Menuju konten utama

IHSG Dibuka ke Level 8.300 pada Perdagangan Jumat Hari Ini

Laju IHSG didorong oleh 298 saham yang dibuka menguat, 185 saham dibuka melemah dan 193 saham stagnan atau belum mengalami perubahan.

IHSG Dibuka ke Level 8.300 pada Perdagangan Jumat Hari Ini
Seorang pria berjalan di atas layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (28/1/2026). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/bar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat ke level 8.300,222 pada perdagangan Jumat (20/2/2026). Mengutip RTI Business pukul 09.05 WIB, indeks naik 46,32 poin atau sebesar 0,56 persen.

Laju IHSG didorong oleh 298 saham yang dibuka menguat, 185 saham dibuka melemah dan 193 saham stagnan atau belum mengalami perubahan.

Gerak IHSG pada awal perdagangan sesi pertama terpantau berada pada rentang 8.296,946 hingga 8.328,421, sementara kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp15.070,9 triliun.

Aktivitas perdagangan di bursa pada pagi ini tercatat cukup aktif dengan 2,65 miliar saham berpindah tangan melalui 201.071 kali transaksi. Sementara nilai jual-beli saham tersebut tercatat mencapai Rp1,43 triliun.

Sementara itu, berdasarkan analisis tim riset Phintraco Sekuritas, pergerakan IHSG akan dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global yang bervariasi serta katalis positif dari agenda domestik.

Phintraco Sekuritas mencatat pergerakan negatif di pasar global dan domestik pada perdagangan Kamis (19/2/2026). Indeks di Wall Street melemah akibat kombinasi faktor geopolitik dan kebijakan moneter.

Pelemahan dipicu oleh memanasnya ketegangan antara AS dan Iran. Dari sisi kebijakan, risalah rapat The Fed (Fed Minutes) mengindikasikan sejumlah pejabat cenderung hawkish. Selain itu, investor mulai khawatir terhadap sektor kredit swasta setelah Blue Owl Capital membatasi likuiditas investor.

Data ekonomi AS menunjukkan klaim tunjangan pengangguran turun menjadi 206 ribu, lebih baik dari perkiraan. Namun, defisit neraca perdagangan AS melebar menjadi 70,3 miliar dolar AS pada Desember 2025. Imbal hasil obligasi AS 10 tahun turun ke 4,075 persen, sementara harga emas stabil di 4.979 dolar AS per troy ons dan harga minyak menguat akibat risiko konflik Iran.

Di dalam negeri, IHSG ditutup melemah 0,43 persen ke level 8.274. Indeks sempat menguat ke 8.376 sebelum terkoreksi. Rupiah ikut tertekan ke level Rp16.894 per dolar AS. Sektor teknologi mencatat koreksi terdalam, sementara sektor basic materials menguat.

Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak sideways pada rentang 8.200–8.350. Hal ini seiring pelebaran histogram positif MACD dan indikator Stochastic RSI yang mendekati area overbought, namun diimbangi peningkatan volume jual.

Sementara itu, Bank Indonesia(BI) kembali mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen untuk kelima kalinya guna menstabilkan rupiah dan mengendalikan inflasi. Di sisi lain, pertumbuhan kredit Januari 2026 tercatat 9,96 persen secara tahunan (yoy), tertinggi sejak Februari 2025.

Dari eksternal, Indonesia dan AS menandatangani kesepakatan dagang. AS menurunkan tarif impor produk Indonesia dari 32 persen menjadi 19 persen, bahkan tarif 0 persen untuk minyak sawit. Sebaliknya, Indonesia menghapus bea impor untuk sebagian besar produk AS. Sebagai bagian dari perjanjian, 11 nota kesepahaman (MoU) sektor swasta senilai 38,4 miliar dolar AS diteken, mencakup sektor mineral kritis, energi, hingga semikonduktor.

Baca juga artikel terkait BURSA SAHAM atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama