak laku?” cuitnya sembari menyematkan tautan pembelian dua ruas tol oleh INA.

Tirto mencoba mengecek dokumen laporan tahunan INA 2024 yang disebut-sebut dalam cuitan tersebut. Dalam dokumen resmi bertajuk “Sailing to Soaring”, dijelaskan bahwa INA hingga akhir 2024 hanya memiliki 78 pegawai.

"Sampai dengan 31 Desember 2024, INA telah memiliki sebanyak 78 orang pegawai yang merupakan talenta-talenta terbaik yang akan mendukung INA menjalankan operasionalnya mewujudkan mandatnya," tulis dokumen tersebut, dikutip Selasa (21/10/2025).

Berdasarkan grafik komposisi pegawai INA tahun 2024, struktur karyawan lembaga tersebut terdiri dari berbagai tingkatan jabatan, mulai dari posisi manajerial hingga staf pendukung. Jumlah terbesar berasal dari level associate yang mencapai 28 orang, diikuti oleh vice president sebanyak 17 orang, director sembilan orang, dan managing director empat orang. Sementara itu, di level analis terdapat 11 orang, staf enam orang, dan advisor tiga orang.

Perusahaan juga menjelaskan bahwa pemenuhan kebutuhan pegawai, baik untuk INA maupun anak perusahaannya, disesuaikan dengan capacity plan dan rencana rekrutmen.

Namun, untuk puluhan pegawai ini, INA mengeluarkan anggaran hingga Rp400,012 miliar untuk gaji mereka. Angka tersebut naik 20,9 persen dibandingkan tahun 2023 yang sebesar Rp331,05 miliar.

Sebagai informasi, INA dibentuk pada Desember 2020 untuk memperkuat ekonomi nasional. Lembaga ini direncanakan masuk dalam berbagai program investasi di sektor kesehatan, digital, transportasi, infrastruktur, energi hijau, dan advanced materials.

Baca juga artikel terkait INVESTASI atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana