Menuju konten utama

IHSG Dibuka Melemah ke Level 6.763,304 Usai Pengumuman MSCI

Gerak IHSG pada awal perdagangan sesi pertama terpantau berada pada rentang 6.741,600 hingga 6.787,345.

IHSG Dibuka Melemah ke Level 6.763,304 Usai Pengumuman MSCI
Petugas melintasi layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/9/2025). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat pada senin pagi dibuka melemah 210,39 poin atau 2,69 persen ke posisi 7.620,10. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah ke level 6.763,304 pada pembukaan perdagangan Rabu (13/5/2026). Pelemahan IHSG ini imbas dari pengumuman rebalancing terhadap indeks Indonesia oleh MSCI.

Mengutip RTI Business pukul 09.06 WIB, indeks melemah 110,28 poin atau sebesar 1,61 persen. Pergerakan IHSG di awal perdagangan hari ini diwarnai oleh 165 saham menguat, 322 melemah, dan 201 saham stagnan atau belum mengalami perubahan.

Gerak IHSG pada awal perdagangan sesi pertama terpantau berada pada rentang 6.741,600 hingga 6.787,345, sementara kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp11.904 triliun.

Aktivitas perdagangan di bursa pada pagi ini tercatat cukup aktif dengan 9,7 miliar saham berpindah tangan melalui 218.393 kali transaksi. Sementara nilai jual-beli saham tersebut tercatat mencapai Rp2,6 triliun.

Morgan Stanley Capital International (MSCI) sebelumnya mengumumkan hasil rebalancing review periode Mei 2026 pada Rabu (13/5/2026) dini hari. Hasilnya, tidak ada satupun saham Indonesia yang berhasil masuk dalam jajaran MSCI Global Standard Index.

Sebaliknya, enam saham bernilai kapitalisasi pasar jumbo didepak dari daftar indeks utama tersebut. Keenam saham itu adalah PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).

Sementara itu, hanya AMRT yang tidak sepenuhnya keluar dari indeks yang diterbitkan MSCI. Saham Alfamart turun ke dalam MSCI Small Capital Index atau saham dengan kategori indeks berkapitalisasi lebih kecil.

Namun, pada saat yang sama sebanyak 13 saham dilengserkan dari kategori ini. Saham-saham itu di antaranya: PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), dan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA).

Kemudian ada pula PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC), PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), serta PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG).

Dengan demikian, total 18 saham konstituen dari bursa saham Indonesia dikeluarkan dari seluruh kategori indeks MSCI. Seluruh perubahan bobot dan komposisi ini akan diimplementasikan pada penutupan perdagangan pasar pada 29 Mei 2026 dan efektif berlaku mulai 1 Juni 2026.

Baca juga artikel terkait IHSG atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Fadrik Aziz Firdausi